Apa perbedaan market order dan limit order saham di Pluang?
Perbedaannya ada pada apa yang kamu kendalikan. Dengan Limit order kamu mengendalikan harga dan melepas kepastian: kamu menyebut harga persis yang kamu mau untuk beli atau jual, dan order hanya tereksekusi kalau pasar mencapai harga itu — yang bisa saja tidak pernah terjadi. Dengan Market order kamu mengendalikan waktu dan melepas harga: kamu hanya memasukkan jumlah lot, dan order langsung tereksekusi di harga terbaik yang tersedia di bursa saat itu. Limit order bisa menganggur seharian tanpa match. Market order hampir selalu langsung match, tapi di harga yang tidak bisa kamu ketahui sebelumnya — itu sebabnya Pluang hanya menampilkan estimasi sebelum kamu konfirmasi, bukan total pasti.
Market order vs Limit order:
| Limit Order | Market Order | |
|---|---|---|
| Yang kamu isi | Lot dan harga | Hanya lot — tidak ada kolom harga |
| Kendali harga | Penuh — match di hargamu atau lebih baik | Tidak ada — match di harga terbaik yang tersedia |
| Kepastian eksekusi | Tidak dijamin — bisa saja tidak pernah match | Sangat tinggi — match dengan apa pun yang ada di order book |
| Total biaya sebelum konfirmasi | Perhitungan pasti dari hargamu | Hanya estimasi, dan akan berubah |
| Berapa lama bisa terbuka | Day (aplikasi dan web), atau Session / GTC (hanya aplikasi) | Tidak berlaku — langsung dieksekusi, sisanya ditarik |
| Tersedia di | Aplikasi Pluang dan platform web trading | Aplikasi Pluang dan platform web trading |
| Paling cocok saat | Harga lebih penting daripada kecepatan | Kecepatan lebih penting daripada harga |
Apa yang sebenarnya terjadi saat kamu memasang keduanya:
- Limit beli ikut antre di hargamu. Order baru match kalau ada penjual yang bersedia di harga itu, dan ia bersaing dengan semua order lain di harga yang sama berdasarkan urutan masuk.
- Market beli melewati antrean sepenuhnya dan mengambil harga jual terendah yang sedang ditawarkan. Kalau jumlah saham di harga itu tidak cukup menutup seluruh ordermu, order lanjut ke harga terendah berikutnya, begitu seterusnya.
Ringkasnya: Limit order melindungimu dari harga buruk tapi tidak dari kehilangan kesempatan, sedangkan Market order melindungimu dari kehilangan kesempatan tapi tidak dari harga buruk.
Biayanya sama saja. Memilih Market alih-alih Limit tidak mengubah apa yang kamu bayar — tetap 0,15% untuk beli dan 0,25% untuk jual, sudah termasuk pajak dan biaya pihak ketiga.
Pertanyaan terkait:
Q: Kapan sebaiknya pakai market order dibanding limit order di Pluang?
Pakai Market order kalau tereksekusi lebih penting daripada harga persisnya — misalnya saat kamu ingin cepat keluar dari suatu posisi, atau saat kamu membeli saham yang ramai diperdagangkan dengan selisih bid dan ask yang tipis. Pakai Limit order kalau kamu punya harga tertentu di kepala, saat sahamnya sepi transaksi, atau saat harga sedang bergerak tajam dan kamu tidak mau match di level yang merugikan.
Q: Apakah market order lebih mahal daripada limit order di Pluang?
Tidak. Pluang mengenakan biaya all-in yang sama untuk keduanya — 0,15% untuk beli dan 0,25% untuk jual, sudah termasuk pajak dan biaya pihak ketiga. Tidak ada tambahan biaya karena memilih Market. Yang bisa berbeda adalah harga eksekusinya: Market order mengambil apa pun yang ditawarkan pasar, jadi pada saham yang sepi kamu bisa match di harga lebih buruk dari perkiraan — merugikan tanpa berupa biaya.
Q: Apakah market order selalu tereksekusi di Pluang?
Hampir selalu, tapi tidak dijamin. Market order match dengan order yang ada di bursa saat itu juga, jadi kalau jumlah saham yang tersedia tidak cukup di harga berapa pun, hanya sebagian ordermu yang match dan sisanya ditarik, bukan dibiarkan terbuka. Market order juga tidak bisa dieksekusi saat pasar tutup, atau saat sahamnya disuspensi atau sudah menyentuh batas harga hariannya.
Q: Tipe order mana yang jadi default di Pluang?
Limit yang jadi default. Saat kamu membuka form order untuk saham Indonesia, Limit sudah terpilih dan kolom harga sudah terisi otomatis, jadi memasang Limit order tidak butuh langkah tambahan. Kamu harus sengaja mengganti pilihannya ke Market — dan begitu kamu lakukan, kolom harga hilang sepenuhnya, menyisakan kolom lot saja.