
Key Highlight
|
| Rating Wall Street | : BUY |
|---|---|
| Target Price (1Y) | US$573 (Yahoo Finance) |
| Upside | : 10% dari harga 27 Juli 2026 di level ~US$521 |
Kamu bisa miliki saham $AMD mulai dari $1 di Pluang.Beli Saham AMD di Sini!
💸Nikmati biaya trading gratis hingga $30 selama 30 hari sejak transaksi options pertama khusus untuk pengguna baru Options!💸
AMD adalah perusahaan chip yang selama bertahun-tahun hidup di bawah bayangan dua raksasa: Intel di CPU dan Nvidia di GPU. Empat tahun lalu, AMD hampir tidak punya kehadiran di data center. Hari ini, AMD memegang hampir setengah dari pasar server CPU dan menjadi satu-satunya alternatif nyata bagi Nvidia di pasar GPU AI — meski dengan kesenjangan yang masih besar.
Transformasi ini adalah hasil kerja keras Lisa Su — CEO yang mengambil alih AMD saat perusahaan dalam kondisi hampir bangkrut dan membangunnya menjadi kekuatan kompetitif yang ditakuti oleh Intel maupun Nvidia. Sekarang, AMD menghadapi momen paling penting dalam sejarah perusahaan: dapatkah ia mempertahankan dominasi CPU sambil juga memenangkan pertarungan GPU AI?
Inilah hal yang membuat AMD menarik tapi juga kompleks: ada dua cerita yang sangat berbeda berjalan secara bersamaan di dalam satu perusahaan.
Cerita pertama adalah kemenangan CPU yang tidak terbantahkan. AMD EPYC — lini server CPU premium AMD — terus merebut pangsa pasar dari Intel. Di Q1 2026, Data Center revenue AMD mencapai US$5.8 miliar, tumbuh 57% YoY. AMD kini memegang sekitar 46% dari revenue pasar server x86 CPU. CEO Lisa Su bahkan menaikkan proyeksi total addressable market server CPU dari US$60 miliar menjadi lebih dari US$120 miliar pada 2030, dengan alasan bahwa workload AI agentic jauh lebih CPU-intensif dari yang diperkirakan sebelumnya.
Cerita kedua adalah perjuangan GPU yang masih belum jelas hasilnya. AMD Instinct MI300X dan MI350 adalah kartu GPU AI yang dirancang untuk bersaing langsung dengan Nvidia H100 dan H200. Namun di Q1 2026, GPU AI AMD justru turun secara berurutan — di tengah pasar AI yang sedang booming. Ini adalah sinyal yang mengkhawatirkan yang pasar ingin lihat reversal-nya di Q2.
Kemenangan AMD di pasar CPU server bukanlah keberuntungan — ini adalah hasil dari arsitektur chip yang superior (Zen 5) dan eksekusi manufaktur yang konsisten. Setiap chip EPYC yang menggantikan chip Intel di sebuah data center adalah aliran pendapatan jangka panjang bagi AMD. Dan dengan AI mendorong lebih banyak permintaan server secara keseluruhan, "rising tide" ini mengangkat boat CPU AMD.
AMD akan merilis Instinct MI350 sebagai penyempurnaan MI300X dengan performa yang diklaim lebih baik untuk workload inferencing AI. Jika MI350 bisa menarik perhatian hyperscaler yang ingin alternatif dari Nvidia (yang sering mengalami antrian panjang), ini bisa membalikkan tren penurunan GPU AMD.
AMD diperdagangkan pada forward P/E yang jauh lebih rendah dibanding Nvidia, meski tumbuh dengan cepat. Bagi investor yang ingin eksposur ke AI infrastructure tapi menganggap Nvidia sudah terlalu mahal, AMD adalah alternatif yang secara valuasi lebih menarik — dengan risiko bahwa GPU race belum terputuskan.
Nvidia bukan hanya unggul dalam hardware GPU — ekosistem software CUDA yang telah dibangun selama 15 tahun adalah parit yang sangat sulit diseberangi. Para developer dan peneliti AI sudah terbiasa dengan CUDA. Beralih ke ROCm (ekosistem AMD) membutuhkan waktu dan usaha yang signifikan. Ini adalah hambatan struktural yang tidak bisa diatasi hanya dengan chip yang lebih baik.
Segmen consumer gaming AMD (kartu grafis RX series untuk PC gaming) diperkirakan mengalami penurunan sekitar 20% di paruh kedua 2026 akibat kenaikan harga komponen. Ini mengimbangi sebagian pertumbuhan data center.
Intel sedang melakukan turnaround agresif dengan proses 18A yang diklaim bisa menyaingi TSMC. Jika Intel berhasil kembali kompetitif di CPU server, tekanan pada pangsa pasar AMD akan meningkat. Samsung juga terus berinvestasi di GPU dan chip AI.

Secara teknikal pada timeframe harian (1D), saham AMD masih berada dalam tren bullish jangka panjang yang sangat kuat, tercermin dari posisi harga yang berada jauh di atas garis SMA 200 ($305,68). Namun, dalam jangka pendek menjelang rilis earnings, saham AMD cenderung terkonsolidasi setelah mengalami penolakan di area resistance puncaknya pada kisaran $580–$600.
Saat ini harga ditutup pada level $521,95 dan bergerak di antara dua indikator moving average utama:
Resistance Terdekat: Garis MA 20 di level $533,06 menjadi hambatan dinamis jangka pendek. Penutupan harga secara konsisten di atas level ini dibutuhkan untuk mengembalikan momentum bullish menuju area puncak $580–$600.
Support Terdekat: Garis MA 50 di level $508,48 bertindak sebagai area penopang (support) dinamis krusial. Jika level ini jebol ke bawah, harga berpotensi menguji level psikologis $500 hingga area kisaran $440–$480.
Sementara itu, indikator Stoch RSI berada di area netral ke atas (62,71 / 65,68) dan mulai melandai turun. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan bullish jangka pendek mulai mereda dan pasar sedang dalam fase wait-and-see menjelang rilis laporan keuangan Q2.
EPYC adalah lini CPU (Central Processing Unit) AMD untuk server — ini yang digunakan untuk komputasi umum, database, dan AI inference. Instinct adalah lini GPU (Graphics Processing Unit) AMD untuk training AI — bersaing langsung dengan Nvidia H100/H200. Keduanya adalah produk yang berbeda untuk segmen berbeda.
AMD memiliki keunggulan dalam arsitektur chip (desain Zen yang lebih efisien dari Intel per unit daya), kinerja per dolar yang lebih baik, dan kemitraan manufaktur dengan TSMC yang memproduksi chip paling canggih. Intel masih dalam proses turnaround untuk mengejar ketertinggalan ini.
Ini adalah pertanyaan terbesar di sekitar AMD. Secara hardware, MI300X/MI350 cukup kompetitif. Tantangan terbesarnya adalah ekosistem software: Nvidia CUDA telah dipakai oleh jutaan developer selama 15 tahun. ROCm (ekosistem AMD) masih berkembang dan belum semudah CUDA untuk digunakan.
Beberapa kemungkinan: pelanggan hyperscaler memprioritaskan Nvidia H200/B200 yang sudah familiar, transisi antara generasi chip MI300X ke MI350, atau tantangan software yang membuat pelanggan menunda adopsi MI300. Earnings Q2 akan memberikan kejelasan lebih lanjut.
Lisa Su menjelaskan bahwa workload AI agentic — di mana sistem AI secara mandiri menyelesaikan tugas kompleks — membutuhkan lebih banyak CPU per GPU dibanding training model konvensional. Ini secara struktural menguntungkan AMD karena EPYC digunakan sebagai orchestration layer di data center AI.
Kamu bisa membeli saham AMD secara legal melalui platform Pluang yang sudah berizin dan diawasi OJK. Investasi saham AS di Pluang difasilitasi oleh PT PG Berjangka sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang berizin OJK.
Download aplikasi Pluang untuk investasi di 1000+ pilihan aset yang mencakup Saham AS & ETF, Options Trading untuk Saham AS & ETF, Aset Crypto, Crypto Futures, Emas, dan juga puluhan produk Reksa Dana, semua mulai dari Rp10.000 saja! Di Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena Pluang sudah bekerja sama dengan mitra-mitra tepercaya yang memiliki izin dan diawasi oleh lembaga pemerintah terkait. Yuk, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!


