Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Inflasi AS Diramal Kronis, IHSG Miris & Kripto di Titik Kritis

Selamat sore, Sobat Cuan! Kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin kronis sementara pasar kripto bergerak suam-suam kuku. Apa yang terjadi? Simak di sini!

IHSG

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian mengenaskan. Betapa tidak, ia menutup sesi perdagangan Rabu (13/7) dengan bertengger di 6.640,99 poin alias ambles 1,15% dibanding sehari sebelumnya.

Sejak awal, semangat IHSG memang sudah layu sebelum berkembang. Tengok saja, pergerakannya memang selalu berada di zona merah di hampir sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Kali ini, pelaku pasar asing makin mantap untuk melakukan tekanan aksi jual. Sebab, mereka semakin diliputi kekhawatiran mengenai ancaman resesi ekonomi Amerika Serikat (AS), sehingga mereka memilih untuk melepas aset berisikonya di dalam negeri dan beralih ke kelas aset yang lebih aman.

Kecemasan mereka berhulu dari sikap International Monetary Fund (IMF) yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahunan AS dari 2,9% menjadi 2,3% di 2022. Nah, melihat data tersebut, maka wajar saja jika investor asing melepas aset berisiko dan mencari perlindungan dalam mengantisipasi ekonomi yang gonjang-ganjing, bukan?

Di tengah kencangnya aksi jual asing, sebagian pelaku pasar lainnya ternyata enggan untuk mengakumulasi saham domestik. Mereka sepertinya memilih wait and see menjelang perilisan data inflasi AS Juni malam nanti. Terlebih, konsensus analis meramal inflasi tahunan AS bulan lalu akan menyentuh 8,8% atau titik tertingginya dalam empat dekade terakhir.

Untungnya, pelemahan IHSG tertahan oleh kinerja apik emiten batu bara. Sebagai contoh, nilai saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kompak mencuat di atas 1% hari ini. Tak ketinggalan, terdapat pula nilai saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang terbang 0,34% di waktu yang sama.

Moncernya saham batu bara tak terlepas dari kenaikan harga komoditas tersebut. Sekadar informasi, kini harga batu bara berjangka di pasar Newcastle sudah menyentuh US$426 per ton, melesat dari US$419 per ton sehari sebelumnya.

Baca Juga: Pluang Pagi: Ramai Sentimen Negatif, Kripto Boncos, Saham AS Jadi Jongos!

Aset Kripto

Di sisi lain, pergerakan aset kripto pun terbilang begitu-begitu saja.

Melansir Coinmarketcap pukul 15.29 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sukses melaju ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Hanya saja, pergerakannya memang terbilang tak signifikan.

Sejatinya, kenaikan harga beberapa aset kripto mengikuti kenaikan volume perdagangan aset kripto sebesar 0,06% dalam sehari terakhir. 

Dari peristiwa tersebut, kuat dugaan bahwa pelaku pasar sebenarnya tidak kembali bersikap bullish. Alih-alih, mereka sepertinya hanya berniat menjaga harga-harga aset kripto di atas titik support-nya semata. Mengapa demikian?

Sobat Cuan mungkin sudah paham bahwa AS akan mengumumkan data inflasi Juni pada malam nanti. Jika inflasi AS masih terlihat kronis, maka pelaku pasar bisa jadi makin tak bergairah untuk nyemplung ke pasar kripto mengingat bank sentral AS, The Fed, pasti akan merespons inflasi itu dengan kenaikan suku bunga acuan.

Nah, jika pengumuman inflasi itu berlangsung ketika harga beberapa aset kripto di bawah level support-nya, maka psikologis pelaku pasar bisa goyah. Alhasil, mereka bisa langsung melancarkan aksi jual besar-besaran.

Di pasar BTC, misalnya, kini pelaku pasar tengah mencoba mengonsolidasikan harga sang raja aset kripto tersebut di atas US$19.600 per keping. Pasalnya, melihat dari sisi teknikalnya, pengumuman indikator makroekonomi bisa menyeret harga BTC lebih dalam jika harga BTC saat ini berada di bawah US$19.300 per keping.

Selain faktor tersebut, lunturnya kepercayaan pelaku pasar terhadap pasar kripto juga masih membebani laju harga kripto. Hal itu muncul setelah mereka melihat perkembangan terkini yang terjadi di pasar keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Kemarin, departemen perlindungan jasa keuangan dan inovasi negara bagian California, AS, mengaku tengah menginvestigasi beberapa platform pinjam meminjam aset kripto menyusul aksi penghentian withdrawals dan transfer antar pengguna yang dilakukan secara sepihak.

Tak ketinggalan, departemen regulasi jasa keuangan negara bagian Vermont juga menuduh platform pinjam meminjam kripto, Celsius, tengah mengalami perkara insolvensi yang parah. Bahkan, lembaga tersebut juga mengklaim Celsius tidak memiliki aset dan likuiditas yang mumpuni untuk memenuhi tanggung jawabnya ke penggunanya.

Kendati begitu, bukan berarti pasar kripto juga tidak dipenuhi oleh kabar positif. Nah, kali ini kabar positif tersebut datang dari dua pentolan jaringan blockchain, Bitcoin dan Ethereum.

Data Santiment terbaru menunjukkan bahwa alamat aktif yang memiliki lebih dari 10 BTC di jaringan tersebut telah meningkat 1,12% dalam sebulan terakhir. Ya, berbeda dengan trader jangka pendek, kaum HODL-ers nampaknya lebih memilih menahan BTC-nya di tengah situasi bear market saat ini.

Sementara itu, data perusahaan manajemen aset CoinShares juga melaporkan bahwa terdapat arus modal masuk sebesar US$7,6 juta ke produk-produk derivatif ETH sepanjang pekan lalu. Ini menunjukkan bahwa investor institusi tampak sangat optimistis dengan ETH menjelang implementasi The Merge di jaringan Ethereum.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Dolar AS Kian 'Ngamuk', Kripto & Saham AS Terpuruk!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Selain itu, kamu sekarang bisa berdiskusi bersama komunitas di Pluang untuk mendapatkan kabar, insight, dan fakta menarik seputar investasi dari sudut pandang antar member pada Fitur Chatroom Pluang.

Tempat diskusi tanpa worry? Fitur Chatroom solusinya! Klik di sini untuk mendapatkan early access.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait