Apa Itu Stop Order?
Stop Order di Pluang adalah Advanced Order PRO Mode yang tetap tidak aktif sampai pasar mencapai level harga yang kamu tentukan — stop atau trigger price — lalu otomatis berubah menjadi Market Order yang tereksekusi di harga terbaik yang tersedia. Ini memungkinkan kamu bereaksi terhadap pergerakan harga tanpa harus terus memantau pasar: kamu menentukan level-nya di awal, dan Pluang mengeksekusi order untukmu saat pasar mencapainya. Karena menjadi Market Order setelah tertrigger, Stop Order sangat mungkin tereksekusi, tetapi harga fill pasti tidak dijamin dan bisa berbeda dari stop price-mu, terutama di pasar yang cepat atau volatil. Karena mengambil likuiditas dari order book saat eksekusi, Stop Order adalah taker order, sehingga dikenai taker fee (0,15%) ditambah biaya CFX, dan floating spread berlaku; pajak ditampilkan sebelum kamu konfirmasi. Pada spot kripto Pluang, semuanya dihargai dan diselesaikan dalam IDR. Gunakan Stop Order saat kamu ingin eksekusi otomatis begitu level harga tercapai dan kecepatan lebih penting daripada harga pasti.
- Dua keadaan: tidak aktif, lalu aktif. Sebelum pasar menyentuh stop price-mu, order hanya menunggu dan tidak melakukan apa-apa. Setelah stop price tercapai, ia berubah menjadi Market Order dan tereksekusi di harga terbaik yang tersedia saat itu.
- Eksekusi mungkin, harga tidak pasti. Karena dikirim sebagai Market Order setelah tertrigger, Stop Order mengutamakan penyelesaian dibanding harga presisi. Di pasar yang bergerak cepat, fill sebenarnya bisa berbeda dari stop price-mu. Meski begitu, eksekusinya tidak dijamin: Pluang melindungi stop order dari slippage yang signifikan, sehingga Stop Order yang sudah tertrigger bisa tetap tidak terisi jika likuiditas di level itu tidak cukup.
- Ini taker order. Stop Order yang tertrigger mengambil likuiditas dari book, jadi dikenai taker fee (0,15%) ditambah biaya CFX, dan floating spread juga berlaku, bervariasi menurut likuiditas aset dan kondisi pasar; pajak ditampilkan sebelum kamu konfirmasi.
- Penggunaan umum. Stop Order bisa melindungi posisi (stop di bawah harga masuk membantumu keluar jika harga turun melawanmu) atau bertindak atas momentum (stop di atas harga saat ini untuk membeli begitu tren naik terkonfirmasi).
- Validitas dan kontrol. Seperti Advanced Order lain, Stop Order berlaku hingga 90 hari dan bisa diubah atau dibatalkan selama belum tereksekusi. Kamu bisa memegang hingga 200 order pending per koin, dan IDR atau unit yang dikunci dilepas saat kamu membatalkan.
- Contoh nyata. Misalkan sebuah aset diperdagangkan di bawah level yang kamu pantau dan kamu percaya kenaikan melewati level itu menandakan tren naik yang lebih kuat. Kamu memasang stop price di sana; begitu pasar mencapainya, order-mu menjadi Market Order dan tereksekusi di harga terbaik yang tersedia saat itu.
Pertanyaan terkait:
Q: Apakah Stop Order dijamin tereksekusi di stop price saya?
Tidak. Stop price hanya menentukan kapan order aktif; ia tidak menetapkan harga fill. Setelah tertrigger, Stop Order tereksekusi sebagai Market Order di harga terbaik yang tersedia, yang bisa berbeda dari stop price-mu — kadang cukup terlihat di pasar yang bergerak cepat atau tipis. Jika kamu perlu membatasi harga yang akan kamu terima setelah tertrigger, Stop-Limit Order memberimu kontrol itu, dengan risiko mungkin tidak terisi.
Q: Apa beda Stop Order dan Stop-Limit Order?
Keduanya tetap tidak aktif sampai trigger price tercapai, tetapi berubah menjadi hal yang berbeda. Stop Order menjadi Market Order setelah tertrigger — eksekusi kemungkinan besar terjadi tetapi tidak dijamin, dan harganya tidak pasti. Stop-Limit Order menjadi Limit Order setelah tertrigger — harga dibatasi di limit-mu atau lebih baik, tetapi mungkin tidak tereksekusi jika pasar bergerak melewati level itu. Stop mengutamakan peluang terisi; Stop-Limit mengutamakan kontrol harga.
Q: Kapan saya harus menggunakan Stop Order dibanding Stop-Limit Order?
Gunakan Stop Order saat, begitu trigger-mu tercapai, benar-benar terisi lebih penting daripada harga pasti — misalnya, keluar cepat dari posisi yang turun. Gunakan Stop-Limit Order saat kamu lebih ingin membatasi harga yang kamu terima setelah tertrigger dan bisa menerima risiko order tidak terisi jika pasar melompat melewati limit-mu. Ini keputusan eksekusi-versus-kontrol-harga.
Q: Bisakah saya menggunakan Stop Order untuk membatasi kerugian?
Ya — ini salah satu penggunaan paling umum. Memasang Stop Order di bawah harga saat kamu masuk posisi berarti jika pasar turun ke level itu, order tertrigger dan menjual sebagai Market Order, membantumu keluar tanpa memantau layar. Perlu diingat harga fill bisa berbeda dari stop price-mu di pasar cepat, jadi ia membatasi kerugian tetapi tidak mengunci harga keluar yang pasti.
Q: Apa itu trigger price dalam Stop Order?
Trigger price — juga disebut stop price — adalah level yang kamu tentukan untuk mengaktifkan order. Ia tidak menentukan harga eksekusi; ia hanya memberi tahu Pluang kapan mengirim order. Saat pasar mencapai trigger price-mu, Stop Order berubah menjadi Market Order dan terisi di harga terbaik yang tersedia. Konsep trigger price yang sama juga mendasari Stop-Limit Order.