ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Pelajari
Apa itu Mode Margin?
shareIcon

Apa itu Mode Margin?

13 dilihat·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Apa itu Mode Margin?
Pemilihan Mode Margin sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dan strategi trading kamu. Pelajari mode-mode margin yang ada di Crypto Futures di sini!

Dalam trading Crypto Futures, mengatur margin bukan hanya soal membuka posisi, tetapi juga soal menjaga risiko saat pasar bergerak tidak sesuai ekspektasi. Di sinilah Mode Margin menjadi elemen penting dalam manajemen risiko. Mode Margin menentukan cara Saldo Margin kamu bereaksi terhadap kerugian, menghitung rasio margin, serta cara sistem akan memicu Margin Call dan likuidasi.

Apa itu Mode Margin?

Mode Margin adalah pengaturan yang menentukan cara margin dialokasikan dan digunakan untuk mempertahankan posisi Crypto Futures. Mode Margin memengaruhi dua hal utama: penggunaan Saldo Margin dan mekanisme likuidasi. Dengan Mode Margin yang berbeda, satu pergerakan harga yang sama bisa menghasilkan tingkat risiko dan dampak yang berbeda terhadap akun kamu.

Bagaimana Mode Margin Memengaruhi margin Kamu?

Mode Margin secara langsung memengaruhi cara margin kamu terpakai saat posisi merugi. Pada kondisi pasar yang volatil, perbedaan ini menjadi sangat signifikan karena menentukan lamanya sebuah posisi dapat bertahan sebelum terkena likuidasi.

Jenis Mode Margin yang Perlu Kamu Ketahui

Cross Margin 

Cross Margin adalah Mode Margin yang menggunakan seluruh saldo margin di akun secara bersama untuk menahan posisi yang terbuka. Ketika posisi yang kamu buka menggunakan mode Cross Margin, posisi tersebut akan menggunakan saldo margin yang sama dengan posisi lain yang menggunakan mode Cross Margin. 

Margin Maintenance dihitung berdasarkan total ukuran posisi terbuka, dan Kerugian pada satu posisi akan mengurangi Saldo Margin akun secara keseluruhan. Selama Saldo Margin masih mencukupi untuk memenuhi total Margin Maintenance, posisi akan tetap terbuka. Ketika kerugian dialami oleh seluruh posisi dan terus bertambah, rasio margin akan naik dengan cepat dan meningkatkan risiko likuidasi seluruh posisi. Sebaliknya, ketika seluruh posisi sedang untung, keuntungan tersebut dapat digunakan sebagai margin tambahan untuk membuka posisi baru.

Keunggulan Cross Margin adalah fleksibilitas penggunaan margin. Posisi tidak langsung terlikuidasi hanya karena satu posisi merugi, selama Saldo Margin masih mampu memenuhi total Margin Maintenance. Kamu juga dapat membuka posisi baru menggunakan keuntungan posisi lain sebagai margin tanpa harus menutup posisi tersebut. Namun, karena margin bersifat bersama, peningkatan rasio margin pada satu posisi dapat mempercepat risiko likuidasi pada posisi lainnya.

Contoh:
Kamu memiliki Saldo Margin sebesar $1,000 dengan 3 posisi terbuka yang memiliki total ukuran posisi $5,000. Bila ketiga posisi tersebut menghasilkan keuntungan $300, Margin Tersedia yang dapat kamu gunakan untuk membuka posisi lain menjadi $1,300 (Saldo Margin + Unrealized PnL). 

Bila ketiga posisi tersebut menghasilkan kerugian –$300, Selama Margin Maintenance masih terpenuhi, semua posisi akan tetap terbuka. Namun, jika kerugian semakin besar, nilai rasio margin akan meningkat dan semua posisi berisiko terlikuidasi sekaligus.

Isolated Margin

Isolated Margin adalah mode margin yang hanya menggunakan margin yang dialokasikan secara terpisah untuk setiap posisi. Saat kamu membuka posisi dengan mode Isolated Margin, hanya margin yang dialokasikan tersebut yang digunakan sebagai jaminan, tanpa dipengaruhi oleh saldo margin akun maupun posisi lain yang sedang terbuka.

Jumlah minimal margin yang harus dialokasikan adalah Initial Margin, yaitu nilai posisi dibagi dengan leverage. Setelah posisi dibuka, kamu juga dapat menambahkan margin ke posisi tersebut sesuai kebutuhan. Karena margin bersifat terpisah, saldo margin akun tidak akan digunakan untuk menutup kerugian pada posisi ini.

Dalam mode Isolated Margin, setiap posisi memiliki Margin Maintenance masing-masing yang berdiri sendiri. Mode ini membatasi potensi kerugian karena hanya margin yang dialokasikan yang berisiko. Namun, dengan margin yang terbatas, posisi dapat lebih cepat mengalami Margin Call atau likuidasi jika pergerakan harga berlawanan dengan arah posisi.

Contoh:
Kamu membuka posisi dengan margin $100 dan leverage 10x menggunakan Isolated Margin. Maka, nilai Maintenance Margin posisi tersebut adalah $25 (Nilai posisi $1,000 dikali dengan 2.5%). Posisi ini akan menyentuh rasio margin 100% ketika posisi ini mengalami kerugian sebesar $75. 

Mengapa Mode Margin Penting dalam Manajemen Risiko?

Mode Margin menentukan seberapa besar eksposur risiko kamu terhadap pergerakan harga. Dengan Cross Margin, kamu memiliki ruang napas yang lebih panjang karena seluruh Saldo Margin bisa digunakan, tetapi kesalahan pada satu posisi dapat berdampak ke seluruh portofolio. Dengan Isolated Margin, risiko lebih terlokalisasi, namun margin yang terbatas membuat posisi lebih sensitif terhadap pergerakan harga. 

Pemahaman ini penting agar kamu tidak salah mengartikan “lebih aman” atau “lebih berisiko”. Cross Margin bukan berarti bebas dari likuidasi, dan Isolated Margin bukan berarti tanpa risiko. Keduanya hanya mengelola risiko dengan cara yang berbeda.

Cara Memilih Mode Margin yang Tepat

Pemilihan Mode Margin sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dan strategi trading kamu. Cross Margin cocok untuk trader yang aktif memantau rasio margin, memahami risiko portofolio, dan ingin memaksimalkan efisiensi modal. Isolated Margin lebih cocok untuk membatasi risiko pada posisi tertentu, menguji strategi baru, atau menghadapi kondisi pasar yang sangat volatil.

Sebagai trader, penting untuk memahami cara Mode Margin memengaruhi penggunaan margin, rasio margin, dan risiko likuidasi. Pantau rasio margin kamu secara rutin, pahami Margin Maintenance pada setiap posisi, dan gunakan Leverage secara bertanggung jawab. Dengan pemahaman Mode Margin yang baik, kamu dapat mengelola risiko secara lebih terukur dan menghindari kejadian tak terduga seperti Margin Call dan likuidasi.

Bagikan artikel ini
chatRoomImage
Right baner
Pelajari Materi Lainnya
chatRoomImage
Right baner
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1