Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Ancaman Bunga Fed Kian Kentara, Market Jadi Tak Berdaya

Selamat Senin dan beraktivitas kembali, Sobat Cuan! Pluang Pagi kembali hadir menyapa kamu dengan rangkuman kabar pasar terkini di pagi hari. Yuk, simak selengkapnya!

Indeks Saham AS

  • Pergerakan nilai indeks saham Amerika Serikat (AS) terbilang bervariasi pada Jumat (8/7). Nilai indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) masing-masing 0,1% dan 0,2%, sementara nilai Nasdaq justru tumbuh 0,12%.
  • Nilai indeks saham AS lunglai setelah Biro Statistik Ketenagakerjaan AS merilis bahwa AS menyerap 327.000 tenaga kerja baru selama Juni. Angka ini ternyata jauh di atas estimasi analis 268.000 tenaga kerja.
  • Selain itu, lembaga tersebut juga mencatat bahwa tingkat pengangguran masih tetap berada di level 3,6%.
  • Data tersebut sepatutnya menjadi angin segar bagi pasar saham AS. Pasalnya, data ketenagakerjaan yang kuat seharusnya bisa menjadi sentimen positif bagi pelaku pasar untuk berinvestasi di pasar aset berisiko.
  • Namun, pelaku pasar malah menganggap bahwa data Non-Farm Payroll (NFP) tersebut membuktikan bahwa ekonomi AS masih kuat. Sehingga, ini bisa menjadi justifikasi bagi bank sentral AS, The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya dengan kencang demi meredam inflasi.
  • Di samping itu, saham-saham sektor teknologi ternyata terlihat bergairah meski terdapat ancaman kenaikan suku bunga The Fed dan kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS.
  • Asal tahu saja, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS pada akhir pekan lalu kembali berada di atas 3%. Dan biasanya kenaikan yield obligasi AS akan meredupkan kinerja saham-saham berkategori growth stocks, seperti saham teknologi.

Baca Juga: Pasar Sepekan: Himpitan Makroekonomi Kian Kentara, Kripto & Saham AS Malah Juara!

Aset Kripto

  • Setelah mengalami reli singkat akhir pekan lalu, aset kripto harus kembali mundur ke teritori negatif di awal pekan. Melansir Coinmarketcap pukul 07.02 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat pasrah berada di zona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), contohnya, merosot 3,54% dalam sehari terakhir dan kini bertengger di US$20.807 per keping. Kemudian, terdapat pula nilai Ether (ETH) yang ambles 4,09% ke US$1.166 per keping di waktu yang sama.
  • Nasib altcoin lainnya juga tak kalah miris. Tengok saja, Binance Coin (BNB), Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) kompak melorot lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir. Tak ketinggalan, XRP dan Polkadot (DOT) juga kompak melorot lebih dari 5% di saat bersamaan.
  • Pelaku pasar memang terlihat malas melakukan price actions di akhir pekan setelah melihat data ketenagakerjaan AS terbaru. Pasalnya, data tersebut bisa menjadi dorongan bagi The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya dengan kencang untuk meredam inflasi.
  • Sekadar informasi, kenaikan suku bunga acuan The Fed akan meningkatkan tingkat imbal hasil instrumen berpendapatan tetap. Hasilnya, selera investor di pasar berisiko juga bisa semakin pudar.
  • Di samping itu, pelaku pasar juga terlihat buru-buru melakukan aksi ambil untung setelah melihat aset kripto reli di akhir pekan lalu.
  • Kemudian, terdapat kecenderungan bahwa pelaku pasar juga akan memilih wait and see menanti perilisan data inflasi Juni pada Rabu (13/7) mendatang. Implikasinya, harga-harga pasar kripto kemungkinan masih bakal bergerak stagnan sepanjang pekan ini.
  • Mengingat tekanan makroekonomi cukup kentara pekan ini, maka pelaku pasar bisa berharap bahwa harga-harga aset kripto akan melakukan retest titik support-nya berulang kali.

Emas

  • Harga emas bertengger di US$1.740,06 per ons pada pukul 07.18 WIB, melemah dari US$1.744 per ons di akhir pekan lalu.
  • Nilai sang logam mulia luntur setelah pelaku pasar mencemaskan kenaikan suku bunga acuan The Fed. Pasalnya, hal itu dapat membuat dua musuh bebuyutan emas, nilai Dolar AS dan tingkat obligasi pemerintah AS, kian perkasa.
  • Sekadar informasi, kenaikan tingkat suku bunga AS akan membuat opportunity cost dalam menggenggam emas menjadi relatif lebih mahal.
  • Sementara itu, kenaikan nilai Dolar AS akan membuat harga emas relatif lebih mahal bagi pelaku pasar yang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut.
  • Tetapi, pelemahan harga emas untungnya tertahan oleh sikap pelaku pasar yang mulai mengakumulasi emas karena takut ancaman resesi. Maklum, investor mengenal emas sebagai aset lindung nilai efektif dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Baca Juga: Kabar Sepekan: Harga Rokok Kian Mencekik, Harga Minyak Gagal Menukik!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Selain itu, kamu sekarang bisa berdiskusi bersama komunitas di Pluang untuk mendapatkan kabar, insight, dan fakta menarik seputar investasi dari sudut pandang antar member pada Fitur Chatroom Pluang.

Tempat diskusi tanpa worry? Fitur Chatroom solusinya! Klik di sini untuk mendapatkan early access.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait