Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Rangkuman Pasar: Kondisi Makroekonomi Jadi Momok, Kripto & IHSG Terperosok!
shareIcon

Rangkuman Pasar: Kondisi Makroekonomi Jadi Momok, Kripto & IHSG Terperosok!

11 Jul 2022, 8:57 AM·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Kategori
Rangkuman Pasar: Kondisi Makroekonomi Jadi Momok, Kripto & IHSG Terperosok!

Selamat sore, Sobat Cuan! Awan mendung menyelimuti market di awal pekan ini. Tengok saja, nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pasar kripto kompak lunglai tak berdaya. Apa yang terjadi? Simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

IHSG menutup sesi perdagangan Senin (11/7) di level 6.722,14 poin alias melorot 0,27% dibanding akhir pekan lalu. Situasi IHSG memang sudah terlihat ngenes sejak awal lantaran menghabiskan sebagian besar waktu di zona merah hari ini.

Indeks saham domestik melemah setelah ditekan baik oleh sentimen domestik dan sentimen internal.

Dari dalam negeri, pelaku pasar ternyata tengah mengkhawatirkan penurunan daya beli masyarakat menyusul kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Ya, kemarin, PT Pertamina (Persero) mengumumkan telah mengerek harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex di 34 provinsi.

Di samping itu, kekhawatiran pelaku pasar akan pelemahan daya beli masyarakat juga berhulu dari data penjualan ritel Indonesia yang hanya bertumbuh 2,9% secara tahunan di Mei. Angka tersebut ternyata anjlok drastis dibanding sebulan sebelumnya 8,5%.

Pelaku pasar khawatir bahwa rentetan faktor tersebut bisa menurunkan permintaan masyarakat akan produk-produk besutan emiten dalam negeri. Hal tersebut, ujungnya, tentu akan mengganggu kinerja keuangan emiten-emiten yang dimaksud.

Sementara itu, dari sisi eksternal, selera risiko pelaku pasar secara global juga terlihat tak bergairah. Pasalnya, tak cuma IHSG saja yang melemah hari ini, namun juga bursa-bursa di kawasan Asia.

Tengok saja, nilai indeks Hang Seng ambles 2,77% pada hari ini. Kemudian, di waktu yang sama, nilai indeks Shanghai Composite juga melemah 1,27%.

Kuat dugaan, redupnya selera risiko pelaku pasar terjadi setelah Biro Statistik Ketenagakerjaan AS merilis data Non-Farm Payroll (NFP) untuk Juni 2022, yang menunjukkan bahwa AS menyerap 327.000 tenaga kerja baru selama bulan lalu alias di atas estimasi analis 268.000 tenaga kerja.

Pelaku pasar menganggap kuatnya data ketenagakerjaan AS sebagai indikasi bahwa ekonomi AS masih kuat. Sehingga, bank sentral AS, The Fed, bisa menggunakan data tersebut sebagai justifikasi untuk mengerek suku bunga acuannya dengan kencang demi meredam inflasi.

Baca Juga: Pluang Pagi: Ancaman Bunga Fed Kian Kentara, Market Jadi Tak Berdaya

Aset Kripto

Setali tiga uang, pasar kripto pun terlihat tak berdaya di Senin sore. Melansir Coinmarketcap pukul 15.45 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat pasrah melorot ke zona merah dalam 24 jam terakhir.

Sama seperti tadi pagi, pelaku pasar tampaknya enggan melakukan price actions gara-gara risiko makroekonomi tengah menguat. Maklum, perilisan data NFP AS pekan lalu membuat pelaku pasar yakin bahwa The Fed akan pede mengerek suku bunga acuannya demi mengekang inflasi.

Selain itu, kini pelaku pasar juga menanti perilisan data inflasi AS Juni yang sedianya akan dirilis Rabu (13/7) mendatang.

Kabar buruk lainnya juga datang dari aspek bisnis kripto, utamanya dari platform pinjam meminjam aset kripto Celsius.

Baru-baru ini, Celsius dikabarkan telah mendekati firma hukum Kirkland & Ellis LLP untuk membantu perseroan melakukan restrukturisasi utang. Wall Street Journal melaporkan, perseroan bahkan ada kemungkinan meminta bantuan firma hukum tersebut untuk mengajukan dokumen kebangkrutan ke pengadilan niaga setempat.

Pelaku pasar terkejut dengan kabar tersebut. Sebab, isu ini menyeruak setelah Celsius telah membayar utangnya kepada platform Maker sebesar US$223 juta pada pekan lalu dan akan segera membayar kewajibannya ke dua platform keuangan terdesentralisasi lainnya, Aave dan Compound, dalam waktu dekat.

Baca Juga: Pasar Sepekan: Himpitan Makroekonomi Kian Kentara, Kripto & Saham AS Malah Juara!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Selain itu, kamu sekarang bisa berdiskusi bersama komunitas di Pluang untuk mendapatkan kabar, insight, dan fakta menarik seputar investasi dari sudut pandang antar member pada Fitur Chatroom Pluang.

Tempat diskusi tanpa worry? Fitur Chatroom solusinya! Klik di sini untuk mendapatkan early access.

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
rangkuman pasar
Rangkuman Pasar: Eropa Makin Gak Aman, IHSG & Kripto Kebakaran
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1