Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Blog
Rumus Expected Return: Pengertian & Cara Hitungnya
shareIcon

Rumus Expected Return: Pengertian & Cara Hitungnya

26 Aug 2026, 1:58 PM
·
Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Rumus Expected Return: Pengertian & Cara Hitungnya
Rumus expected return adalah risk-free rate + risk premium. Pelajari 4 langkah menghitungnya, lalu eksplor reksa dana di Pluang.

Memahami Fungsi dan Cara Hitung Expected Return dalam Investasi

Last Updated: 26 Agustus 2026

Ada 4 langkah utama untuk menghitung expected return investasi kamu: mengumpulkan data risk-free rate, mengestimasi risk premium atau beta instrumen, menghitung expected return tiap instrumen, lalu membobotkannya sesuai komposisi portofolio. Expected return adalah estimasi keuntungan atau kerugian yang bisa diantisipasi investor dari kegiatan investasinya, dihitung dari analisis data historis tingkat pengembalian (RoR) suatu aset. Angka ini bukan jaminan — ia hanyalah prediksi imbal hasil jangka panjang yang berguna untuk membandingkan instrumen investasi sebelum kamu memutuskan alokasi portofolio. Artikel ini membahas rumus dan empat langkah praktis menghitungnya.

Apa Itu Expected Return?

Expected return adalah jumlah estimasi keuntungan atau kerugian yang dapat diantisipasi investor dari kegiatan investasinya. Angka tersebut didapatkan setelah menganalisis data historis tingkat pengembalian investasi (RoR) suatu aset.

Hanya saja, expected return bukanlah suatu jaminan. Ia hanyalah sebuah prediksi imbal hasil investasi berdasarkan data historis dan dianggap sebagai rata-rata tertimbang imbal hasil sebuah instrumen investasi secara jangka panjang.

Apa Manfaat Expected Return?

Dengan memahami konsep expected return, investor bisa membandingkan prediksi imbal hasil satu instrumen return dengan instrumen lainnya, sehingga keputusan berinvestasi bisa diambil berdasarkan data, bukan tebakan. Konsep ini juga membantu investor menakar skenario-skenario investasi yang mungkin diambil di masa depan.

Expected return juga menjadi dasar dari formula-formula teori portofolio modern seperti model Black-Scholes atau model penetapan harga aset modal (CAPM) — model finansial yang mencerminkan hubungan linear antara tingkat return yang diharapkan dengan risiko-risiko dalam sebuah investasi.

Syarat yang Disiapkan Sebelum Menghitung Expected Return

Sebelum menerapkan langkah-langkah di bawah, pastikan kamu sudah menyiapkan:

•     Data historis tingkat pengembalian (RoR) instrumen yang ingin kamu analisis.

•     Referensi risk-free rate terkini, misalnya BI-Rate atau yield Surat Utang Negara (SUN).

•     Estimasi risk premium atau nilai beta (β) instrumen jika menggunakan pendekatan CAPM.

•     Daftar instrumen dalam portofolio beserta bobot alokasi masing-masing (dalam persentase).

•     Kalkulator atau spreadsheet sederhana untuk menjumlahkan hasil perkalian bobot dan expected return tiap instrumen.

4 Langkah Menghitung Expected Return

Berikut empat langkah menghitung expected return, baik untuk satu instrumen maupun untuk keseluruhan portofolio.

1. Kumpulkan Data Risk-Free Rate

Catat tingkat imbal hasil instrumen investasi yang nyaris bebas risiko sebagai titik awal perhitungan. Risk-free rate umumnya mengacu pada suku bunga acuan bank sentral atau yield obligasi pemerintah. Sebagai referensi, BI-Rate tercatat di level 5,75% (data per 19 Agustus 2026, sumber: Bank Indonesia), sementara yield SUN Benchmark 10 tahun (FR0108) berada di kisaran 7,09% (data per 18 Agustus 2026, sumber: Pasardana). Angka ini bersifat ilustratif sebagai contoh referensi, bukan rekomendasi memilih instrumen tertentu.

2. Estimasi Risk Premium atau Beta Instrumen

Tentukan risk premium — estimasi tingkat risiko tambahan suatu investasi dibanding instrumen bebas risiko — atau gunakan pendekatan beta (β) jika memakai model CAPM. Semakin berisiko suatu aset, semakin besar pula risk premium yang biasanya diminta investor sebagai kompensasi. Rumus dasarnya: Expected Return = Risk-Free Rate + Risk Premium. Alternatifnya, dengan pendekatan CAPM: Expected Return = rf + β (rm − rf), di mana rf adalah tingkat pengembalian bebas risiko, β adalah ukuran volatilitas atau risiko sistematis portofolio, dan rm adalah pengembalian pasar yang diharapkan.

3. Hitung Expected Return per Instrumen

Jumlahkan risk-free rate dengan risk premium (atau selisih beta terhadap pengembalian pasar) untuk mendapatkan expected return tiap instrumen. Lakukan perhitungan ini untuk setiap aset dalam portofolio kamu secara terpisah sebelum masuk ke tahap pembobotan. Perlu diingat, expected return berbeda dengan standar deviasi — expected return adalah perkiraan rata-rata hasil, sedangkan standar deviasi mengukur seberapa jauh hasil aktual bisa menyimpang dari rata-rata tersebut.

4. Bobotkan Sesuai Komposisi Portofolio

Kalikan expected return tiap instrumen dengan bobot alokasinya dalam portofolio, lalu jumlahkan seluruh hasilnya. Sebagai ilustrasi hipotetis: anggap sebuah portofolio berisi tiga saham AS dengan bobot 50%, 20%, dan 30%, serta expected return masing-masing 15%, 6%, dan 9%. Maka total expected return portofolio adalah (50% × 15%) + (20% × 6%) + (30% × 9%) = 11,4%. Angka ini murni ilustrasi perhitungan, bukan prediksi hasil investasi riil.

Ringkasan Langkah, Estimasi Waktu, dan Data yang Dibutuhkan

Langkah

Estimasi Waktu

Data yang Dibutuhkan

1. Kumpulkan data risk-free rate

5 menit (cek BI-Rate/yield SUN terkini)

BI-Rate atau yield SUN acuan

2. Estimasi risk premium/beta

10–15 menit (riset/data provider)

Risk premium historis atau nilai beta (β)

3. Hitung expected return per instrumen

2–5 menit per instrumen

Hasil langkah 1 & 2

4. Bobotkan sesuai portofolio

5 menit

Bobot alokasi tiap instrumen

Catatan: estimasi waktu bersifat ilustratif dan dapat berbeda tergantung jumlah instrumen serta ketersediaan data.

Keterbatasan Expected Return

Meski bermanfaat, konsep ini tidak memperhitungkan risiko-risiko investasi di masa depan. Nilai estimasi return juga didasarkan pada data historis yang bisa jadi tidak terulang di masa depan. Karena itu, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada nilai expected return semata — pertimbangkan juga seluruh kemungkinan risiko ke depan, termasuk hubungan antara risiko dan tingkat pengembalian investasi secara umum.

FAQ Seputar Expected Return

Apa rumus expected return yang paling umum digunakan?

Rumus paling umum adalah Expected Return = Risk-Free Rate + Risk Premium, atau pendekatan CAPM: Expected Return = rf + β (rm − rf). Rumus pertama cocok untuk estimasi sederhana, sementara pendekatan CAPM lebih detail karena memperhitungkan beta (volatilitas) instrumen terhadap pengembalian pasar secara keseluruhan. Keduanya menghasilkan estimasi, bukan angka pasti.

Apa bedanya expected return dengan standar deviasi?

Expected return adalah perkiraan rata-rata hasil yang bisa didapat portofolio selama periode tertentu, sedangkan standar deviasi mengukur seberapa besar hasil aktual "menyimpang" dari rata-rata tersebut. Expected return menggambarkan potensi imbal hasil, sementara standar deviasi menggambarkan tingkat risiko atau ketidakpastian di sekitar angka tersebut.

Apakah expected return bisa dijadikan patokan tunggal dalam berinvestasi?

Expected return sebaiknya tidak dijadikan patokan tunggal karena konsep ini tidak memperhitungkan risiko masa depan dan bergantung pada data historis yang belum tentu terulang. Investor tetap perlu mempertimbangkan profil risiko, jangka waktu investasi, dan diversifikasi portofolio sebelum mengambil keputusan berinvestasi.

 

Ingin mempraktikkan konsep expected return lewat portofolio yang terdiversifikasi? Kamu bisa eksplor reksa dana di Pluang — Pluang bekerja sama dengan PT Sarana Santosa Sejati sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pelajari juga hubungan antara risiko dan tingkat pengembalian investasi, atau jelajahi artikel lainnya di Akademi Pluang: Berita dan Analisis Pasar.

Sumber Data

•     Bank Indonesia — BI-Rate 5,75% dipertahankan pada RDG Agustus 2026, data per 19 Agustus 2026.

•     Pasardana — Yield SUN Benchmark 10 tahun (FR0108) di level 7,09%, data per 18 Agustus 2026 (sumber sekunder; disarankan verifikasi lanjutan ke data primer DJPPR Kemenkeu/IBPA pada refresh berikutnya).

•     OJK — Direktori Perizinan & Pengawasan Resmi, untuk verifikasi status berizin platform dan produk investasi.

 

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1