Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Rangkuman Pasar: The Fed Bikin Pusing, IHSG Tahan Banting!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menutup sesi perdagangan hari ini dengan manis meski ramai sentimen negatif. Di sisi lain, pasar aset kripto harus pasrah berakhir di zona merah pada hari ini. Apa yang terjadi di kedua pasar tersebut hari ini? Simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

Sempat Bergerak Fluktuatif, IHSG Berakhir Positif

IHSG menutup sesi perdagangan Kamis (27/1) di level 6.611,16 poin, terapresiasi 0,16% dibanding sehari sebelumnya.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level 6.570 namun akhirnya rebound dan bahkan sempat mencicip level 6.627,40. Meski sempat bergerak fluktuatif, akhirnya IHSG akhirnya sukses menapak teritori positif di akhir sesi perdagangan.

Hasil rapat FOMC The Fed ternyata bikin pasar modal dalam negeri cukup bergejolak pada hari ini.

Pada Rabu (26/1) waktu AS, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa otoritas moneter tersebut siap mengerek suku bunga acuan tanpa "melukai" pasar tenaga kerja AS. Pernyataan itu bikin pelaku pasar khawatir bahwa The Fed bisa saja bertindak lebih hawkish dari ekspektasi sebelumnya.

Sontak, pasar modal pun panik. Indeks saham Wall Street kemarin ditutup memble dengan mencatat pelemahan nilai. Sementara itu di kawasan Asia, indeks Hang Seng longsor 1,99% ke level 23.807, diikuti oleh indeks Kospi dan Nikkei 225 yang masing-masing terjun 3,50% dan 3,11% di waktu yang sama.

Untungnya, kinerja indeks saham dalam negeri masih tokcer berkat harga komoditas yang kian greng, utamanya batu bara dan minyak kelapa sawit mentah (CPO).

Harga batu bara dunia ternyata terus reli dan kini harganya sudah mencapai US$224 per ton di pasar ICE Newcastle Australia. Sementara itu, harga CPO di pasar derivatif Malaysia mencapai 5.426 ringgit Malaysia, yang merupakan titik tertingginya sepanjang masa!

Maka dari itu, tak heran jika saham-saham emiten pertambangan dan perkebunan ikut kecipratan berkah pada perdagangan hari ini. Tengok saja saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM) yang masing-masing melonjak 14,29%, 4,52%, dan 2,34% hari ini.

Baca juga: Pluang Pagi: The Fed Berulah, Saham AS & Kripto Kena Tulah

IHSG Menghijau, Asing Malah Lakukan Aksi Jual

IHSG boleh saja bertengger di zona hijau hari ini. Namun, pelaku pasar asing nampaknya lebih senang melakukan aksi jual. Hal tersebut tercermin dari nilai jual bersih (net foreign sell) investor asing sebesar Rp177,13 miliar di seluruh pasar.

Mereka terlihat paling banyak melepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak Rp61,4 miliar. Kendati begitu, harga saham BBCA tidak gentar. Buktinya, harga saham perseroan malah lompat 1,3% ke level Rp7.800 per lembar sampai penutupan perdagangan.

Selain itu, aksi jual BBCA juga terjadi selepas perseroan mengumumkan kinerja perusahannya. Sepanjang tahun lalu, BBCA ternyata sukses mencetak laba bersih Rp31,4 triliun alias melonjak 15,8% dibanding tahun sebelumnya.

Di sisi lain, asing malah memburu saham emiten perbankan selain BBCA. Mereka terlihat getol mengoleksi saham PT Bank Negara Indonesia TBk (BBNI) sebanyak Rp152,1 miliar dan saham PT Bank Rakyat Indonesia TBk (BBRI) sebesar Rp34,2 miliar.

Tak ketinggalan, mereka juga memborong saham ADRO sebesar Rp23,2 miliar. Maklum, harga batu bara yang lagi "panas" bikin investor semangat untuk mengoleksi saham-saham emiten tambang.

The Fed Bikin Pasar Kripto Galau

Ketika IHSG bisa tahan banting dari hantaman The Fed, pasar kripto justru tak kuasa kelelep ke teritori negatif. Melansir Coinmarketcap pukul 17.42 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sedunia pasrah mendekam di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Bitcoin (BTC), contohnya, kini nangkring di US$36.493,79 per keping atau turun 3,5% dalam sehari belakangan. Ether (ETH) pun demikian. Kini, nilainya ada di level US$2.428,20 per keping atau melorot 2,94% di waktu yang sama.

Altcoin lain pun ikut berguguran. Di kelompok "pembunuh Ethereum", Sobat Cuan bisa melihat bahwa nilai Solana (SOL), Cardano (ADA), Polkadot (DOT), dan Avalanche (AVAX) masing-masing terjun 6,43%, 1,75%, 5,53%, dan 6,49%.

Nasib serupa juga melanda altcoin lainnya. Nilai Binance Coin (BNB), XRP, dan Terra (LUNA) ikutan luntur 4.79%, 3,97%, dan 6,58% dalam sehari terakhir.

Secara umum, kondisi pasar aset kripto memang tengah lesu setelah The Fed mengumumkan akan menerapkan kebijakan moneter agresif sepanjang tahun ini. Pernyataan tersebut pun bikin pelaku pasar menjadi tak bernafsu untuk berkubang di pasar aset berisiko, utamanya saham dan aset kripto.

Di samping itu, beberapa analis berpendapat bahwa aset kripto saat ini masih dalam fase bearish. Apalagi, kini banyak negara yang terus melakukan sweeping terhadap aktivitas kripto, sebut saja Kazakhstan, Pakistan, dan India.

Pasar Kripto Tetap Dihujani Sentimen Positif

Selain ketiga negara tersebut, Rusia juga sempat melontarkan niat ingin melarang seluruh kegiatan aset kripto di negara tersebut. Hanya saja, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa rusia punya "keunggulan kompetitif" dalam ihwal penambangan aset kripto dibanding negara lainnya.

Pernyataan tersebut setidaknya bikin pelaku pasar lega. Sebab, ada kemungkinan bahwa negara beruang merah itu justru akan meregulasi aktivitas kripto alih-alih melarangnya secara total.

Kabar baik lainnya juga datang dari Coinbase. Salah satu platform tukar menukar aset kripto terbesar sejagat itu dilaporkan akan me-listing token-token yang berada di ekosistem Solana.

Masih butuh kabar baik? Tenang saja, Sobat Cuan. Sebab, kabar positif lainnya datang dari Microstrategy yang mengatakan akan terus mengoleksi BTC sepanjang tahun ini.

Sekadar informasi, Microstrategy adalah salah satu investor institusi yang getol menempatkan portofolio asetnya di BTC. Kabar ini tentu akan membawa angin segar bagi pasar kripto, sebab artinya investor institusi masih pede dengan kemampuan BTC sebagai instrumen investasi.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG Tahan Banting, MATIC Kian Semriwing!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait