Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Investor Lagi 'Ngebet', Kripto & IHSG Kompak Ngebut

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali tahun macan dengan kinerja yang unggul. Sementara itu, aset kripto juga mengekor IHSG dengan sama-sama bersemi menghijau di waktu yang sama! Yuk, simak ulasan lengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

Daya Beli Kuat, IHSG Melesat

IHSG undur diri di level 6.707,75 poin pada sesi perdagangan Rabu (2/1), menguat 1,15% dibanding sesi perdagangan Senin (31/1).

Pelaku pasar sepertinya kian optimistis membenamkan dana di pasar modal setelah daya beli masyarakat ternyata cukup greng di awal 2022. Hal itu tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa inflasi Januari secara tahunan mencapai 2,18%, alias sudah berada di kisaran target inflasi Bank Indonesia (BI) yakni 2% hingga 4%.

Selain itu, tokcernya kinerja sang indeks domestik juga didorong oleh sikap pelaku pasar modal global yang kini perlahan kembali merangsek masuk pasar modal. Sebagai buktinya, tengok saja kinerja trio indeks saham Wall Street yang ditutup menguat kemarin.

Pergerakan bursa saham di kawasan Asia juga tidak kalah menawan. Sebagai contoh, indeks saham Hang Seng melesat 1,07% pada hari ini. Langkahnya kemudian disusul oleh indeks Kospi dan Nikkei 225 yang masing-masing loncat 1,87% dan 1,68% di waktu yang sama.

Hanya saja, di sisi lain, pelaku pasar dibuat gamang dengan lonjakan kasus COVID-19 di dalam negeri yang kian liar.

Per kemarin saja (1/2), penambahan kasus positif harian COVID-19 di tanah air sudah menembus 16.000 kasus. Sebagai langkah antisipatif, beberapa pemerintah daerah bahkan menghentikan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan mulai mengaktifkan kembali program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) demi mencegah perluasan penyebaran wabah tersebut.

Melihat kondisi tersebut, pelaku pasar pun sontak menjadi khawatir. Sebab, jika lonjakan kasus terus meradang, maka bukan tidak mungkin pemerintah pusat akan kembali menarik tuas rem darurat dalam bentuk pembatasan sosial. Seperti yang Sobat Cuan ketahui, ketatnya pembatasan sosial pada akhirnya akan menghalangi laju ekonomi dalam negeri.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG & Kripto 'Mewek', Gagal Cuan di Malam Imlek

IHSG Bersinar, Asing Borong Rp328,20 Miliar

Kinclongnya kinerja IHSG hari ini pun mendorong investor asing untuk melakukan aksi beli. Pada hari ini, mereka tercatat melakukan aksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp328,20 miliar.

Mereka terlihat memburu saham sektor keuangan, utamanya saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp235,9 miliar. Aksi pelaku pasar tersebut pun mendongkrak saham perusahaan 2,30% ke level Rp7.800 per saham pada hari ini.

Tak hanya memborong BBCA, investor asing juga berebut saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) masing-masing sebesar Rp105,6 miliar dan Rp37,6 miliar. Oleh karenanya, tak heran jika saham ARTO dan BBNI masing-masing melesat 5,49% dan 0,68% pada hari ini.

Namun, sektor teknologi nampaknya menjadi laju pendorong utama IHSG hari ini. Lihat saja nilai saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang membumbung 16,43% pada hari ini. Seolah tak mau ketinggalan, nilai saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) juga tampil perkasa dengan naik 5,62% di waktu yang sama.

Di sisi lain, investor asing terlihat menjaga jarak terhadap saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) setelah menjualnya sebanyak Rp106,1 miliar. Kemudian, mereka juga menjual saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) masing-masing sebesar Rp105,2 miliar dan saham  yang di jual sebanyak Rp77,9 miliar.

Kripto Mulai Bersemi 

Kondisi IHSG terlihat "sebelas-dua belas" dengan pasar aset kripto. Melansir Coinmarketcap pukul 17.27 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih betah bertengger di zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, nanjak 0,77% dalam sehari terakhir dan kini berada di US$38.473,85 per keping. Kemudian, nilai pesaing terdekatnya Ether (ETH) juga lompat 1,16% di waktu yang sama ke US$2.766,72.

Geng altcoin lainnya pun mengalami hal serupa. Ambil contoh kelompok "pembunuh Ethereum" seperti Cardano (ADA), Solana (SOL), Polkadot (DOT), dan Avalanche (AVAX) yang masing-masing mencuat 1,77%, 4,37%, 4,85%, dan 3,82% dalam sehari terakhir.

Altcoin lainnya, seperti Terra (LUNA) dan Dogecoin (DOGE) juga mengalami nasib mujur setelah nilainya terkerek masing-masing 1,3% dan 1,96% dalam sehari terakhir.

Secara umum, kembali bergairahnya pasar kripto hari ini disebabkan oleh pulihnya selera investor untuk menggenggam aset berisiko. Hal serupa juga terjadi di indeks saham AS, yang akhirnya kembali melaju ke zona hijau kemarin.

Bahkan, menurut analis Tranchess Danny Chong, bangkitnya performa aset kripto juga didorong oleh kelompok investor baru, baik retail maupun institusi, yang menyerok aset kripto mumpung harganya sedang murah (buy the dip).

Pernyataannya pun didukung oleh data Coinshares yang menunjukkan bahwa aliran dana (inflow) ke pasar BTC mencapai US$22 juta pekan lalu, alias membaik dibandingkan outflow US$107 juta sepekan sebelumnya gara-gara pengumuman The Fed.

Selain itu, data on-chain memperlihatkan bahwa pasokan BTC di platform exchange kripto susut ke level terendahnya yakni 13,27%.

Namun, sentimen adopsi aset kripto sebagai alat pembayaran resmi nampaknya memberikan tenaga utama bagi laju pasar kripto hari ini.

Ambil contoh El Salvador. Negara pertama sejagat yang menghalalkan BTC sebagai alat pembayaran tersebut mengumumkan telah kembali mengaktivasi dompet kripto Chivo bagi warganya. Hal ini terjadi setelah negara tersebut mengabaikan permintaan International Monetary Fund (IMF) untuk melepas BTC sebagai alat pembayaran resminya karena dianggap berisiko.

Di sisi lain, otoritas pajak Kolombia (DIAN) juga kini berniat mengejar penggenggam aset kripto yang menghindari pajak. Komunitas kripto menyambut baik rencana ini karena artinya negara Amerika Latin tersebut benar-benar berniat ingin meregulasi aset kripto sehingga bisa diadopsi oleh masyarakat luas.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG Pesta di Hari Jumat, Kripto Kena 'Skakmat'

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait