Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Pelajari

Apa Itu Perencanaan Keuangan?
shareIcon

Apa Itu Perencanaan Keuangan?

0 dilihat·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Apa Itu Perencanaan Keuangan?

Perencanaan keuangan adalah hal mendasar agar kamu bisa tidur lelap tanpa memikirkan urusan kantong. Namun, apa itu perencanaan keuangan?

Perencanaan keuangan adalah aksi dalam mengelola keuanganmu agar kamu bisa mencapai tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Sehingga, hidup kamu nantinya akan merasa aman dari rentetan ketidakpastian yang bakal terjadi di masa depan.

Sobat Cuan mungkin paham bahwa kebutuhan finansialmu akan bertambah seiring usiamu bertambah. Hanya saja, terdapat banyak ketidakpastian seperti ketidakpastian ekonomi, politik, bahkan hingga pandemi global yang bakal menghambatmu dalam memenuhi kebutuhan. Sehingga, merencanakan keuangan sedari dini adalah langkah bijak agar kamu bisa mencapai tujuan finansial secara mulus.

Selain itu, terdapat beberapa alasan mendasar kenapa melakukan perencanaan keuangan sangatlah bermanfaat untuk masa depan kamu.

Manfaat Perencanaan Keuangan

1. Bantuan Pensiun dari Kantor dan Pemerintah Terbatas

Saat ini, mungkin kamu masih bisa menggantungkan hidup dari gaji bulananmu atau bantuan pemerintah. Hal itu lumrah saja, mengingat kamu masih berusia produktif.

Namun, situasi tersebut akan berbeda ketika kamu menginjak usia pensiun.

Memang, pemerintah dan lembaga jasa keuangan punya program pensiun agar kamu bisa menikmati masa tua dengan tenang. Namun, hasilnya tidak akan optimal dalam membiayai hidupmu nantinya.

Investasi yang kurang optimal, atau krisis ekonomi yang disebabkan oleh faktor eksternal, bisa mempengaruhi kinerja investasi yang sudah kamu simpan bertahun-tahun. Apalagi, terdapat pula inflasi tinggi yang bisa menggerogoti nilai investasimu. Hal ini, tentu saja, akan menyebabkan nilai investasi kamu akan berkurang di masa depan.

Sobat Cuan mungkin sadar bahwa kamu akan semakin rentan terpapar penyakit dan hal-hal tak terduga lainnya seiring bertambahnya usia. Akibatnya, pengeluaran kesehatanmu mungkin akan membengkak di masa depan. Memang, semuanya bisa teratasi jika kamu menggenggam polis asuransi kesehatan, tetapi manfaat yang kamu terima juga akan disesuaikan ketika kamu memasuki masa pensiun.

Selain itu, beberapa perusahaan juga membayar uang pensiunmu secara di muka (lump sum), sehingga kamu bakal tidak punya pemasukan rutin setiap bulannya. Apalagi kalau kamu tidak pernah memiliki pengalaman dalam berinvestasi, bisa-bisa nilai investasi yang sudah kamu kumpulkan justru malah berkurang karena kamu gagal mendapatkan pendapatan bulanan dari investasimu yang dikumpulkan bertahun-tahun lamanya.

2. Mau Merepotkan Anak Saat Hari Tua Nanti?

Kamu yang sudah menikah, atau sudah memiliki anak, mungkin terpikir untuk menghabiskan masa tuamu bersama anak dan cucu. Niatan itu terdengar baik dan memungkinkan, apalagi jika hubunganmu dengan anakmu dekat dan hangat.

Namun, jika kamu ingin melakukan hal tersebut, maka kamu tidak boleh sekadar numpang hidup dengan mereka! Kamu harus menyadari bahwa anakmu sudah memiliki kehidupan sendiri, yang juga sama-sama butuh biaya besar. Sehingga, ada baiknya kamu jangan membebani mereka ketika kamu menginjak masa-masa pensiun.

Kamu harus paham bahwa mempersiapkan dana pensiun untuk dirimu sendiri juga merupakan bukti cintamu pada anak. Biarkan mereka merawatmu di masa tua tanpa perlu terbebani dengan kebutuhan finansialmu.

3. Semakin Cepat Persiapan Dana Pensiun, Semakin Besar Uangmu di Hari Tua

Terdapat sebuah peribahasa yang mengatakan bahwa "Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit". Nah, perumpamaan serupa juga terjadi dalam berinvestasi.

Jika kamu berinvestasi sejak dini, maka kamu akan mengakumulasi tingkat imbal hasil yang lebih besar ketimbang berinvestasi menjelang usia pensiun. Sebab, kamu tak hanya menikmati imbal investasimu, namun juga mengantongi hasil bunga majemuk dengan nilai lebih besar.

Sebagai gambaran, anggaplah kamu berniat pensiun di usia 60. Nah, menurutmu, apakah uangmu akan lebih banyak saat kamu memulai berinvestasi di usia 25 tahun atau 30 tahun? Tentu semakin cepat kamu berinvestasi, semakin besar kesempatan kamu bisa ongkang-ongkang kaki di hari tua.

Selain itu, imbal atas investasi dini yang kamu lakukan bisa kamu putar lagi ke instrumen investasi lain. Sehingga, akumulasi investasimu terus meningkat sekaligus memudahkanmu untuk diversifikasi aset.

Memahami Piramida Finansial

Nah, untuk melakukan perencanaan keuangan yang mumpuni, Sobat Cuan juga perlu memahami piramida finansial (financial pyramid). Piramida finansial adalah visualisasi yang mewakili tahapan-tahapan yang perlu kamu lakukan demi meraih kebebasan finansial. Layaknya piramida pada umumnya, piramida finansial memiliki lapisan berjenjang dari dasar hingga puncak.

Lantas, apa saja lapisan-lapisan piramida finansial tersebut?

1. Lapisan 1: Pengelolaan Arus Kas

Dalam perencanaan keuangan, pengelolaan arus kas menjadi tahapan awal dan paling esensial. Dalam hal ini, kamu harus punya arus kas stabil agar bisa bertahan hidup serta memiliki dana proteksi, yang mencakup dana darurat; dana untuk bayar utang; dan dana asuransi, sebelum menyisihkan uang untuk kepentingan lainnya.

2. Lapisan 2: Proteksi Harta

Jika arus kasmu terbilang aman, maka hal yang perlu kamu lakukan adalah melindungi hartamu. Salah satunya adalah dengan menabung.

Kamu perlu memilah-milah tabungan sesuai dengan kebutuhan finansialmu. Misalkan, kamu bisa membagi simpanan menjadi tabungan membeli rumah, membeli kendaraan, dan uang pensiun.

3. Lapisan 3: Membangun Portofolio Kekayaan

Setelah simpananmu memadai, dan kamu sudah jago mengelola arus kas, barulah kamu bisa mulai membangun portofolio investasimu.

Pastikan aktivitas investasimu tidak mengganggu neraca keuanganmu sehari-hari. Memang sih, tidak ada salahnya berinvestasi dalam instrumen seperti saham, surat utang, kripto dan sebagainya. Tapi, pastikan dulu kebutuhanmu saat ini hingga tua nanti terpenuhi dengan baik.

4. Lapisan 4: Menjaga Kekayaanmu

Nah, ini adalah tahapan di mana kemandirian finansialmu dimulai. Di tahap ini, kamu tak hanya menyimpan uang untuk situasi darurat, tapi menyisihkan uang untuk pendidikan anakmu, perawatan jangka panjang, atau mungkin bersenang-senang dengan uang hasil jerih payahmu.

5. Lapisan 5: Meninggalkan Warisan

Kalau kamu sudah memiliki cukup harta untuk diwariskan ke anak cucu, maka selamat! Kamu sudah menduduki puncak piramida ini. Dalam tahap ini, kamu mungkin hanya tinggal bersantai dan menghabiskan waktu dengan orang-orang terkasih.

Tertarik juga untuk nyantai di hari tua? Makanya, mulai perencanaan keuanganmu sekarang dengan investasi. Apalagi dengan berinvestasi di Pluang! Di Pluang, kamu bisa berinvestasi di emas, indeks saham AS, aset kripto, dan reksa dana hanya dalam satu aplikasi!

Ditulis oleh
channel logo

Christopher Andre Benas

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
1.

Cara Mengumpulkan Rp100 Juta Pertama

card-image
2.

Mempersiapkan Dana Darurat

card-image
3.

Langkah Menyusun Anggaran

card-image
4.

Cara Mempersiapkan Pensiun

card-image
5.

Cara Menghitung Kekayaan Bersih

card-image
6.

Apa Itu Perencanaan Keuangan?

card-image

Pelajari Materi Lainnya

cards
Pemula
Diversifikasi 101

Salah satu konsep penting dalam investasi adalah...

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1