Bagaimana Cara Penghitungan Keuntungan dan Kerugian pada Saham AS Leverage di Pluang?
Keuntungan dan kerugian pada posisi leverage dihitung berdasarkan eksposur penuh dari saham yang kamu beli, lalu dibandingkan terhadap margin yang benar-benar kamu setorkan. Perbandingan inilah yang membuat leverage memperbesar persentase imbal hasilmu. Ambil contoh: kamu membeli 2 saham seharga $100 per saham dengan leverage 2x, sehingga nilai posisinya $200 tetapi marginmu hanya $100. Kalau harganya naik ke $120, nilai posisi menjadi $240 — keuntungan belum terealisasi sebesar $40, yang setara 40% dari margin $100 kamu meskipun sahamnya sendiri hanya bergerak 20%. Perhitungan yang sama berlaku sebaliknya: kalau harganya turun ke $80, nilai posisi menjadi $160 dan kamu menanggung kerugian belum terealisasi $40, lagi-lagi 40% dari marginmu. Biaya transaksi dan, untuk posisi 2x yang ditahan bermalam, Biaya Leverage Harian belum termasuk dalam angka-angka ini dan akan mengurangi hasil akhirnya.
- Prinsipnya: Untung rugi dihitung atas eksposur penuh sahamnya, lalu diukur terhadap margin yang kamu setorkan.
- Contoh — saat masuk: 2 saham seharga $100 per saham dengan leverage 2x: nilai posisi $200, margin $100.
- Kalau harga naik ke $120: Nilai posisi $240, keuntungan belum terealisasi $40 — imbal hasil 40% atas margin $100 kamu.
- Kalau harga turun ke $80: Nilai posisi $160, kerugian belum terealisasi $40 — kerugian 40% atas margin $100 kamu.
- Efek pengalinya: Pergerakan 20% pada saham menjadi 40% terhadap marginmu pada 2x, dan 80% pada 4x.
- Biaya terpisah: Biaya transaksi dan, untuk posisi 2x bermalam, Biaya Leverage Harian mengurangi angka yang benar-benar kamu terima.
- Belum terealisasi vs terealisasi: Angka ini tetap belum terealisasi sampai posisi kamu tutup, saat itulah masuk ke Saldo kamu.
Pertanyaan terkait:
Q: Kenapa persentase imbal hasil saya lebih besar dari pergerakan harga sahamnya?
Karena keuntungannya diukur terhadap marginmu, bukan terhadap nilai penuh posisi. Pada 2x kamu mengendalikan saham senilai $200 dengan margin $100, sehingga kenaikan 20% yang menghasilkan untung $40 menjadi imbal hasil 40% atas dana yang benar-benar kamu setorkan. Sahamnya bergerak satu kali; modalmu mengalami dua kali lipatnya. Pada 4x pengalinya berlipat lagi. Karena itu imbal hasil leverage selalu perlu dibaca terhadap margin, bukan terhadap nilai posisi.
Q: Apakah pengali yang sama berlaku untuk kerugian?
Ya, secara simetris, dan inilah risiko utama leverage. Dalam contoh tadi, penurunan dari $100 ke $80 adalah turun 20% pada sahamnya tetapi kerugian $40 terhadap margin $100 — 40% modalmu hilang. Pergerakan turun yang lebih besar menggerus Ekuitas dengan cepat, yang menekan Margin Level dan bisa memicu margin call atau likuidasi paksa. Itulah sebabnya ukuran posisi perlu ditimbang terhadap kemampuan dompetmu menyerap kerugian.
Q: Apakah biaya sudah termasuk dalam angka-angka ini?
Belum. Angka pada contoh menunjukkan perhitungan posisi secara mentah. Hasil sebenarnya berkurang oleh biaya transaksi standar 0,2% untuk Pluang Plus atau 0,3% untuk pengguna Reguler, yang dikenakan saat membeli maupun menjual. Kalau posisinya 2x dan ditahan lewat penutupan pasar, Biaya Leverage Harian juga terakumulasi untuk setiap hari kalender kamu menahannya. Keduanya perlu kamu perhitungkan sebelum menyimpulkan seberapa menguntungkan sebuah posisi.
Q: Kapan keuntungan belum terealisasi menjadi uang sungguhan?
Saat kamu menutup posisinya. Sebelum itu angkanya masih belum terealisasi: ia menaikkan atau menurunkan Ekuitas kamu dan karenanya Margin Level, tetapi tidak mengubah Saldo. Menutup posisi merealisasikan untung atau ruginya, yang kemudian tercermin di Saldo dan menjadi bagian dari dasar perhitungan Saldo Yang Dapat Ditarik. Sebelum momen itu, keuntungan yang tampak di layar masih terpapar pergerakan harga berikutnya. Hanya penutupan posisi yang mengunci angkanya menjadi hasil yang pasti.