Beli & Jual Algorand (ALGO) – Harga Algorand Hari Ini
Ringkasan Aura AI
Statistik Pasar
- Rp19,49TKap. Pasar
- Rp705,39MVolume (24h)
- 8,9B / 10B ALGO (90%)Suplai yang Beredar
- 55% Sell | 45% BuyAktivitas Perdagangan
- 121 hariTypical Hold Time
Algorand saat ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp19,49T dan volume perdagangan 24 jam sebesar Rp705,39M. Algorand diperdagangkan di kisaran harga terendah sepanjang masa Rp1.357 dan tertinggi sepanjang masa Rp46.267. Suplai yang beredar Algorand adalah 8,9B / 10B ALGO (90%). Aktivitas perdagangan terbaru menunjukkan 55% Sell and 45% Buy, yang mencerminkan sentimen pasar saat ini. Rata-rata investor menahan Algorand selama sekitar 121 hari.
About ALGO
ALGO adalah token dari Algorand, sebuah jaringan mandiri, terdesentralisasi, berbasis blockchain yang mendukung berbagai aplikasi. Algorand juga memproklamirkan diri sebagai "FutureFi" atau Future of Finance. Teknologi ini sengaja dirancang untuk memungkinkan penciptaan sederhana untuk produk keuangan generasi berikutnya dan juga mengdisrupsi model ekonomi di seluruh industri, di mana pertukaran nilai dapat menjadi lebih efisien.
Baca selengkapnyaBerita Terbaru
CEO Circle dukung hadiah berbasis transaksi untuk dorong adopsi stablecoin USDC
CEO Circle Jeremy Allaire mendukung pemberian hadiah berdasarkan transaksi, bukan hanya kepemilikan pasif, untuk meningkatkan utilitas dan adopsi stablecoin USDC. Pendekatan ini sesuai dengan aturan baru dalam CLARITY Act yang mengizinkan insentif be...

Harga SUI turun 10% setelah reli kuat, trader waspadai level support penting.
Kripto SUI turun hampir 10% setelah reli mingguan kuat yang membuatnya naik hampir 40%. Harga mencapai puncak $1,42 sebelum ada aksi jual, didorong oleh ekspansi treasury SUI Group Holdings dan staking token, serta pengumuman CME Group akan meluncurk...

Ray Dalio: Transparansi Bitcoin batasi adopsi bank sentral sebagai aset cadangan di 2026.
Investor miliarder Ray Dalio berpendapat bahwa transparansi Bitcoin, yang memungkinkan transaksi dilacak di blockchain publik, menimbulkan kekhawatiran privasi sehingga menghambat bank sentral mengadopsinya sebagai aset cadangan. Meski minat institus...
