Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Pre Earnings Tesla (TSLA): Bagaimana Prospek nya?
shareIcon

Pre Earnings Tesla (TSLA): Bagaimana Prospek nya?

8 Jan 2026, 8:33 AM·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Kategori
Pre Earnings Tesla (TSLA): Bagaimana Prospek nya?

Tesla, Inc., yang didirikan pada tahun 2003 oleh Martin Eberhard dan Marc Tarpenning, adalah perusahaan teknologi dan otomotif yang berfokus pada pengembangan kendaraan listrik dan solusi energi terbarukan. Di bawah kepemimpinan Elon Musk, Tesla telah berubah dari produsen mobil niche menjadi pemain utama di pasar global.

Key Highlight

  • Diproyeksikan pada 4Q25, TSLA memiliki pendapatan sebesar US$24.75 miliar (-3.73% YoY), dan EPS di level US$0.44 (-39.73% YoY)
  • Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai perusahaan otomotif global termasuk produsen lama (legacy automakers) seperti Volkswagen, Ford, GM, serta pemain baru seperti BYD, NIO, XPeng, Xiaomi, dan Lucid Motors yang semakin agresif masuk ke pasar EV. 
  • Secara teknikal, TSLA bertahan tepat di garis support uptrend channel dengan kondisi indikator yang sudah oversold, TSLA berpeluang rebound untuk kembali menargetkan level ATH di $498.83.
Rating Wall Street: BUY
Target Price (1Y): $500 (Deutsche Bank)
Upside: 15.9% dari harga closing price 7 Januari 2025 di level US$431.4

$TSLA di Pluang

Beli Call Option TSLA di Sini!

Beli Saham TSLA di Sini!

Investment Thesis: 

  • Pangsa Pasar (Market Share): Sepanjang periode Januari–November 2025, Tesla menguasai sekitar 4,6% pangsa pasar kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di Tiongkok. Tesla menempati posisi ke-5 dalam daftar produsen mobil listrik di Tiongkok. Sebagai perbandingan, BYD memimpin jauh di posisi pertama dengan pangsa pasar sekitar 27.4%.
  • Pasar China sendiri merupakan pasar kedua terbesar TSLA setelah di USA. Di posisi ketiga terdapat Benua Eropa, terutama ke negara-negara seperti Jerman, Inggris, dan Norwegia. Namun, di tahun 2025, Tesla mulai kehilangan pangsa pasar di Eropa karena ekspansi besar-besaran BYD dan produsen China lainnya di wilayah tersebut
  • Untuk memperbesar atau bahkan mempertahankan market sharenya di China, TSLA China menawarkan pinjaman dengan bunga 0% hingga lima tahun untuk pembelian Model 3 dan Model Y. Penawaran ini berlaku untuk pemesanan yang dilakukan hingga 31 Januari 2026.
  • Selain di China, salah satu negara di Eropa yang penting bagi TSLA, yakni Jerman juga membukukan pendaftaran mobil baru Tesla yang anjlok 47.7% pada bulan Desember 2025 YoY atau sebesar 9,200 unit kendaraan baru di Jerman selama bulan Desember. Penurunan ini disebabkan oleh penghentian subsidi pemerintah Jerman untuk kendaraan listrik (EV) dan masuknya BYD ke pasar Jerman, serta pertahanan dari BMW dan Mercedes-Benz yang cukup kuat di Eropa. 
  • Secara keseluruhan apabila dibandingkan dengan BYD, BYD berhasil menyalip Tesla sebagai produsen kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) terbesar di dunia berdasarkan angka penjualan tahunan penuh untuk tahun 2025.
    • BYD mencatatkan pengiriman sekitar 2.26 juta unit kendaraan listrik murni (BEV).
    • Tesla mencatatkan pengiriman sekitar 1,64 juta unit, mengalami penurunan sekitar 9% dibandingkan tahun sebelumnya.
  • .Keunggulan utama BYD terletak pada portofolio produk yang sangat luas, mulai dari mobil ekonomis hingga mewah, serta harga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan model-model Tesla. Selain itu, harga BYD yang murah disebabkan karena rantai pasok baterai yang terintegrasi secara vertikal untuk menekan biaya produksi.
  • Walaupun 2025, bukan tahun mudah untuk TSLA, namun terdapat beberapa katalis pendukung growth TSLA untuk tahun 2026: 
    • Ekspansi Energi di Inggris: Tesla sedang menawar lisensi listrik untuk menjadi penyedia energi bagi rumah tangga dan bisnis di Inggris mulai tahun 2026.
    • Penyimpanan Energi: Kesepakatan bernilai miliaran dolar (sekitar $2.1 miliar) dengan Samsung SDI untuk sel baterai guna mendukung bisnis Megapack dan Powerwall.
    • Fokus pada AI dan Robotika: Peralihan fokus perusahaan ke arah kecerdasan buatan dianggap sebagai potensi pertumbuhan jangka panjang.

Valuasi: TSLA saat ini berada di angka 200x Forward P/E dan 16.64x price/sales

Risiko:

Risiko Kepemimpinan & Reputasi

  • Tata Kelola Perusahaan: Investor institusi khawatir tentang perhatian Musk yang terbagi ke berbagai perusahaan lain seperti X, SpaceX, dan Neuralink, yang berpotensi mempengaruhi kinerja Tesla.
  • Risiko Citra Publik: Musk merupakan aset sekaligus liabilitas terbesar bagi Tesla. Sentimen investor sangat rentan terhadap tindakannya yang kontroversial di media sosial.
  • Risiko Politik: Tindakan Musk yang bertentangan dengan Presiden AS berpotensi menyebabkan ketidakstabilan harga saham Tesla.

 

Persaingan Pasar yang Ketat

    • Pesaing dari Berbagai Sektor: Tesla tidak lagi menjadi pemain tunggal. Perusahaan menghadapi persaingan dari produsen otomotif global (seperti Volkswagen, Ford, dan GM) serta pendatang baru (seperti BYD, NIO, dan Lucid Motors).
  • Tekanan di Tiongkok:
    • BYD: Tesla menghadapi tekanan kuat dari BYD yang menjual kendaraan listrik dengan harga lebih rendah namun tetap menawarkan fitur dan teknologi yang kompetitif.
    • Keunggulan Lokal: Produsen Tiongkok, seperti BYD, memiliki keunggulan logistik, akses ke subsidi pemerintah, dan memanfaatkan sentimen nasionalisme konsumen.
  • Persaingan di Pasar Barat: Di Eropa dan Amerika, produsen mapan seperti Mercedes-Benz, BMW, dan GM telah merilis kendaraan listrik premium yang bersaing langsung dengan model-model Tesla seperti Model S dan Model X.

Risiko Teknologi dan Regulasi (FSD & Robotaxi)

  • Hambatan Izin: Meskipun Tesla bertaruh besar pada Full Self-Driving (FSD) dan Cybercab, izin untuk penggunaan otonom tanpa pengawasan masih menghadapi rintangan regulasi yang ketat di banyak negara.

Ketidakpastian Komersialisasi: Produksi massal Cybercab diprediksi baru dimulai akhir 2026, yang berarti belum akan memberikan kontribusi pendapatan signifikan dalam waktu dekat.

Technical

TSLA saat ini sedang berada di fase krusial, di mana harga tengah menguji batas bawah dari pola uptrend channel yang telah terbentuk sejak pertengahan tahun lalu. Koreksi jangka pendek telah membawa harga turun menembus MA 20 dan MA 50, namun kini tertahan di area support dinamis tersebut. Hingga artikel ini ditulis, TSLA diperdagangkan pada level $432.96. Indikator Stochastic RSI menunjukkan kondisi extreme oversold (sangat jenuh jual) di area bawah, yang mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda dan membuka potensi technical rebound yang kuat dari garis support channel ini.

Jika momentum beli kembali masuk, target resisten terdekat adalah merebut kembali level MA 50 di kisaran $445, dengan target utama jangka menengah kembali menguji level tertinggi sepanjang masa (All Time High / ATH) di $498.83. Namun, area support channel ini sangat vital, kegagalan bertahan di atas garis tren ini dapat mengubah struktur tren menjadi lebih bearish, namun selama harga terjaga di dalam channel, tren naik secara keseluruhan masih valid.

Beli Call Option TSLA di Sini!

Beli Saham TSLA di Sini!

Investasi dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi di 1000+ pilihan aset yang mencakup Saham AS & ETF, Options Trading untuk Saham AS & ETF, Aset Crypto, Crypto FuturesEmas, dan juga puluhan produk Reksa Dana, semua mulai dari Rp10.000 saja! Di Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena Pluang sudah bekerja sama dengan mitra-mitra tepercaya yang memiliki izin dan diawasi oleh lembaga pemerintah terkait. Yuk, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Ditulis oleh
channel logo

Davion Arsinio

Right baner

Davion Arsinio

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
earnings call
Produknya Mendunia, Laba per Saham Nike 26% di Atas Ekspektasi Analis
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1