pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 6 menit

View

6697

Kabar Sepekan: Cuti Bersama Kembali Lagi, Pemerintah Siapkan Subsidi Gaji!

Selamat berakhir pekan, Sobat Cuan! Kabar Sepekan kembali hadir menyapa kamu semua dengan berita-berita ekonomi terkini. Kali ini, terdapat berita mengenai sikap The Fed yang kembali hawkish dan rencana pemerintah untuk menaikkan harga elpiji bersubsidi! Simak selengkapnya di sini.

Kabar Mancanegara Sepekan

1. Tak Lagi Jinak, Kini The Fed Gaspol Ketatkan Moneter!

Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed kembali bikin geger pasar. Pada pekan ini, The Fed kembali menekankan niatnya untuk memberlakukan kebijakan moneter yang semakin ketat.

Di awal pekan ini, Gubernur The Fed Lael Brainard mengatakan, otoritas moneter tersebut sudah mempersiapkan "aksi moneter yang kuat" demi meredam inflasi dan ekspektasi inflasi AS ke depan. Selain itu, dia juga menyebut, The Fed bisa saja mengurangi jumlah neracanya dengan kencang pada rapat FOMC mendatang.

The Fed kemudian mempertegas sikap tersebut di dalam risalah rapat (minutes of meeting) FOMC yang dirilis Rabu (6/4). Melalui dokumen tersebut, pejabat The Fed ternyata siap membuka peluang untuk mengerek suku bunga acuannya dengan agresif, yakni 50 basis poin, pada rapat FOMC bulan depan atau bulan-bulan berikutnya.

Selain itu, The Fed juga berancang-ancang mengurangi neracanya sesegera mungkin setelah otoritas moneter tersebut melangsungkan rapat FOMC-nya bulan depan. Rencananya, The Fed akan "menguras" neracanya sebesar US$60 miliar dalam bentuk surat berharga negara dan efek beragun hipotek sekitar US$35 miliar per bulan.

2. Gak Kapok-Kapok, Rusia Terus Dibombardir Sanksi dari AS!

AS, untuk kesekian kalinya, menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Rusia lantaran negara tersebut masih getol menginvasi Ukraina.

Namun, kali ini, AS makin gerah dengan sikap Rusia, apalagi setelah pasukan Rusia diduga melakukan "kejahatan perang" dengan "membantai" warga sipil di kota Bucha.

Pada Rabu (6/4), Presiden AS Joe Biden telah melarang warga AS untuk berinvestasi di Rusia sekaligus melarang mereka untuk bertransaksi menggunakan bank terbesar ketiga dan keempat Rusia, Sberbank dan Alfabank. Tak ketinggalan, AS juga menjatuhkan sanksi ke dua putri Presiden Rusia, Vladimir Putin, serta istri dan putri Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Sehari setelahnya, dewan legislatif AS memutuskan untuk mencoret Rusia dari daftar mitra dagang prioritas (most favored nation). Melalui kebijakan ini, maka nantinya produk ekspor Rusia ke AS bakal dikenakan tarif yang lebih tinggi dari biasanya.

3. Defisit Ekspor AS Lagi-Lagi Cetak Rekor!

AS mencetak defisit neraca perdagangan dan jasa sebesar US$89,2 miliar pada Februari, alias level tertingginya sepanjang masa. Angka defisit itu bahkan melampaui ramalan analis yakni US$88,5 miliar.

Hal ini terjadi setelah nilai impor barang dan jasa AS lebih besar ketimbang nilai ekspornya. Tercatat, nilai ekspor barang dan jasa AS meroket 1,8% secara bulanan ke titik tertingginya yakni US$228,6 miliar di bulan lalu. Sementara itu, nilai impor barang dan jasa AS di bulan yang sama terbilang US$317,8 miliar, atau tumbuh 1,3% dibanding sebulan sebelumnya.

4. Elon Musk Gak Cuma Borong Saham Twitter Tapi Ikut Jadi Direksinya

Punggawa produsen mobil listrik Tesla, Elon Musk, bikin kaget pelaku pasar setelah dirinya pada Senin (4/4) dikabarkan membeli saham media sosial Twitter sebesar 9,2% atau setara US$41 miliar.

Keesokan harinya, CEO Twitter Parag Agrawal mengumumkan bahwa Musk juga masuk ke dalam jajaran direksi media sosial tersebut. Kehadiran Musk di dewan tersebut diharapkan bisa menarik minat generasi muda dan bisa mendorong Twitter untuk lebih dari sekadar "penyedia konten berita dan live event".

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG Rekor di Akhir Pekan, Kripto Keluar Jadi Jagoan!

Kabar Kripto Sepekan

1. Mulai Mei, RI Resmi Kenakan Pajak Kripto!

Pemerintah secara resmi bakal mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 0,1% hingga 0,2% untuk pembelian aset mata uang digital alias kripto mulai 1 Mei 2022 mendatang.

Ketentuan itu tertuang di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68 tahun 2022 tentang PPN dan Pajak Penghasilan (PPh) atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto.

Aturan itu juga menjelaskan bahwa penjual aset kripto bakal dibebankan Pajak Penghasilan (PPh) 22 dengan tarif 0,1% dari nilai transaksi aset kripto. Namun, penjual aset kripto akan dikenakan tarif PPh 22 0,2% jika penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik bukan merupakan pedagang fisik aset kripto.

2. Habis Borong BTC, Kini Luna Koleksi AVAX

Setelah memborong Bitcoin (BTC) dalam jumlah jumbo, salah satu pendukung jaringan Terra, Luna Foundation Guard (LFG), ternyata lanjut mengoleksi koin Avalanche (AVAX) senilai US$100 juta langsung dari Avalanche Foundation. Tak hanya LFG, salah satu penyokong jaringan Terra, Terraform Labs juga memboyong AVAX sama-sama senilai US$100 juta.

Sama seperti tujuannya memborong BTC, LFG melakukan langkah ini demi menstabilkan nilai stablecoin-nya yang bernama UST.

3. Near Protocol Gaet Pendanaan Baru. Mau Rilis Stablecoin?

Near Protocol mengumumkan telah menggaet pendanaan segar senilai US$350 juta dalam sebuah putaran pendanaan yang dipimpin oleh Tiger Global. Rencananya, jaringan blockchain tersebut akan menggunakan dana tersebut untuk meningkatkan jumlah hub regional Near Protocol di seluruh penjuru dunia.

Pada pekan ini, Near Protocol juga digosipkan akan merilis stablecoin yang diberi nama USN sekaligus menyediakan jasa protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi), yang memungkinkan pengguna untuk mendulang yield 20% per tahun hanya dengan menabung USN kelolaannya.

4. Meta Platforms Berencana Rilis Mata Uang Virtual Baru?

Salah satu anak usaha Meta Platforms, Meta Financial Technologies, dikabarkan tengah mengkaji penciptaan mata uang virtual baru yang digadang bernama "Zuck Bucks".

Mata uang virtual ini rencananya akan digunakan sebagai alat tukar resmi di metaverse besutan perseroan, sekaligus memantapkan ambisi perusahaan untuk mencari sumber pendapatan baru dan memasang fitur-fitur anyar yang bisa menggaet jumlah pengguna baru platform media sosial tersebut.

Baca juga: Pluang Pagi: Tak Lagi Galau, Kripto & Saham AS Kembali Menghijau!

Kabar Domestik Sepekan

1. Setelah 2 Tahun Tiada, Cuti Bersama Lebaran Kembali Lagi!

Pemerintah telah menetapkan tanggal cuti bersama lebaran 2022 yang berlangsung antara 29 April hingga 6 Mei 2022. Dengan kata lain, pemerintah kembali menerapkan cuti bersama setelah dua tahun vakum akibat maraknya penyebaran COVID-19.

Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 375/2022, 1/2022, 1/2022 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menteri PANRB Nomor 963 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021, Nomor 4 Tahun 2021 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022.

Pemerintah menempuh kebijakan tersebut seiring infeksi COVID-19 di dalam negeri yang melandai plus tingkat vaksinasi Indonesia yang terbilang mumpuni.

2. Siap-Siap, Gaji di Bawah Rp3,5 Juta Bakal dapat Subsidi Gaji

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, pemerintah bakal menggulirkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp1 juta khusus bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta per bulan. Kebijakan ini ditempuh demi menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah di tengah melonjaknya biaya kebutuhan pokok.

Ia menambahkan, kebijakan ini akan menyasar 8,8 juta pekerja. Sehingga, total anggaran yang bakal dikucurkan pemerintah sebesar Rp8,8 triliun.

3. Cadangan Devisa RI Amblas pada Maret

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia mencapai US$139,1 miliar per Maret 2022. Sayangnya, angka tersebut melorot dibanding bulan sebelumnya yakni US$141,4 miliar.

Susutnya cadangan devisa Indonesia terjadi akibat kenaikan kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kendati begitu, BI memandang bahwa cadangan devisa tersebut masih mampu menopang ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabiilitas makroekonomi dalam negeri.

4. Setelah Pertamax, Pemerintah Siapkan Kenaikan Elpiji Melon dan Pertalite

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah membuka jalan untuk mengerek harga elpiji 3 kg, atau biasa disebut elpiji melon, serta Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.

Namun, ia mengaku bahwa rencana tersebut masih dalam tahap kajian. Pemerintah, lanjut Airlangga, tidak akan menaikkan harga dua barang tersebut dalam jangka waktu dekat.

"Saat sekarang kita masih mengkaji (kenaikan Pertalite dan elpiji melon)," jelas Airlangga, Selasa (5/4).

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters, Bloomberg, CNN Indonesia, The Block Crypto, Financial Times, Detik.com, CNBC Indonesia,

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES