trading
Mengenal Bullish Harami Pattern dan Cara Tradingnya

Jawaban Singkat:
Trading sendiri adalah kegiatan jual-beli aset dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli dalam jangka waktu relatif pendek. Ini berbeda dengan investasi, yang berorientasi pada pertumbuhan nilai aset dalam jangka panjang. Karena orientasinya jangka pendek, trader mengandalkan analisis teknikal untuk menentukan waktu masuk dan keluar pasar yang tepat.
Gaya trading ditentukan oleh berapa lama trader menahan kepemilikan asetnya sebelum menjualnya kembali. Berikut empat gaya trading yang paling umum:
Position trader menahan aset selama beberapa bulan hingga tahun, menunggu harga mencapai target yang direncanakan. Gaya ini paling mendekati investasi jangka panjang, tetapi tetap mengandalkan analisis teknikal untuk menentukan titik masuk.
Swing trader menahan posisi selama beberapa hari hingga minggu, memanfaatkan ayunan (swing) harga jangka menengah. Gaya ini cocok untuk trader yang tidak bisa memantau pasar setiap saat.
Day trading berarti membuka dan menutup seluruh posisi dalam satu hari yang sama, sebelum sesi Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir. Trader gaya ini tidak membawa posisi ke hari berikutnya sehingga terhindar dari risiko gap harga semalam.
Scalp trader mengincar margin kecil dari pergerakan harga dalam hitungan detik hingga menit, dengan frekuensi transaksi yang sangat tinggi. Gaya ini menuntut kecepatan eksekusi, kestabilan psikologis, dan platform trading yang responsif.
| Gaya Trading | Lama Posisi Ditahan | Frekuensi Transaksi | Fokus Analisis |
|---|---|---|---|
| Position Trader | Beberapa bulan–tahun | Rendah | Teknikal & fundamental |
| Swing Trader | Beberapa hari–minggu | Sedang | Teknikal jangka menengah |
| Day Trader | Dalam 1 hari (sesi bursa) | Tinggi | Teknikal jangka pendek |
| Scalp Trader | Detik–menit | Sangat tinggi | Teknikal ultra-jangka-pendek |
Selain dari sisi gaya, jenis trading juga dibedakan dari instrumen atau aset yang diperdagangkan. Berikut tiga aset trading yang paling banyak diakses trader di Indonesia:
Trading saham Indonesia dilakukan di pasar yang difasilitasi oleh BEI. Trader membeli saham saat harga dinilai murah dan menjualnya saat harga naik, dengan bantuan broker/sekuritas berizin sebagai perantara transaksi.
Trading emas memanfaatkan fluktuasi harga logam mulia sebagai aset lindung nilai sekaligus objek jual-beli jangka pendek. Karena emas relatif kurang fluktuatif dibanding saham atau kripto, aset ini sering dipakai trader pemula untuk berlatih membaca pergerakan harga.
Trading aset crypto mencakup ratusan koin dengan pasar yang aktif 24 jam sehari. Volatilitasnya jauh lebih tinggi dibanding saham atau emas, sehingga berpotensi memberi margin lebih besar — sekaligus risiko kerugian yang lebih besar pula.
Secara umum, trader memperoleh keuntungan (margin) dari selisih harga jual dikurangi harga beli, dikurangi biaya transaksi. Berikut ilustrasi sederhana — bukan rekomendasi atau prediksi harga — untuk memahami cara hitungnya:
Ilustrasi day trading saham: seorang trader membeli 1 lot saham di harga Rp1.000/lembar (Rp100.000 untuk 1 lot = 100 lembar), lalu menjualnya di hari yang sama saat harga naik menjadi Rp1.050/lembar. Selisih kotor: (Rp1.050 − Rp1.000) x 100 lembar = Rp5.000, sebelum dikurangi biaya transaksi broker. Angka ini murni ilustrasi perhitungan, bukan proyeksi pergerakan harga saham tertentu.
Waktu transaksi day trading dan scalping di pasar saham Indonesia mengikuti jam sesi BEI (data per 29 Juli 2026, sumber: BEI): Sesi I pukul 09.00–11.30 WIB (Jumat hingga 11.00 WIB) dan Sesi II pukul 13.30–15.50 WIB (Jumat 14.00–15.50 WIB). Di luar jam ini, order baru tidak dapat dieksekusi di pasar reguler.
Semua gaya dan jenis trading di atas menuntut rencana trading, manajemen risiko (misalnya stop loss), dan modal yang siap secara finansial maupun psikologis untuk menanggung kerugian.
Untuk mulai trading dengan aman, pastikan platform yang digunakan berizin dan diawasi regulator. Pluang memfasilitasi trading di berbagai aset melalui entitas berizin yang berbeda sesuai jenis produknya: trading saham Indonesia melalui Pluang Maju Sekuritas (Perusahaan Efek berizin OJK), serta trading aset kripto melalui Pluang selaku Pedagang Aset Keuangan Digital berizin OJK.
Saat ini Pluang telah digunakan oleh lebih dari 13 juta pengguna di Indonesia (data internal Pluang, per Juli 2026) untuk mengakses berbagai instrumen trading dan investasi dalam satu aplikasi.
Berdasarkan gaya, trading dibagi menjadi empat: position trader (bulan–tahun), swing trader (hari–minggu), day trader (dalam satu hari), dan scalp trader (detik–menit). Perbedaannya terletak pada lama posisi ditahan dan frekuensi transaksinya.
Trading saham berlangsung di jam sesi BEI dan diawasi ketat oleh OJK, sementara trading kripto berlangsung 24 jam nonstop dengan volatilitas harga yang jauh lebih tinggi. Keduanya sama-sama membutuhkan analisis teknikal untuk menentukan waktu transaksi.
Pemula umumnya disarankan mulai dari swing trading atau position trading pada aset dengan volatilitas lebih rendah seperti emas, karena tidak menuntut pemantauan pasar setiap saat sembari tetap berlatih membaca pergerakan harga secara bertahap.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi/trading. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


