Table of Contents
Apa Itu Restrukturisasi Utang?
Restrukturisasi utang atau debt restructuring adalah suatu proses yang dilakukan oleh perusahaan atau individu agar mendapatkan likuiditas yang cukup dengan cara "merombak" tata cara dan persyaratan pelunasan utangnya.
Hal ini bisa didapatkan jika debitur mau melakukan negosiasi ulang dengan pihak kreditur, misalnya negosiasi penurunan bunga pinjaman atau memperpanjang jatuh tempo kewajibannya.
Pada umumnya, aksi ini dilakukan perusahaan yang sedang mengalami likuiditas seret atau di ambang kebangkrutan. Dalam kasus ini, pihak pemberi pinjaman biasanya akan menawarkan suku bunga kredit yang lebih rendah atau memangkas total utang si perusahaan.
Namun, ada kalanya pihak pemberi pinjaman akan memaafkan perusahaan yang berutang. Sebagai kompensasinya, pihak pemberi pinjaman akan mengonversi jumlah utang yang belum dilunasi dengan sejumlah kepemilikan ekuitas di perusahaan tersebut. Hanya saja, opsi ini baru akan ditempuh kreditur jika merasa bahwa debitur tidak memiliki harapan dalam melunasi utangnya.
Tak hanya dunia usaha, negara-negara yang menghadapi risiko gagal bayar utang juga dapat mengadopsi langkah ini.
Baca Juga: Debt Securities (Surat Utang)
Memahami Restrukturisasi Utang Lebih Dalam
Biasanya, ketika sebuah perusahaan mengalami kesulitan keuangan, ia akan menyelesaikan urusan utangnya terlebih dulu. Pasalnya, jika perkara utangnya tak selesai, maka perusahaan akan semakin terbebani oleh akumulasi beban bunga yang menumpuk. Apalagi, tumpukan utang, jika tidak dimanfaatkan dengan baik, akan mengantar perusahaan ke gerbang kebangkrutan.
Oleh karenanya, daripada memilih bangkrut, perusahaan pun memanfaatkan opsi penyelamatan lain yakni restrukturisasi utang. Namun, apa alasannya perusahaan gagal lebih memilih langkah penyelesaian ini ketimbang membiarkan perusahaannya gulung tikar?
Asal tahu saja, perusahaan yang mempertimbangkan restrukturisasi utang kemungkinan besar menghadapi tantangan finansial yang lebih kompleks dari sekadar tak bisa melunasi utang. Sehingga, mengajukan kebangkrutan saja tidak akan serta-merta menyelesaikan masalah-masalah pelik tersebut.
Selain itu, mengajukan kebangkrutan juga menelan biaya yang sangat mahal karena melibatkan unsur hukum. Sehingga, mereka pun memilih untuk "merombak" tata cara dan persyaratan utangnya mengingat biaya yang ditimbulkan hanyalah waktu, tenaga, dan kemampuan negosiasi dengan sang debitur.
Baca Juga: Rasio Utang Terhadap PDB
Manfaat Melakukan Restrukturisasi Utang
Ketika melakukan restrukturisasi utang, perusahaan pasti akan menjalani proses negosiasi yang intens dengan debitur. Kendati demikian, perusahaan akan memetik buah manisnya dalam jangka panjang.
Lantas, apa saja keuntungan yang dapat diperoleh dari langkah tersebut?
- Bisnis dapat bertahan dalam jangka panjang dan memiliki kesempatan untuk mengalami pertumbuhan yang pesat di masa depan.
- Beban pembayaran utang menjadi lebih ringan.
- Jadwal pembayaran utang diubah agar lebih sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan.
- Posisi stakeholder dan pemegang saham dalam perusahaan akan lebih terjamin.
Jenis-Jenis Restrukturisasi Utang
Ketika melakukan restrukturisasi utang, perusahaan biasanya mengajukan banyak opsi ketika bernegosiasi dengan debiturnya. Adapun opsi tersebut antara lain:
1. Debt for Equity Swap
Salah satu jenis restrukturisasi utang pertama yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah Debt for Equity Swap. Pada jenis ini, utang perusahaan ditukar dengan saham atau ekuitas.
Biasanya, inisiatif ini dilakukan ketika perusahaan memiliki aset yang signifikan. Pasalnya, jika kreditur memaksa perusahaan tersebut untuk mengajukan kebangkrutan, maka nilai sisa aset yang akan diperolehnya akan sangat rendah.
Oleh karena itu, agar sang peminjam tidak merasa "boncos", mereka akan membiarkan perusahaan tetap beroperasi dengan cara mengambil porsi saham yang cukup besar.
2. Bondholder Haircuts
Salah satu bentuk restrukturisasi utang lainnya adalah bondholder haircuts. Biasanya, upaya ini dilakukan jika perusahaan memiliki utang dalam bentuk obligasi.
Dalam dunia bisnis, haircuts adalah pengurangan yang diterapkan pada nilai aset dengan tujuan untuk menghitung kebutuhan modal, margin, dan tingkat jaminan. Sehingga, bondholder haircuts adalah upaya perusahaan untuk melunasi surat-surat utangnya dalam harga "diskon" kepada pemegang obligasinya.
Harga "diskon" ini dapat dicapai dengan mengurangi atau bahkan menghapus pembayaran bunga.
3. Informal Debt Repayment Agreements
Perusahaan-perusahaan yang sedang menghadapi restrukturisasi utang dapat meminta persyaratan pembayaran yang lebih ringan, bahkan meminta diizinkan untuk mengurangi sebagian utang yang mereka miliki. Pendekatan ini lebih dikenal sebagai informal debt repayment agreements.
Cara ini dapat dilakukan dengan menghubungi kreditur secara langsung dan melakukan negosiasi mengenai persyaratan pembayaran yang baru. Pendekatan ini lebih efisien daripada melibatkan mediator pihak ketiga dan dapat tercapai jika kedua belah pihak yang terlibat memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!
Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham AS, indeks saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!
Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!
Sumber: Corporate Finance Institut, Investopedia





