Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+
Artikel FAQ

Apa Itu Underlying Price dalam Trading Options?

Underlying price adalah harga pasar terkini dari saham atau ETF yang menjadi dasar kontrak options, dan ini adalah faktor terbesar yang menentukan nilai kontrak tersebut pada satu waktu. Saat underlying price bergerak relatif terhadap harga strike kontrak, nilai intrinsik opsi berubah mengikuti pergerakan itu — opsi Call bertambah nilai intrinsiknya saat underlying price naik di atas harga strike, sementara opsi Put bertambah nilai intrinsiknya saat underlying price turun di bawah harga strike. Underlying price berbeda dengan underlying asset: underlying asset adalah saham atau ETF itu sendiri (misalnya saham AS tertentu), sedangkan underlying price adalah angka harga yang terus berubah dari aset tersebut saat ini. Di Pluang, underlying price diperbarui secara terus-menerus selama pasar AS buka, dan berpengaruh sepanjang masa berlaku kontrak — bukan hanya saat kedaluwarsa — karena US Stock Options dan US ETF Options Pluang bersifat American-style dan bisa dieksekusi atau di-assign kapan saja sebelum tanggal kedaluwarsa.


Bagaimana underlying price memengaruhi nilai opsi:

  • Underlying price vs. harga strike — membandingkan keduanya menunjukkan "moneyness" opsi: in-the-money (ITM), at-the-money (ATM), atau out-of-the-money (OTM). Call bersifat ITM saat underlying price berada di atas harga strike; Put bersifat ITM saat underlying price berada di bawah harga strike.
  • Underlying price vs. underlying asset — underlying asset adalah instrumennya (saham atau ETF tertentu); underlying price adalah harga pasar terkini dari instrumen tersebut. Satu kontrak bisa mengacu pada underlying asset yang sama sementara underlying price-nya berubah setiap detik perdagangan.
  • Apa yang menggerakkannya — underlying price ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar biasa untuk saham atau ETF tersebut di pasar tempatnya diperdagangkan, dipengaruhi oleh berita perusahaan, laporan keuangan, dan kondisi pasar yang lebih luas. Pluang tidak menetapkan atau mengubah harga ini.
  • Bukan satu-satunya faktor — premi opsi juga mencerminkan sisa waktu hingga kedaluwarsa dan implied volatility, sehingga dua kontrak dengan underlying asset yang sama tapi strike atau tanggal kedaluwarsa berbeda bisa bergerak berbeda meski underlying price-nya bergerak sama besar.

Pertanyaan terkait:

Q: Apa perbedaan antara underlying price dan harga strike?
Underlying price adalah harga pasar terkini dari saham atau ETF yang menjadi dasar kontrak, dan berubah terus-menerus selama pasar buka. Harga strike ditetapkan tetap sejak kontrak dibuat dan tidak berubah selama masa berlaku kontrak tersebut. Membandingkan underlying price dengan harga strike adalah yang menentukan apakah Call atau Put berstatus in-the-money, at-the-money, atau out-of-the-money, dan karenanya seberapa besar nilai intrinsik kontrak saat ini.

Q: Apakah underlying price sama dengan underlying asset?
Tidak. Underlying asset adalah instrumennya sendiri — saham AS atau ETF tertentu yang diacu oleh kontrak options. Underlying price adalah harga pasar dari instrumen tersebut pada satu waktu. Underlying asset tetap sama selama masa berlaku kontrak, sementara underlying price-nya bisa naik atau turun berkali-kali dalam satu sesi perdagangan, dan langsung memengaruhi nilai kontrak.

Q: Apakah underlying price terus berubah selama saya memegang posisi options terbuka?
Ya. Underlying price mengikuti harga pasar saham atau ETF secara langsung dan diperbarui terus-menerus selama pasar AS buka, sehingga nilai posisi options terbuka bisa berubah sepanjang hari perdagangan meski kamu tidak melakukan apa pun. Karena options di Pluang bersifat American-style, hal ini berlaku sepanjang periode kepemilikan, bukan hanya saat kedaluwarsa — posisi short bisa di-assign lebih awal jika underlying price bergerak melawan posisi tersebut sebelum kontrak kedaluwarsa.

Q: Apa yang terjadi pada nilai opsi saya jika underlying price bergerak melawan posisi saya?
Jika kamu memegang posisi long (membeli) Call atau Put, pergerakan underlying price yang tidak menguntungkan bisa mengurangi atau menghapus nilai intrinsik kontrak, tetapi kerugian maksimal kamu tetap dibatasi sebesar premi yang sudah dibayarkan. Jika kamu memegang posisi short (menjual) Call atau Put, pergerakan underlying price yang tidak menguntungkan meningkatkan risiko di-assign dan bisa menyebabkan kerugian tanpa batas maksimal yang sama, karena underlying price bisa terus bergerak lebih jauh melawan posisi tersebut sebelum kedaluwarsa.