Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: IHSG & Kripto Tetap Kalem Meski Bunga Acuan Ogah Adem

Selamat sore, Sobat Cuan! Bank Indonesia (BI) dan The Fed berlomba-lomba menaikkan suku bunga acuannya dalam sehari terakhir. Kendati begitu, IHSG dan aset kripto tetap mampu unjuk gigi di sore hari ini. Kok bisa? Yuk, simak selengkapnya di sini!

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) patut berbangga diri pada hari ini. Pasalnya, ia berhasil undur diri di level 7.218,90 poin pada penutupan Kamis (22/9), menguat 0,43% dibanding kemarin.

Tadinya, perjalanan sang indeks terbilang terjal. Ia sempat mendekam di zona merah di awal sebelum akhirnya memantul kembali ke zona hijau di paruh kedua sesi perdagangan hari ini.

Awalnya, investor sempat menjauhi pasar domestik di pagi hari. Musababnya, tentu saja adalah keputusan bank sentral AS The Fed yang mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin semalam.

Namun, pelaku pasar justru lebih fokus kepada komentar Ketua The Fed Jerome Powell selepas rapat tersebut. 

Rupanya, Powell memberi sinyal bahwa The Fed masih punya ruang untuk mengerek suku bunga acuannya hingga 4,4% di akhir tahun, lebih tinggi dari proyeksi awal yakni 3,8%. Bahkan, menurut proyeksi kenaikan suku bunga jangka menengah (Dot Plot) yang dirilisnya, The Fed juga menargetkan suku bunga acuan bertengger di 4,5% hingga 5% pada akhir 2023.

Nah, rezim suku bunga tinggi The Fed tersebut ditakutkan akan meningkatkan tingkat imbal hasil instrumen berpendapatan tetap di AS. Hal itu ditakutkan akan membuat pelaku pasar asing melepas kepemilikan sahamnya di pasar domestik dan memulangkan dananya ke Negara Paman Sam tersebut, sehingga arus modal keluar (capital outflow) tak dapat dibendung.

Untungnya, sentimen di pasar modal berubah positif beberapa saat kemudian berkat kebijakan Bank Indonesia (BI) yang juga ikut menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin pada hari ini. Pelaku pasar berharap, langkah tersebut bisa menahan capital outflow dan ujungnya bisa menstabilkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Baca Juga: Pluang Pagi: Proyeksi Bunga Fed Bikin Merinding, Saham AS & Kripto Terbanting!

Aset Kripto

Berbeda dibanding pagi hari, nilai aset kripto justru bersemi pada sore hari ini. Melansir Coinmarketcap pukul 15.20 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sukses melangkah ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Meski memang, pergerakan tersebut masih terbilang belum signifikan.

Secara umum, sentimen di pasar kripto masih kurang kondusif menyusul keputusan The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin dini hari tadi. Di samping itu, pelaku pasar juga masih mencerna niatan The Fed untuk ngotot mendongkrak bunga acuannya di tahun depan setelah sebelumnya sempat berkomitmen bakal memperlonggar kebijakan moneternya.

Namun, pelaku pasar sepertinya buru-buru melakukan priced in atas kabar tersebut. Pasalnya, kenaikan suku bunga acuan AS semalam ternyata juga sesuai dengan ekspektasi analis dan pelaku pasar.

Apalagi, pelaku pasar sepertinya juga memanfaatkan momentum pelemahan nilai Dolar AS untuk menginjakkan kembali ke pasar kripto. Sekadar informasi, nilai indeks Dolar AS bertengger di 110,99 atau melemah 0,66% dibanding kemarin.

Kendati diterpa sentimen makroekonomi buruk, tetap saja ada kabar bahagia yang menyeruak dari kancah kripto. Kini, kabar bahagia tersebut datang dari Cardano.

Kemarin, perusahaan teknologi di balik Cardano, Input Output Hong Kong (IOHK) mengatakan bahwa 13 platform exchange aset kripto yang menyimpan 87% likuiditas tokennya, ADA, mengatakan telah siap untuk menjalani hard fork Vasil. Dengan demikian, Cardano diharapkan bisa mengimplementasikan hard fork tersebut sesuai jadwal, yakni pada Kamis (22/9).

Adapun bintang utama pasar kripto hari ini adalah Algorand (ALGO) yang tumbuh 11,39% dalam sehari terakhir. Nilai ALGO melesat setelah platform tersebut merekrut mantan petinggi Visa, Michele Quintagle, sebagai Chief Marketing Officer (CMO) terbarunya.

Baca Juga: Pluang Insight: Faktor Makroekonomi Apa Saja yang Pengaruhi Pasar Kripto?

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait