Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Dolar AS Kian 'Ngamuk', Kripto & Saham AS Terpuruk!

Selamat sore, Sobat Cuan! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan aset kripto masih tak berdaya di Selasa (12/7) sore. Ternyata, ada satu faktor yang bikin kinerja keduanya amburadul. Apakah itu? Simak di sini!

IHSG

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lagi-lagi bikin investor gemas. Betapa tidak, ia finish di level 6.718,29 poin alias melemah 0,6% dibanding kemarin.

Yang lebih bikin bete investor, pergerakan IHSG sempat terlihat menjanjikan karena ia berada di zona hijau di hampir satu sesi perdagangan. Bahkan, nilainya sempat menyentuh 6.745,42 poin menjelang penutupan.

Awalnya, kinerja IHSG terdongkrak setelah pelaku pasar melakukan pumping atas saham-saham perbankan yang nilainya sudah tertekan parah dalam beberapa waktu terakhir. Mereka meyakini bahwa harga saham-saham tersebut sudah lebih rendah dibanding nilai intrinsiknya.

Hasilnya, saham seperti PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) dan PT BRI Syariah Indonesia Tbk (BRIS) keluar sebagai juara hari ini setelah masing-masing mencatat pertumbuhan nilai 24,6% dan 21,12%.

Di samping itu, saham sektor batu bara domestik juga ikut melesat sepanjang hari ini. Tengok saja, nilai saham emiten seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) masing-masing loncat 6,14% dan 3,18% di sesi perdagangan kali ini.

Usut punya usut, pertumbuhan nilai saham tersebut ternyata disebabkan oleh kenaikan harga batu bara. Asal tahu saja, harga batu bara acuan Newcastle untuk bulan Juli kini sudah bertengger di US$419 per ton, meningkat 1,25% dibanding sehari sebelumnya.

Sayangnya, kejayaan IHSG ternyata hanya bersifat "seumur jagung" lantaran nilainya luntur mendadak di akhir sesi perdagangan.

Hal ini terjadi setelah nilai tukar Dolar AS semakin tokcer. Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menunjukkan, nilai tukar Dolar AS terhadap Rupiah sudah menyentuh Rp14.993 per Dolar AS alias naik dari Rp14.969 sehari sebelumnya.

Kenaikan kurs Dolar AS tentu membuat pelaku pasar merasa lebih untung mengoleksi instrumen tersebut. Alhasil, aksi jual pun jadi tak terbendung di pasar domestik.

Baca Juga: Pluang Pagi: Data Inflasi AS Jadi Sorotan, Kripto & Saham AS 'Angot-Angotan'

Aset Kripto

Awan mendung masih menggantung di atas langit pasar kripto. Melansir Coinmarketcap pukul 15.25 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masih betah di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Sama seperti pagi tadi, pelaku pasar menahan diri untuk masuk ke pasar kripto lantaran menanti hasil perilisan data inflasi AS Juni pada Rabu (12/7) esok. Sejauh ini, konsensus analis menunjukkan bahwa AS telah mencatat inflasi tahunan 8,8% pada bulan lalu.

Di samping itu, pelaku pasar juga semakin ragu untuk nyemplung ke pasar kripto setelah nilai Dolar AS semakin perkasa. Asal tahu saja, nilai indeks Dolar AS kini sudah menyentuh 108,47 alias level tertingginya dalam 20 tahun terakhir.

Kenaikan nilai sang aset greenback tentu membuat pelaku pasar merasa lebih cuan menggenggam mata uang tersebut ketimbang berkutat di pasar aset berisiko. Terlebih, data terbaru dari Delphi Digital menunjukkan bahwa pergerakan nilai Dolar AS punya korelasi yang negatif dengan pergerakan aset kripto.

Sumber: Delphi Digital
Sumber: Delphi Digital

Jika nantinya data inflasi AS pada Juni sesuai dengan konsensus analis, maka Sobat Cuan harus siap-siap melihat nilai Dolar AS yang semakin meroket. Mengapa demikian?

Inflasi yang terus ngamuk tentu akan direspons The Fed dengan pengetatan suku bunga acuan yang agresif. Nah, hal tersebut tentu akan membuat pelaku pasar lari ke aset safe haven seperti Dolar AS dan obligasi pemerintah AS. Alhasil, harga aset kripto pun bisa kena batunya.

Di samping perkara makroekonomi, kinerja pasar kripto hari ini juga terganggu oleh kabar buruk yang terjadi di sekitaran jaringan blockchain. Kali ini, kabar buruk itu datang dari Uniswap.

Kemarin, platform keuangan terdesentralisasi itu melaporkan terjadinya serangan phishing dan membuat aset kripto ETH senilai US$4,7 juta raib mendadak. Namun, komunitas kripto di jagat media sosial Twitter meyakini bahwa nilai kerugian tersebut bisa saja lebih besar.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Kondisi Makroekonomi Jadi Momok, Kripto & IHSG Terperosok!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Selain itu, kamu sekarang bisa berdiskusi bersama komunitas di Pluang untuk mendapatkan kabar, insight, dan fakta menarik seputar investasi dari sudut pandang antar member pada Fitur Chatroom Pluang.

Tempat diskusi tanpa worry? Fitur Chatroom solusinya! Klik di sini untuk mendapatkan early access.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait