Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Pre-Earnings Advanced Micro Devices ($AMD) 2026: Raja CPU, Duel GPU AI Masih Belum Selesai
shareIcon

Pre-Earnings Advanced Micro Devices ($AMD) 2026: Raja CPU, Duel GPU AI Masih Belum Selesai

31 Jul 2026, 1:23 PM
·
Waktu baca: 6 menit
shareIcon
Pre-Earnings Advanced Micro Devices ($AMD) 2026: Raja CPU, Duel GPU AI Masih Belum Selesai
Advanced Micro Devices, Inc. (AMD) adalah perusahaan semikonduktor Amerika Serikat yang merancang prosesor (CPU), kartu grafis (GPU), dan solusi komputasi untuk pasar PC, gaming, data center, dan kecerdasan buatan. Dikenal sebagai pesaing utama Intel di CPU dan Nvidia di GPU, AMD dalam beberapa tahun terakhir telah berhasil merebut pangsa pasar signifikan dari keduanya. Earnings Q2 2026 dijadwalkan rilis pada 3 Agustus 2026 setelah penutupan pasar.

Key Highlight 

  • AMD memandu revenue Q2 2026 sebesar US$11.2 miliar — di atas estimasi analis US$10.53 miliar (pertumbuhan ~46% YoY)

  • Data Center revenue Q1 mencapai US$5.8 miliar (+57% YoY) — rekor tertinggi, didorong penjualan CPU server EPYC

  • AMD kini memegang ~46% pangsa pasar server x86 CPU — mengungguli Intel secara revenue

  • Lisa Su menaikkan proyeksi TAM server CPU dari US$60B menjadi US$120+ miliar pada 2030 karena AI agentic

  • Instinct GPU (AI accelerator) justru turun secara berurutan di Q1 — ini adalah ketidakpastian utama Q2

Rating Wall Street: BUY
Target Price (1Y)US$573 (Yahoo Finance)
Upside: 10% dari harga 27 Juli 2026 di level ~US$521

$AMD di Pluang

Kamu bisa miliki saham $AMD mulai dari $1 di Pluang.Beli Saham AMD di Sini!

💸Nikmati biaya trading gratis hingga $30 selama 30 hari sejak transaksi options pertama khusus untuk pengguna baru Options!💸

Beli Call Option AMD di Sini!

Apa Itu AMD dan Bagaimana Posisinya di Industri Chip?

AMD adalah perusahaan chip yang selama bertahun-tahun hidup di bawah bayangan dua raksasa: Intel di CPU dan Nvidia di GPU. Empat tahun lalu, AMD hampir tidak punya kehadiran di data center. Hari ini, AMD memegang hampir setengah dari pasar server CPU dan menjadi satu-satunya alternatif nyata bagi Nvidia di pasar GPU AI — meski dengan kesenjangan yang masih besar.

Transformasi ini adalah hasil kerja keras Lisa Su — CEO yang mengambil alih AMD saat perusahaan dalam kondisi hampir bangkrut dan membangunnya menjadi kekuatan kompetitif yang ditakuti oleh Intel maupun Nvidia. Sekarang, AMD menghadapi momen paling penting dalam sejarah perusahaan: dapatkah ia mempertahankan dominasi CPU sambil juga memenangkan pertarungan GPU AI?

Dua Cerita yang Berjalan Bersamaan di Dalam AMD

Inilah hal yang membuat AMD menarik tapi juga kompleks: ada dua cerita yang sangat berbeda berjalan secara bersamaan di dalam satu perusahaan.

Cerita pertama adalah kemenangan CPU yang tidak terbantahkan. AMD EPYC — lini server CPU premium AMD — terus merebut pangsa pasar dari Intel. Di Q1 2026, Data Center revenue AMD mencapai US$5.8 miliar, tumbuh 57% YoY. AMD kini memegang sekitar 46% dari revenue pasar server x86 CPU. CEO Lisa Su bahkan menaikkan proyeksi total addressable market server CPU dari US$60 miliar menjadi lebih dari US$120 miliar pada 2030, dengan alasan bahwa workload AI agentic jauh lebih CPU-intensif dari yang diperkirakan sebelumnya.

Cerita kedua adalah perjuangan GPU yang masih belum jelas hasilnya. AMD Instinct MI300X dan MI350 adalah kartu GPU AI yang dirancang untuk bersaing langsung dengan Nvidia H100 dan H200. Namun di Q1 2026, GPU AI AMD justru turun secara berurutan — di tengah pasar AI yang sedang booming. Ini adalah sinyal yang mengkhawatirkan yang pasar ingin lihat reversal-nya di Q2.

 

Investment Thesis

1. CPU EPYC adalah Cash Cow yang Terus Tumbuh

Kemenangan AMD di pasar CPU server bukanlah keberuntungan — ini adalah hasil dari arsitektur chip yang superior (Zen 5) dan eksekusi manufaktur yang konsisten. Setiap chip EPYC yang menggantikan chip Intel di sebuah data center adalah aliran pendapatan jangka panjang bagi AMD. Dan dengan AI mendorong lebih banyak permintaan server secara keseluruhan, "rising tide" ini mengangkat boat CPU AMD.

2. MI350 GPU — Pembaruan yang Diharapkan Bisa Mengubah Momentum

AMD akan merilis Instinct MI350 sebagai penyempurnaan MI300X dengan performa yang diklaim lebih baik untuk workload inferencing AI. Jika MI350 bisa menarik perhatian hyperscaler yang ingin alternatif dari Nvidia (yang sering mengalami antrian panjang), ini bisa membalikkan tren penurunan GPU AMD.

3. Valuasi Lebih Masuk Akal dari Nvidia

AMD diperdagangkan pada forward P/E yang jauh lebih rendah dibanding Nvidia, meski tumbuh dengan cepat. Bagi investor yang ingin eksposur ke AI infrastructure tapi menganggap Nvidia sudah terlalu mahal, AMD adalah alternatif yang secara valuasi lebih menarik — dengan risiko bahwa GPU race belum terputuskan.

 

Risiko:

1. GPU AI Masih Tertinggal Jauh dari Nvidia

Nvidia bukan hanya unggul dalam hardware GPU — ekosistem software CUDA yang telah dibangun selama 15 tahun adalah parit yang sangat sulit diseberangi. Para developer dan peneliti AI sudah terbiasa dengan CUDA. Beralih ke ROCm (ekosistem AMD) membutuhkan waktu dan usaha yang signifikan. Ini adalah hambatan struktural yang tidak bisa diatasi hanya dengan chip yang lebih baik.

2. Gaming Revenue Diperkirakan Turun 20% di H2

Segmen consumer gaming AMD (kartu grafis RX series untuk PC gaming) diperkirakan mengalami penurunan sekitar 20% di paruh kedua 2026 akibat kenaikan harga komponen. Ini mengimbangi sebagian pertumbuhan data center.

3. Samsung dan Intel Tidak Akan Menyerah

Intel sedang melakukan turnaround agresif dengan proses 18A yang diklaim bisa menyaingi TSMC. Jika Intel berhasil kembali kompetitif di CPU server, tekanan pada pangsa pasar AMD akan meningkat. Samsung juga terus berinvestasi di GPU dan chip AI.

 

Technical Outlook

Secara teknikal pada timeframe harian (1D), saham AMD masih berada dalam tren bullish jangka panjang yang sangat kuat, tercermin dari posisi harga yang berada jauh di atas garis SMA 200 ($305,68). Namun, dalam jangka pendek menjelang rilis earnings, saham AMD cenderung terkonsolidasi setelah mengalami penolakan di area resistance puncaknya pada kisaran $580–$600.

Saat ini harga ditutup pada level $521,95 dan bergerak di antara dua indikator moving average utama:

  • Resistance Terdekat: Garis MA 20 di level $533,06 menjadi hambatan dinamis jangka pendek. Penutupan harga secara konsisten di atas level ini dibutuhkan untuk mengembalikan momentum bullish menuju area puncak $580–$600.

  • Support Terdekat: Garis MA 50 di level $508,48 bertindak sebagai area penopang (support) dinamis krusial. Jika level ini jebol ke bawah, harga berpotensi menguji level psikologis $500 hingga area kisaran $440–$480.

Sementara itu, indikator Stoch RSI berada di area netral ke atas (62,71 / 65,68) dan mulai melandai turun. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan bullish jangka pendek mulai mereda dan pasar sedang dalam fase wait-and-see menjelang rilis laporan keuangan Q2.

Pertanyaan Umum (FAQ) 

1. Apa perbedaan AMD EPYC dan AMD Instinct?

EPYC adalah lini CPU (Central Processing Unit) AMD untuk server — ini yang digunakan untuk komputasi umum, database, dan AI inference. Instinct adalah lini GPU (Graphics Processing Unit) AMD untuk training AI — bersaing langsung dengan Nvidia H100/H200. Keduanya adalah produk yang berbeda untuk segmen berbeda.

2. Mengapa AMD bisa mengungguli Intel di pasar server CPU?

AMD memiliki keunggulan dalam arsitektur chip (desain Zen yang lebih efisien dari Intel per unit daya), kinerja per dolar yang lebih baik, dan kemitraan manufaktur dengan TSMC yang memproduksi chip paling canggih. Intel masih dalam proses turnaround untuk mengejar ketertinggalan ini.

3. Apakah AMD bisa mengejar Nvidia di GPU AI?

Ini adalah pertanyaan terbesar di sekitar AMD. Secara hardware, MI300X/MI350 cukup kompetitif. Tantangan terbesarnya adalah ekosistem software: Nvidia CUDA telah dipakai oleh jutaan developer selama 15 tahun. ROCm (ekosistem AMD) masih berkembang dan belum semudah CUDA untuk digunakan.

4. Mengapa GPU AI AMD turun di Q1 meski pasar AI sedang booming?

Beberapa kemungkinan: pelanggan hyperscaler memprioritaskan Nvidia H200/B200 yang sudah familiar, transisi antara generasi chip MI300X ke MI350, atau tantangan software yang membuat pelanggan menunda adopsi MI300. Earnings Q2 akan memberikan kejelasan lebih lanjut.

5. Bagaimana AMD memandang AI agentic sebagai katalis?

Lisa Su menjelaskan bahwa workload AI agentic — di mana sistem AI secara mandiri menyelesaikan tugas kompleks — membutuhkan lebih banyak CPU per GPU dibanding training model konvensional. Ini secara struktural menguntungkan AMD karena EPYC digunakan sebagai orchestration layer di data center AI.

6. Bagaimana cara membeli saham AMD di Indonesia?

Kamu bisa membeli saham AMD secara legal melalui platform Pluang yang sudah berizin dan diawasi OJK. Investasi saham AS di Pluang difasilitasi oleh PT PG Berjangka sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang berizin OJK.

Beli Saham AMD di Sini!

Investasi dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi di 1000+ pilihan aset yang mencakup Saham AS & ETF, Options Trading untuk Saham AS & ETF, Aset Crypto, Crypto FuturesEmas, dan juga puluhan produk Reksa Dana, semua mulai dari Rp10.000 saja! Di Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena Pluang sudah bekerja sama dengan mitra-mitra tepercaya yang memiliki izin dan diawasi oleh lembaga pemerintah terkait. Yuk, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1