Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Pre-Earnings Amazon.com ($AMZN) 2026: AWS Tumbuh Tercepat dalam 3 Tahun, Tapi Margin Jadi Tanda Tanya
shareIcon

Pre-Earnings Amazon.com ($AMZN) 2026: AWS Tumbuh Tercepat dalam 3 Tahun, Tapi Margin Jadi Tanda Tanya

28 Jul 2026, 10:15 AM
·
Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Pre-Earnings Amazon.com ($AMZN) 2026: AWS Tumbuh Tercepat dalam 3 Tahun, Tapi Margin Jadi Tanda Tanya
Amazon.com, Inc. (AMZN) adalah perusahaan teknologi dan e-commerce terbesar di dunia yang beroperasi di segmen ritel online, layanan cloud (AWS), periklanan digital, streaming (Prime Video), dan perangkat pintar. Meski dikenal publik sebagai toko online, Amazon Web Services (AWS) adalah mesin profitabilitas utama perusahaan dan kini menjadi pemimpin dalam infrastruktur AI global. Earnings Q2 2026 dijadwalkan rilis pada 30 Juli 2026 setelah penutupan pasar.

Key Highlight 

  • AWS tumbuh 28% YoY ke US$37.6 miliar di Q1 2026 — tercepat dalam 15 kuartal, dengan annual run rate US$150 miliar

  • EPS Q1 2026: US$2.78 vs estimasi US$1.63 — beat 70%, terbesar di antara semua big tech di kuartal itu

  • Revenue Q2 dipandu US$194–199 miliar — sudah di atas estimasi lama analis US$188.7 miliar

  • Trainium custom chip memiliki komitmen revenue pelanggan lebih dari US$225 miliar

  • 67 analis memberikan rating Strong Buy dengan target rata-rata US$312.99

Rating Wall Street: BUY
Target Price (1Y): US$313 (Yahoo Finance)
Upside: 34% dari harga 27 Juli 2026 di level ~US$232

$AMZN di Pluang

Kamu bisa miliki saham $AMZN mulai dari $1 di Pluang.

Beli Saham AMZN di Sini!

💸Nikmati biaya trading gratis hingga $30 selama 30 hari sejak transaksi options pertama khusus untuk pengguna baru Options!💸

Beli Call Option AMZN di Sini!

 

Apa Itu Amazon dan Mengapa AWS Lebih Penting dari Toko Online-nya?

Kebanyakan orang mengenal Amazon sebagai tempat belanja online. Tapi itulah gambar yang menyesatkan tentang bisnis sebenarnya. Amazon Web Services (AWS) adalah platform komputasi awan yang digunakan oleh jutaan perusahaan — dari startup hingga US Air Force, OpenAI, Visa, dan NBA — untuk menyimpan data, menjalankan aplikasi, dan kini, untuk mengoperasikan AI mereka.

Yang membuat AWS begitu strategis: setiap kali sebuah perusahaan memutuskan untuk membangun atau menjalankan sistem AI, mereka membutuhkan komputasi awan dalam jumlah besar. AWS adalah infrastruktur di balik sebagian besar AI komersial yang ada hari ini. Dan dengan AI yang terus berkembang, permintaan terhadap AWS terus meningkat.

Bagaimana Kondisi AWS di Q1 2026?

AWS membukukan revenue US$37.6 miliar di Q1 2026 — tumbuh 28% YoY, pace tercepat sejak 2022. Dengan annual run rate US$150 miliar, AWS kini merupakan bisnis cloud terbesar yang pernah ada dalam sejarah. Yang lebih mengesankan: EPS total Amazon mencapai US$2.78 versus estimasi US$1.63 — sebuah beat 70% yang merupakan yang terbesar di antara semua big tech pada kuartal tersebut.

Amazon juga mengungkapkan bahwa bisnis chip AI proprietary mereka (Trainium dan Graviton) kini memiliki annual run rate di atas US$20 miliar — tumbuh hampir 40% secara berurutan — dengan lebih dari US$225 miliar komitmen revenue pelanggan untuk Trainium. Ini menempatkan Amazon sebagai satu-satunya perusahaan selain Nvidia yang membangun chip AI dengan traksi pelanggan sebesar ini.

Investment Thesis

1. AWS adalah Infrastruktur yang Tidak Bisa Digantikan dalam Waktu Singkat

Setelah sebuah perusahaan membangun seluruh stack teknologi di atas AWS — dari database, komputasi, AI, hingga security — pindah ke provider lain membutuhkan investasi tahun dan ratusan juta dolar. Ini adalah switching cost yang sangat tinggi, yang menciptakan revenue yang sangat stabil dan mudah diprediksi.

2. Chip Sendiri = Keunggulan Biaya dan Margin

Dengan Trainium dan Graviton, Amazon tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Nvidia untuk chip AI-nya. Chip proprietary Amazon diklaim 30–40% lebih cost-efficient dibanding pilihan alternatif. Ini memungkinkan Amazon menawarkan harga yang lebih kompetitif kepada pelanggan sambil mempertahankan atau bahkan meningkatkan margin.

3. Advertising Sebagai Pendapatan Bonus Bermargin Tinggi

Banyak yang lupa bahwa Amazon juga memiliki bisnis periklanan digital yang kini tumbuh 24% YoY dengan revenue US$17.2 miliar di Q1 2026. Iklan di Amazon memiliki proposisi nilai unik: iklan yang ditampilkan kepada orang yang sudah berniat membeli. Ini membuatnya sangat efektif dan bermargin tinggi.

Risiko:

1. Range Guidance Operating Income yang Sangat Lebar

Amazon memandu operating income Q2 di antara US$20 hingga US$24 miliar — range US$4 miliar yang sangat lebar. Range yang lebar ini mengindikasikan bahwa bahkan manajemen Amazon sendiri tidak yakin persis di mana hasilnya akan mendarat. Ketidakpastian ini berasal dari volatilitas tarif, timing Prime Day, dan laju pengeluaran capex.

2. Capex US$200 Miliar yang Belum Terbukti ROI-nya

Amazon berkomitmen menghabiskan US$200 miliar dalam capex 2026 — angka terbesar dalam sejarah korporasi. Jika permintaan AI cloud melambat lebih dari yang diperkirakan, Amazon bisa berakhir dengan ratusan miliar dolar infrastruktur yang tidak terisi sepenuhnya. Deutsche Bank menyebut ini sebagai risiko eksekusi utama.

3. Tekanan Tarif pada Margin Ritel

Bisnis ritel Amazon memiliki margin yang tipis dan sangat sensitif terhadap perubahan biaya. Tarif impor dari China bisa mengurangi volume penjual marketplace dan memcompres margin ritel yang sudah tipis dengan dampak US$3–5 miliar.

Technical Outlook

Dari perspektif struktural makro, Amazon ($AMZN) masih mempertahankan tren naik (uptrend) jangka panjang yang solid, ditandai dengan serangkaian higher highs dan higher lows pada grafik harian. Namun, pergerakan harga jangka pendek menunjukkan fase distribusi yang jelas, di mana saham mengalami pullback tajam dari puncak Mei/Juni di sekitar area $280 turun ke level $232.11. Saat ini, saham AMZN sedang menguji area support makro yang krusial tepat di sekitar pergerakan rata-rata 200 hari (SMA 200) di level $234.59. Tahanan atas (resistance) tergambar jelas oleh MA 20 hari ($243.84) dan MA 50 hari ($249.22), yang baru-baru ini membentuk persilangan turun (bearish moving average cross). Dari sisi momentum, indikator Stochastic RSI telah anjlok ke wilayah oversold (jenuh jual) yang ekstrem di level 0.00 / 12.93. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual jangka pendek sudah sangat berlebihan, sehingga membuka peluang untuk stabilisasi harga atau potensi pantulan (bounce) teknikal menjelang katalis laporan keuangan pada 30 Juli 2026 mendatang.

Pertanyaan Umum (FAQ) 

1. Mengapa AWS lebih penting dari bisnis ritel Amazon?

AWS menghasilkan sebagian besar operating profit Amazon meski revenue-nya lebih kecil dari ritel. Margin operating AWS mencapai sekitar 37% sementara margin ritel jauh lebih tipis. AWS juga tumbuh jauh lebih cepat dan memiliki switching cost yang sangat tinggi.

2. Apa itu Trainium dan bedanya dengan chip Nvidia?

Trainium adalah chip AI khusus buatan Amazon yang dirancang untuk training model AI di cloud. Tidak seperti GPU Nvidia yang bersifat general purpose, Trainium dioptimalkan untuk workload spesifik cloud AWS. Amazon mengklaim Trainium 30–40% lebih cost-efficient dibanding alternatif.

3. Apakah Amazon bisa mengatasi persaingan dari Microsoft Azure dan Google Cloud?

AWS saat ini masih memimpin pasar cloud global dengan pangsa sekitar 30%. Keunggulan AWS adalah ekosistem layanan yang paling lengkap, switching cost yang tinggi, dan kini keunggulan chip proprietary. Persaingan sangat ketat, tapi posisi AWS sangat kuat.

4. Bagaimana Amazon mendapatkan uang dari AI?

Tiga cara utama: (1) Pelanggan membayar AWS untuk computing power yang digunakan menjalankan AI workload mereka, (2) Amazon menjual akses ke model AI lewat Amazon Bedrock, (3) Amazon menjual chip Trainium kepada pelanggan yang ingin efisiensi biaya lebih tinggi.

5. Apakah Prime Day masih relevan untuk hasil keuangan Amazon?

Ya, sangat relevan. Prime Day (biasanya bulan Juli) menghasilkan lonjakan penjualan ritel yang signifikan dan mendorong Prime membership baru. Karena Q2 2026 mencakup Prime Day, timing-nya menjadi salah satu variabel dalam panduan operating income yang lebar.

6. Bagaimana cara membeli saham Amazon di Indonesia?

Kamu bisa membeli saham AMZN secara legal melalui platform Pluang yang sudah berizin dan diawasi OJK. Investasi saham AS di Pluang difasilitasi oleh PT PG Berjangka sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang berizin OJK.

 

Beli Saham AMZN di Sini!

Investasi dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi di 1000+ pilihan aset yang mencakup Saham AS & ETF, Options Trading untuk Saham AS & ETF, Aset Crypto, Crypto FuturesEmas, dan juga puluhan produk Reksa Dana, semua mulai dari Rp10.000 saja! Di Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena Pluang sudah bekerja sama dengan mitra-mitra tepercaya yang memiliki izin dan diawasi oleh lembaga pemerintah terkait. Yuk, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1