BiayaKeamanan
Pluang+
Artikel FAQ

Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi USD Margin di Pluang?

Ada lima metrik yang saling terkait dan menentukan kondisi dompet USD Margin kamu. Saldo adalah Setoran Bersih ditambah untung rugi terealisasi, dengan seluruh biaya sudah dipotong — angkanya bergerak saat dana masuk atau keluar, saat posisi ditutup, atau saat biaya seperti Biaya Leverage Harian dipotong, tidak pernah hanya karena pergerakan harga. Untung Rugi Belum Terealisasi adalah nilai posisi terbuka saat ini dibandingkan harga belinya. Ekuitas adalah Saldo ditambah Untung Rugi Belum Terealisasi, sehingga mengikuti harga pasar terkini. Free Margin adalah Ekuitas dikurangi jumlah Position Margin dan Order Margin — yaitu sisa yang masih tersedia. Margin Level adalah Ekuitas dibagi jumlah yang sama itu, dinyatakan dalam persen, dan angka inilah yang menentukan apakah kamu sehat di 100% atau lebih, sedang margin call di antara 70% dan 99%, atau menghadapi likuidasi paksa di bawah 30%.


  • Equity adalah angka margin, bukan total portofoliomu. Equity yang tampil di dompet USD Margin kamu — Balance ditambah laba rugi belum terealisasi — adalah dasar perhitungan Margin Level. Di total portofoliomu, Saham AS dengan Leverage dihitung sebesar dana milikmu ditambah laba rugi belum terealisasi, dan saldo dompet yang belum terpakai tampil di bagian Kas. Tab Leverage di bagian Aset tetap menampilkan nilai posisi penuhmu sebagai Leveraged US Stocks Value, dengan porsi milikmu ditampilkan di bawahnya sebagai Equity Value.
  • Saldo: Setoran Bersih + Untung Rugi Terealisasi, dengan seluruh biaya sudah dipotong — tidak bergerak oleh perubahan harga.
  • Untung Rugi Belum Terealisasi: (Harga Jual Saat Ini × Jumlah) − (Harga Beli × Jumlah) pada posisi terbukamu.
  • Ekuitas: Saldo + Untung Rugi Belum Terealisasi. Dasar perhitungan Margin Level.
  • Free Margin: Ekuitas − (Position Margin + Order Margin) — sisa yang masih tersedia untukmu.
  • Margin Level: Ekuitas ÷ (Position Margin + Order Margin), dalam persen — indikator kesehatan posisimu.
  • Ambang batasnya: 100% atau lebih berarti sehat; 70%–99% berarti margin call; di bawah 30% memicu likuidasi paksa.
  • Bagaimana saling berkaitan: Pergerakan harga mengubah Untung Rugi Belum Terealisasi, yang menggerakkan Ekuitas, yang menggerakkan Free Margin dan Margin Level bersamaan.

Pertanyaan terkait:

Q: Apa bedanya Ekuitas dan Saldo?
Saldo adalah Setoran Bersih ditambah untung rugi terealisasi setelah biaya, sehingga berubah saat dana masuk atau keluar, saat posisi ditutup, atau saat biaya seperti Biaya Leverage Harian dipotong. Ekuitas adalah Saldo ditambah untung rugi belum terealisasi, sehingga mengikuti nilai pasar terkini posisi terbukamu. Ketika kamu tidak memegang posisi apa pun keduanya sama; begitu ada posisi yang untung atau rugi, keduanya berbeda persis sebesar nilai belum terealisasi itu.

Q: Apa itu Free Margin dan Margin Level, dan kenapa penting?
Free Margin adalah Ekuitas dikurangi margin yang terikat pada posisi dan order — yaitu ruang gerak yang masih kamu punya. Margin Level adalah Ekuitas dibagi margin terikat yang sama itu, dalam persen. Margin Level-lah yang memicu konsekuensi: 100% atau lebih berarti sehat, 70% sampai 99% menempatkanmu dalam margin call, dan di bawah 30% memulai likuidasi paksa. Free Margin berguna sebagai peringatan dini sebelum ambang itu tercapai.

Q: Angka mana yang paling perlu saya perhatikan?
Margin Level, karena angka inilah yang punya ambang batas melekat padanya. Saldo dan Ekuitas memberitahu apa yang ada di dompet dan berapa nilainya, tetapi keduanya tidak memicu apa pun dengan sendirinya. Margin Level yang menentukan apakah kamu bisa membuka posisi baru, bisa menarik dana, dan apakah Pluang mulai menjual otomatis posisimu untuk melindungi akun. Empat metrik lain menjelaskan kenapa angkanya bergerak; hanya yang ini membawa konsekuensi.

Q: Bagaimana satu pergerakan harga merambat ke angka-angka ini?
Semuanya bermula dari Untung Rugi Belum Terealisasi, yang berubah begitu pasar bergerak. Perubahan itu mengalir ke Ekuitas, karena Ekuitas adalah Saldo ditambah Untung Rugi Belum Terealisasi. Ekuitas kemudian menggerakkan Free Margin sekaligus Margin Level, karena keduanya dihitung darinya. Saldo tetap diam sepanjang proses, dan itulah sebabnya Saldo dan Ekuitas berpisah setiap kali ada posisi terbuka. Menutup posisi merealisasikan untung ruginya dan akhirnya menyelaraskan Saldo kembali.