Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro (Segera Hadir)
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Advanced Order

support-icon
Dirancang untuk Investor (Segera Hadir)
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

chatRoomImage

Scan kode QR untuk download Pluang di Android dan iOS.

Informasi Terkini UntukmuBlogBerita & AnalisisPelajariKamus
bookmark

Cari berita, blog, atau artikel

Kamus

FOMO

FOMO

0  dilihat·Waktu baca: 4 menit
FOMO

FOMO adalah salah satu sikap buruk dalam investasi yang perlu dihindari investor. Ketahui lebih lanjut mengenai FOMO di Sini!

Apa Itu FOMO dalam Investasi?

FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out atau rasa takut seseorang yang merasa "tertinggal" dengan tren atau hype yang terjadi di masyarakat. Dengan kata lain, FOMO adalah sikap di mana seseorang merasa perlu mengikuti apa yang orang lain lakukan karena takut "tak kebagian" manfaat yang sama.

Bahasa "gaul" ini dipopulerkan oleh Patrick McGinnis pada tahun 2004, yakni era ketika sosial media mulai mendapat animo masyarakat.

Kala itu, Ginnis yang tengah mengenyam pendidikan di Harvard Bussines School memperhatikan bahwa orang-orang di sekitarnya mulai kencanduan media sosial Friendster hingga mengalami kecemasan dan khawatir akan ketinggalan info dan tren teranyar.

Menurutnya, fenomena tersebut di Amerika Serikat (AS) juga dipicu oleh peristiwa runtuhnya menara kembar World Trade Center pada 2001 yang umum dikenal sebagai tragedi 9/11. Pasalnya, setelah peristiwa tersebut, masyarakat AS terdorong untuk mencoba menjalani hari-harinya dengan bahagia dan berupaya move on dari insiden tersebut.

Akhirnya, warga AS menganggap setiap hari sebagai perayaan yang layak diunggah ke media sosial dan memantik warga lainnya untuk "berlomba-lomba" melakukan hal serupa.

Meski memiliki aspek positif seperti mendorong kompetisi yang sehat dan menginspirasi untuk hidup lebih semarak, FOMO juga memiliki sisi negatif yakni membuat pengguna media sosial mengalami kecemasan dan ketakutan yang tidak realistis.

Nah, kondisi serupa pun terjadi di dalam dunia investasi. Apalagi, di era media sosial seperti sekarang ini, setiap investor sepertinya mudah terpapar FOMO.

Dalam investasi, FOMO bisa dikatakan sebagai keputusan investor yang serampangan karena takut ketinggalan cuan dari pasar atau ketinggalan tren investasi tertentu. Ketakutan ini umumnya timbul ketika performa pasar mengalami reli kencang atau merebaknya kabar burung di pasar yang mengindikasikan bahwa harga suatu aset akan melejit.

Bahkan, kecemasan dan rasa iri investor kian menjadi-jadi setelah melihat pelaku pasar lainnya sukses meraup untung jumbo ketika melancarkan strategi investasi yang agak nyeleneh.

Baca Juga: Cara Mencegah FOMO dalam Investasi

Mengapa FOMO dalam Investasi Bisa Terjadi?

Umumnya, seorang investor bisa mengalami sikap FOMO karena merasa cemburu dengan kesuksesan investor lain. Di samping itu, sikap FOMO juga bisa timbul karena investor cuma ingin ikut-ikutan tren semata agar tidak disebut ketinggalan zaman.

Namun, apa saja sumber-sumber informasi yang biasanya menyebarkan aroma FOMO ke investor?

1. Komunitas Investasi

Komunitas investasi bisa dibilang adalah komunitas yang solid. Selain membagi tips dan strategi investasi ke sesamanya, mereka juga menyemangati anggota komunitas lainnya agar tidak menyerah dalam berinvestasi.

Hanya saja, kadang ada saja anggota komunitas yang doyan pamer cuan investasinya di dalam forum komunitas tersebut. Nah, jika investor tak siap emosi dalam melihat peristiwa itu, maka ia selangkah lagi terjebak dalam situasi FOMO.

2. Kabar Burung

Kancah investasi memang terkenal diselubungi banyak kabar burung. Acap kali, kabar-kabar ini sengaja diembuskan oleh pihak-pihak yang memang berniat untuk mengambil kesempatan dari kepanikan pasar.

Jika investor bersikap tidak sabar dan hati-hati dalam mencerna kabar tersebut, maka ia pun bisa langsung menentukan keputusan investasi berdasarkan sikap FOMO. Tapi, sikap tersebut justru jarang menuntun investor kepada untung. Dalam kebanyakan kesempatan, bersikap FOMO malah bikin investor buntung besar!

3. Volatilitas Pasar

Volatilitas pasar sejatinya membuka kesempatan baik bagi investor atau trader untuk mendulang cuan. Makanya, tak heran jika perdagangan aset akan sangat aktif ketika harga aset naik-turun begitu kencang di waktu yang singkat.

Namun, pintu kesempatan itu hanya akan terbuka lebar bagi mereka yang sudah punya kemampuan investasi mumpuni. Akibatnya, jika investor hanya berbekal coba-coba saja dan melakukan aksi berdasarkan sikap FOMO di dalam memanfaatkan volatilitas pasar, maka jangan harap ia bisa ikut mereguk nilai cuan yang mantap.

4. Meme

Terdengar konyol, namun meme investasi sering memantik gelombang FOMO. Salah satu aset yang paling sering jadi meme ialah aset kripto. Tak heran, pasar kripto cukup digandrungi oleh investor FOMO.

Memang, tak ada salahnya membeli aset yang sedang viral dan banyak dibuat jadi meme. Namun, perlu dicatat bahwa aset seperti itu biasanya berisiko tinggi. Bukan untung, bisa jadi buntung yang didapat!

5. Tips

Setiap investor tentu tertarik jika membaca atau menyimak mengenai tips investasi. Hanya saja, tak semua tips investasi benar-benar berasal dari investor yang kredibel. Apalagi, jika tips investasi itu bersumber dari para pemengaruh (influencer) gadungan. Bukannya ilmu yang didapat, sang investor bisa-bisa malah terjerat FOMO!

Baca Juga: FUD

Apa Ciri-ciri Investor Terpapar FOMO?

Seorang investor terkadang malu, atau bahkan tak mau, untuk mengakui bahwa mereka terjebak dalam situasi FOMO. Namun, seorang investor ada baiknya segera menyadari kehadiran sikap FOMO di dalam dirinya sebelum nantinya membuat keputusan investasi yang terbilang ngawur.

Lantas, apa saja ciri-ciri FOMO yang kerap ditonjolkan oleh investor?

  1. Tidak sabar
  2. Tidak punya strategi investasi. Malahan, ia hanya ikut-ikutan langkah investasi milik investor lain.
  3. Plin-plan dan tak punya pendirian.
  4. Berekspektasi tinggi. Apabila harapannya tak sesuai impian, ia pun akan mudah terbawa emosi.
  5. Tidak suka melakukan analisis investasi. Ia justru malah lebih senang mendasarkan keputusan investasi dengan cara menebak-nebak.
  6. Tidak memiliki rencana manajemen risiko.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta ratusan aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Referensi: Seeking Alpha, Get Smart About Money

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Bagikan artikel ini

Apakah artikel ini berguna untukmu?

like
like
Artikel Terkait
Right baner
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1

Daftar