Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
glossary

24 Nov 2022 1:15 AM

View

0

Trading

Trading adalah aktivitas jual-beli aset yang bisa mendatangkan cuan dalam jangka waktu yang pendek. Ketahui tentang trading di sini!

Apa Itu Trading?

Trading adalah aktivitas jual beli aset, porsi kepemilikan perusahaan alias saham, komoditas, mata uang asing, dan instrumen investasi lainnya. Mereka yang melakukan trading disebut sebagai trader.

Trader biasanya melakukan aktivitas trading dalam periode yang lebih pendek. Alasannya, mereka ingin mendapat keuntungan dari selisih harga aset di market yang fluktuatif. Caranya adalah dengan membeli aset saat harganya relatif rendah, lalu menjualnya kembali saat harganya merangkak naik.

Hanya saja, tak semua orang bisa mencari peluang dari fluktuasi harga aset. Dalam trading, trader umumnya memanfaatkan teknik analisis berdasarkan tren historis pola atau tren harga. Hal ini kemudian disebut sebagai analisis teknikal.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menggunakan Sinyal Stochastic dalam Trading?

Trading Adalah Aktivitas yang Memiliki Beragam Gaya

Tiap trader memiliki gaya trading-nya masing-masing dalam mencapai tujuan tersebut. Beberapa faktor yang mempengaruhi gaya trading antara lain besarnya modal, waktu yang dimiliki untuk trading, pengalaman, selera risiko, hingga kepribadian sang trader.

Tapi, secara umum, terdapat dua jenis kategorisasi trader, yakni berdasarkan lamanya suatu aset ditahan (holding period) dan tipe keaktifannya.

Jenis Trader Berdasarkan 'Holding Period'

Beberapa jenis trader berdasarkan lamanya suatu aset ditahan alias 'holding period', yakni:

1. Position Trader

Lama aset dipegang oleh position trader berkisar antara satu bulan hingga satu tahun.

2. Swing Trader

Lama aset dipegang berkisar antara satu hari hingga satu minggu.

3. Day Trader

Aset berada dalam kepemilikan seorang day trader tidak lebih dari satu hari.

4. Scalp Trader

Kepemilikan aset hanya ditahan dalam beberapa detik mapun menit.

Jenis Trader Berdasarkan Keaktifan

Trader juga sering dikategorikan dalam dua tipe, yakni trader aktif dan trader harian.

Trader aktif adalah pelaku trading yang bergantung pada strategi dan timing saat masuk dan keluar pasar. Mereka berupaya mengoptimalkan keuntungan pada dinamika market jangka pendek tanpa harus sering-sering melakukan aktivitas jual beli.

Lebih lanjut, trader aktif umumnya hanya melakukan aktivitas jual beli sekitar 10 kali saja dalam sebulan. Namun, semuanya dilakukan dengan perhitungan yang matang dan timing yang dirasa paling tepat.

Berbeda dengan trader aktif, trader harian adalah pelaku trading yang beraktivitas di market dalam satu hari. Trader tipe ini amat mengandalkan kepiawaian membaca pasar lewat analisis teknikal tanpa terlalu memperhatikan aspek fundamental dari kinerja aset maupun perusahaan yang akan dibeli porsi kepemilikan sahamnya.

Baca Juga: Cara Membaca Indikator Oscillator dalam Trading

Trading Adalah Kegiatan yang Berbeda dengan Investasi

Mereka yang masih awam dalam dunia finansial selalu menganggap trading serupa dengan investasi. Padahal, keduanya adalah kegiatan yang berbeda.

Seperti yang telah disinggung di atas, trading adalah aktivitas mendulang cuan jangka pendek melalui volatilitas harga aset. Sementara itu, investasi adalah kegiatan memupuk dana yang punya tujuan jangka panjang seperti mengumpulkan dana pensiun, tabungan untuk membeli rumah, kendaraan hingga dana pendidikan.

Di samping itu, perbedaan keduanya juga tercermin dari gaya transaksi di pasar. Trader umumnya tak perlu menunggu lama untuk melepas kembali aset dan instrumen investasi yang dipegangnya. Sementara itu, investor biasanya menunggu waktu terbaik untuk membeli dan menjual asetnya.

Lebih lanjut, trader biasanya hanya membidik instrumen aset yang dianggap bisa memberikan berkah di jangka pendek. Di sisi lain, investor biasanya melancarkan strategi alokasi portofolio aset agar dana investasinya dapat tumbuh secara optimal.

Perbedaan lainnya adalah target keuntungan yang ingin dicapai. Trader umumnya menargetkan keuntungan sebesar 10% per bulan, sementara investor cukup puas jika dapat cuan 10% hingga 15% per tahun.

Bagaimana Cara Memulai Trading bagi Pemula?

Jika Sobat Cuan tertarik untuk memulai trading, kamu sebaiknya memperhatikan rambu-rambu berikut agar pengalaman trading pertamamu tidak menemui hambatan berarti!

1. Membuka Akun Broker

Sebagai trader pemula, kamu memerlukan broker untuk dapat membeli porsi kepemilikan, aset, maupun instrumen investasi lainnya. Serunya, kamu dapat membuka akun broker pertamamu secara online dalam hitungan menit.

Tak perlu khawatir, membuka akun broker bukan berarti kamu harus memiliki dana berjumlah jumbo untuk memulainya. Namun, akun ini memberimu opsi jika sewaktu-waktu kamu siap memulai pengalaman trading perdanamu!

2. Tetapkan Alokasi Anggaran

Sebagai pemula, kamu perlu memahami dirimu sendiri sebelum memulai trading. Lalu, kamu harus mempelajari sejumlah aset, emiten atau pun instrumen investasi yang menarik minatmu.

Para pakar investasi amat menyarankan untuk membagi portofolio investasi dalam beberapa instrumen. Terutama jika gaya investasimu adalah trading, kamu tidak disarankan untuk menaruh lebih dari 10% dari total "modal awalmu" pada satu emiten atau aset saja.

Selain itu, pastikan untuk melakukan trading dengan dana yang "dingin". Yakni, sejumlah uang yang dapat kamu iklaskan jikalau aktivitas trading-mu tidak berjalan sesuai keinginan.

Selain itu, pastikan kamu telah memiliki dana darurat dan tabungan pensiun sebelum mulai trading ya, Sobat Cuan!

3. Pelajari Penggunaan Market Orders dan Limit orders

Timing dalam masuk dan keluar pasar amat menentukan cuanmu. Untuk itu, kamu perlu memahami opsi order yang tersedia, yakni market order dan limit order.

Market order adalah opsi order untuk membeli dan menjual aset secara langsung pada harga terbaik yang tersedia saat itu juga. Sementara limit order adalah opsi lain di mana kamu dapat mengatur harga spesifik untuk masuk dan keluar pasar. Order kamu hanya dieksekusi saat harga aset masuk dalam kisaran yang kamu tetapkan.

4. Mencoba Akun 'Paper Trading'

Banyak broker telah menyediakan layanan paper trading, yakni simulasi trading tanpa melibatkan dana sungguhan. Kamu dapat memanfaatkan paper trading untuk berlatih, misalnya dengan menempatkan dana simulasi dan lakukan trading dalam tiga hingga enam bulan.

Dengan memanfaatkan paper trading, kamu dapat mengukur sejauh mana kemampuan dan gaya trading-mu. Selain itu, perangkat ini akan membentuk pengalaman trading pertamamu tanpa harus merugi terlebih dulu. Sehingga, kamu bisa memulai trading beneran dengan mental yang sudah kuat.

5. Kontrol Ekspektasi dan Perspektif

Berapa banyak cuan yang kamu targetkan? Kapan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar dari pasar? Kedua pertanyaan tersebut merupakan pekerjaan rumah yang amat penting untuk dijawab oleh seorang trader pemula.

Pastikan kamu berangkat dari perspektif yang memadai dan ekspektasi yang terukur dalam melakukan trading ya, Sobat Cuan!

Baca Juga: Apa Perbedaan Market Order dan Limit Order dalam Trading?

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Investopedia, Nerdwallet, Upstox, Bankrate

Bagikan

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait