Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Ingin Trading Crypto? Yuk, simak 4 Hal yang Perlu Diperhatikan!
shareIcon

Ingin Trading Crypto? Yuk, simak 4 Hal yang Perlu Diperhatikan!

9 May 2023, 8:07 AM·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Kategori
Cara Memulai Trading Crypto

Ingin trading crypto? Yuk, simak dulu hal-hal yang kamu perlu perhatikan dan persiapkan dengan membaca artikel berikut!

Trading crypto memang masih menjadi aktivitas yang menjanjikan cuan sampai luber, wajar jika banyak yang makin tertarik dengan pasar yang satu ini.

Pada perinsipnya, dalam dunia invetasi cuan selalu berbanding lurus dengan risiko yang kamu hadapi. Makin besar potensi cuannya, semakin besar pula risiko yang mengintai portofolio investasimu. Supaya kamu bisa meminimalisir potensi risiko tersebut, yuk kenali hal-hal fundamental ini agar trading crypto kamu makin bersinar!

4 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Trading Crypto

1. Kapitalisasi Market dalam Trading Crypto

Saat ini terdapat 22.904 cryptocurrecies yang beredar di pasar dengan volume trading harian mencapai US$87 miliar (Rp1,28 triliun) per harinya.

Lantas, bagaimana kamu memilah kredibilitas suatu aset yang laik masuk dalam portofolio investasimu? Salah satu caranya ialah dengan memperhatikan kapitalisasi market aset-aset incaran kamu..

Cara menghitung kapitalisasi pasar amat sederhana, yakni dengan mengalikan harga aset tersebut dengan nilai total aset beredar. Angka yang diperoleh dari pengalian tersebut merupakan ukuran besarnya perusahaan dibalik sebuah aset kripto, atau disebut juga kapitalisasi market.

Umumnya, aset kripto milik perusahaan dengan kapitalisasi market yang besar lebih disorot oleh media pemberitaan. Kapitalisasi market juga menjadi salah satu patokan risiko dalam trading crypto. Token maupun aset kripto dengan kapitalisasi pasar yang besar, secara teori, lebih minim praktik manipulasi dan lebih "terpercaya" sebagai instrumen investasi.

Baca Juga: Aturan Pajak Cryptocurrency Bisa Bikin BTC & ETH Makin Anjlok? Simak di Sini!

2. Volume Trading dalam Trading Crypto

Faktor lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan dalam memilih aset kripto ialah volume trading. Semakin besar volumenya, aset tersebut akan semakin mudah untuk diperjualbelikan.

Beberapa situs seperti coin360 dan coinmarketcap umumnya menyediakan data digital volume trading dari aset-aset dengan volume trading paling tinggi. Kendati, kamu mungkin perlu meriset lebih dalam jika tertarik untuk mengumpulkan altcoin dengan volume trading lebih kecil namun prospeknya menjanjikan.

Bagaimanapun, aset digital dengan volume trading yang terlalu rendah dapat mengindikasikan proyek yang gagal. Karenanya, kamu perlu jeli betul menganalisa aspek yang satu ini kalau tidak mau terjebak aset zonk.

3. Disiplin Stop-loss dan Profit Taking saat Trading Crypto

Aktivitas trading memerlukan sikap disiplin dalam stop-loss maupun profit taking, terutama di pasar cryptocurrency yang relatif lebih bergejolak. Disiplin ini akan membantu kamu menyusun rencana trading yang lebih sehat.

Stop-loss merupakan order yang dibuat untuk melindungi trader dari kerugian yang terlalu besar. Caranya dengan memasang posisi jual di level yang masih relevan dengan profil risiko kamu sebagai trader. Umumnya oder stop-loss dipatok pada level sedikit di bawah harga beli.

Namun, tingkat volatilitas pasar crpto yang tinggi membuat strategi stop-loss dan profit taking lebih 'tricky' pada trading crypto, terutama jika kamu adalah trader pemula. Sebab, investor besar cenderung memposisikan order beli dan jual di sekitar garis resisten dan support. Investor yang lebih besar memiliki kekuatan untuk mengerek harga lebih tinggi dengan drastis.

Nah, kalau kamu tidak mau ketiban pulung dari aksi riskan para paus di pasar kripto, kamu dapat menyiasatinya dengan memasang order beli dan jual sedikit menjauh dari level support dan resisten sang aset.

4. Menyimpan Aset Kripto yang Aman

Selaiknya mata uang, kamu memerlukan dompet untuk menyimpang aset kripto. Namun, aset yang satu ini tergolong aset digital dengan penyimpanan yang terdigitalisasi juga. Dampaknya, aset-aset koleksi kamu berisiko teretas oknum peretas kalau kamu tidak hati-hati dalam penyimpanannya.

Beberapa trader crypto memilih untuk menyimpan aset kripto seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) pada dompet exchange. Langkah ini tentu saja lebih berisiko lantaran melibatkan pihak ketiga, terutama jika aset digital kamu bernilai fantastis.

Pilihan yang lebih aman ialah dengan menyimpannya pada wallet hardware, dapat berupa kunci digital yang menyimpan data aset tersebut secara offline. Kelemahannya ialah aksesibilitas yang terbatas. Jika kamu sampai lupa password hardware wallet, maka bisa-bisa aset digital kamu tak terjamah sampai hari kiamat.

Pilihan lainnya ialah software wallet, yakni berupa aplikasi penyimpanan aset digital yang bisa kamu akses secara privat.

Apapun jenis wallet yang kamu pilih, pastikan wallet tersebut sudah sesuai dengan profil risiko dan preferensi trading kamu ya, sobat cuan! Jadi bagaimana? Sudah siap trading crypto?

Baca Juga: Mengenal Hot Wallets dan Cold Wallets dalam Kancah Kripto. Apa Bedanya?

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham ASindeks saham ASemas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: cointelegraph, coinmarket cap

Ditulis oleh
channel logo

Fathia Nurul Haq

Right baner

Fathia Nurul Haq

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
crypto
Mengenal Istilah 'Ethereum Killer' dalam Kripto. Apakah Itu?
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1