Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Rangkuman Pasar: IHSG & Kripto 'Mewek', Gagal Cuan di Malam Imlek

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pasar kripto gagal bikin investor tersenyum lebar di penghujung Januari. Betapa tidak, keduanya harus pasrah mendekam di zona merah pada sore hari ini. Simak ulasan lengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

Omicron Bangkit, IHSG Terbaring 'Sakit'

IHSG undur diri di level 6.631,15 poin pada sesi perdagangan Senin (31/1), pasrah melorot 0,22% dibanding sesi perdagangan sebelumnya. 

Sejak awal perdagangan, sang indeks domestik sejatinya cukup perkasa dan terus bertahan di teritori positif. Hanya saja, menjelang akhir perdagangan, IHSG tak berdaya dan terkoreksi.

Berguguannya saham di sektor keuangan menjadi biang keladi pelemahan IHSG hari ini. Hal ini disebabkan oleh aksi investor yang minggat dari saham sektor tersebut lantaran khawatir bahwa ekonomi Indonesia akan terhambat gara-gara semakin maraknya penyebaran COVID-19 Omicron di tanah air. 

Hingga Minggu (30/1), pemerintah mencatat tambahan 12.422 kasus COVID-19 baru di Indonesia. Saking kencangnya penyebaran Omicron, Presiden Joko Widodo sampai memprediksi bahwa lonjakan kasus masih akan terjadi selama beberapa minggu ke depan.

Pelaku pasar jelas saja langsung kalang kabut. Mereka khawatir bahwa pemerintah akan menarik tuas rem darurat, yang pada akhirnya akan mempersempit mobilitas dan juga ekspansi ekonomi.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati data aktivitas manufaktur di China yang melambat di Januari.

Biro Statistik China mencatat bahwa indeks manufaktur PMI Januari berada di level 50,1, melorot dibanding Desember yakni 50,3. Data ini menjadi sentimen negatif mengingat sebagian besar kegiatan ekspor-impor Indonesia pun berkaitan dengan negara tirai bambu tersebut.

Lebih apesnya lagi, indeks domestik melemah di tengah kinerja-kinerja saham Asia yang menjulang.

Indeks Hang Seng, misalnya, berhasil ditutup menguat 1,07% ke level 23.802,26. Tak ketinggalan, Indeks Kospi dan Nikkei 225 masing-masing melompat 1,87% dan 1,07% di waktu yang sama.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG Pesta di Hari Jumat, Kripto Kena 'Skakmat'

IHSG Buyar, Asing Lepas Rp97,89 Miliar

Nilai transaksi harian pada hari ini tergolong cukup ramai. Dari 23,32 miliar saham yang diperdagangkan, nilai transaksinya mencapai Rp14,62 triliun. Hanya saja, investor asing malah mencatat nilai jual bersih sebesar Rp97,89 miliar di seluruh pasar.

Mereka terpantau melepas paling banyak saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebanyak Rp125,2 miliar. Peristiwa tersebut sukses bikin nilai saham perusahaan ambruk 1,69% ke level Rp4.070 per saham.

Selain itu, investor asing juga melepas saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) sebanyak Rp88,5 miliar dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak Rp83,3 miliar. Alhasil, saham BBCA pun langsung melorot 1,93% ke level Rp7.625 per saham.

Saham perbankan lainnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga melempem setelah terkoreksi 2,29% ke level Rp7.475 per saham diikuti saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang jatuh 2,59% ke level Rp1.690 per saham

Aset Kripto Juga Gak 'Hepi'

Setali tiga uang, pergerakan aset kripto pun terbilang menyedihkan. Melansir Coinmarketcap pukul 17.27 WIB, sepuluh aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat tersungkur di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, luntur 1,95% dalam sehari terakhir dan kini berada di US$37.230,25 per keping. Kemudian, nilai pesaing terdekatnya Ether (ETH) juga susut 2,62% di waktu yang sama ke US$2.541,35.

Geng altcoin lainnya pun mengalami hal serupa. Ambil contoh kelompok "pembunuh Ethereum" seperti Cardano (ADA), Solana (SOL), Polkadot (DOT), dan Avalanche (AVAX) yang masing-masingmelorot 3,94%, 5,23%, 5,95%, dan 6,2% dalam sehari terakhir.

Altcoin lainnya, seperti Terra (LUNA) dan Dogecoin (DOGE) juga mengalami nasib yang sama setelah nilainya jatuh masing-masing 8,41% dan 4,16% dalam sehari terakhir.

Analis Coindesk mengatakan bahwa koreksi pasar kripto secara umum di awal pekan ini masih tak lepas oleh faktor makroekonomi. Salah satunya adalah antisipasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan The Fed yang dirasa bakal lebih ganas dari ekspektasi.

Hal tersebut digadang bisa bikin pelaku pasar semakin malas membenamkan diri di pasar aset berisiko, khususnya aset kripto dan saham. Bahkan, kini pergerakan nilai saham dan aset kripto pun sudah semakin erat. Data Genesi Global Trading bahkan menyebut bahwa korelasi harga BTC dan S&P 500 kini sebesar 65%.

Selain itu, pelemahan pasar kripto kali ini mungkin juga disebabkan oleh menguatnya nilai Dolar AS. Asal tahu saja, nilai aset kripto dan Dolar AS terbukti memiliki korelasi negatif sejak Juli 2021.

Terakhir, pelemahan aset kripto juga terjadi karena tipisnya volume perdagangan pada hari ini, khususnya di kawasan Asia. Maklum, mereka ramai-ramai menjauh dari pasar karena fokus merayakan Tahun Baru China yang jatuh Selasa (1/2).

Baca juga: Rangkuman Pasar: The Fed Bikin Pusing, IHSG Tahan Banting!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait