Bagaimana cara kerja pemicu stop loss dan take profit saham di Pluang?
Pluang memicu order keluarmu satu fraksi harga sebelum level yang kamu tentukan, lalu memasang Limit order jual di harga persismu. Untuk Stop Loss, sistem menunggu pasar mencapai harga SL-mu ditambah satu fraksi; untuk Take Profit, harga TP-mu dikurangi satu fraksi. Jeda kecil ini ada supaya order jualmu sudah berada di antrean bursa saat pasar benar-benar menyentuh levelmu — tanpa itu, ordermu baru tiba setelah semua yang sudah menunggu di sana. Fraksinya adalah fraksi harga BEI untuk saham tersebut, antara Rp1 dan Rp25 tergantung rentang harganya. Karena yang dipasang adalah Limit order, order itu tereksekusi di hargamu atau lebih baik tapi tidak dijamin match.
Stop Loss dan Take Profit untuk saham Indonesia hanya tersedia di aplikasi Pluang, di mana keduanya muncul sebagai "Exit Strategy". Platform web trading tidak menyediakannya. Semua penjelasan di bawah ini mengacu pada aplikasi.
Urutan pemicunya:
- Limit order belimu terisi penuh. Sebelum itu terjadi, tidak ada yang aktif.
- Order Stop Loss dan order Take Profit sama-sama terbuka sebagai order GTC.
- Pasar mencapai satu fraksi harga sebelum salah satu levelmu.
- Limit order jual dipasang di harga SL atau TP persismu.
- Mana pun yang lebih dulu terpicu akan bertahan; satunya dibatalkan otomatis, bahkan kalau sudah sempat terisi sebagian.
Kenapa satu fraksi, bukan lebih. Satu fraksi harga adalah kenaikan terkecil yang bermakna di BEI — sekitar 0,2% sampai 1% dari harga saham, yang tidak berarti dibanding harga keluar yang kamu tuju. Memakai jarak lebih besar akan memicu order keluarmu terlalu dini tanpa memperbaiki kualitas eksekusi. Jarak ini juga jauh di dalam rentang ARA/ARB harian, jadi order yang terpicu tidak berisiko ditolak otomatis bursa karena berada di luar rentang.
Fraksi harga BEI yang dipakai jaraknya:
| Harga terakhir | Fraksi harga |
|---|---|
| Di bawah Rp200 | Rp1 |
| Rp200 – Rp500 | Rp2 |
| Rp500 – Rp2.000 | Rp5 |
| Rp2.000 – Rp5.000 | Rp10 |
| Di atas Rp5.000 | Rp25 |
Kalau bursa menolak order yang terpicu. Sistem mencoba lagi otomatis pada pemicu harga berikutnya, bukan meninggalkan order keluarmu begitu saja — kamu tidak perlu turun tangan atau memasang order pengganti sendiri.
Batasan yang perlu diantisipasi. Terpicu tidak sama dengan terisi. Di pasar yang melompat atau turun tajam, harga bisa melewati levelmu tanpa ada pembeli di sana, sehingga Limit order-nya tidak terisi dan kamu tetap memegang posisinya. SLTP menghilangkan keharusan memelototi layar; ia tidak menghilangkan risiko pasar.
Pertanyaan terkait:
Q: Apakah jarak satu fraksi itu mengubah harga jual saya?
Tidak. Jarak itu hanya menentukan kapan order dikirim — Limit order jualnya selalu dipasang di harga SL atau TP persis yang kamu masukkan. Anggap saja seperti berangkat ke stasiun semenit lebih awal, bukan mengubah tujuannya. Hargamu tidak disesuaikan, digeser, atau dibulatkan oleh mekanisme pemicu ini.
Q: Apa yang terjadi kalau stop loss dan take profit saya sama-sama mendekat?
Hanya satu yang bisa dieksekusi. Level yang lebih dulu dicapai pasar akan terpicu, dan satunya dibatalkan otomatis — termasuk dalam kasus ketika yang kedua sudah sempat terisi sebagian. Kamu tidak akan pernah menjual saham yang sama dua kali, dan kamu tidak perlu membatalkan sisi yang tidak terpakai sendiri.
Q: Kenapa stop loss saya tidak tereksekusi padahal harganya sudah lewat?
Karena order keluarnya berupa Limit order, dan Limit order butuh pembeli di hargamu atau lebih baik. Kalau harga jatuh melewati levelmu tanpa ada yang bersedia bertransaksi di sana, ordernya menganggur tanpa terisi. Ini paling mungkin terjadi di pasar yang turun tajam, pada saham yang sepi transaksi, atau saat sebuah saham menuju batas ARB hariannya dan pemasangan order sudah tersendat.
Q: Apakah SLTP tetap jalan kalau order beli saya hanya terisi sebagian?
Tidak. Pluang baru mengaktifkan order keluar setelah order beli induknya terisi penuh, jadi partial fill membuat SLTP tetap diam. Kalau order induk itu kemudian kedaluwarsa dengan lot yang masih tersisa, SLTP-nya ikut kedaluwarsa dan tidak ada order keluar yang pernah dipasang. Pada saham sepi transaksi yang sering mengalami partial fill, ini layak diantisipasi.