
Oracle dijadwalkan merilis laporan keuangan Q1 FY2027 pada Kamis, 10 September 2026 — bukan 4 September seperti draf awal, tanggal ini terkonfirmasi resmi dari situs investor Oracle.
Saham ORCL diperdagangkan di $153,75 (3 September 2026), rebound 26% dalam sebulan terakhir namun masih 55,5% di bawah rekor tertinggi $345,72.
Rata-rata target harga 44 analis $242,69 (upside +63,3%, rating Buy), namun Citi ($330) dan RBC Capital ($190) mewakili dua ujung ekstrem pandangan Wall Street soal saham ini.
Oracle dijadwalkan merilis hasil kuartal pertama tahun fiskal 2027 pada Kamis, 10 September 2026, setelah penutupan pasar, dengan conference call pukul 16.00 CT. Catatan penting: tanggal ini dikonfirmasi resmi lewat pengumuman investor Oracle pada 2 September 2026 — berbeda dari perkiraan awal 4 September yang beredar di sejumlah sumber sebelumnya.
Laporan ini mencakup kuartal pertama tahun fiskal 2027 (Q1 FY2027, periode Juni-Agustus 2026). Pasar sedang menanti konfirmasi apakah momentum RPO (remaining performance obligations) rekor $638 miliar mulai terkonversi jadi pertumbuhan revenue cloud yang solid, sembari mencermati lintasan arus kas bebas yang masih sangat negatif akibat belanja modal AI.
Jelang rilis 10 September 2026, ekspektasi pasar terhadap Oracle dibentuk oleh dua narasi yang saling bertentangan: optimisme besar soal RPO rekor $638 miliar yang oleh manajemen disebut memberi "visibilitas luar biasa" terhadap pertumbuhan revenue ke depan, versus kekhawatiran nyata soal pembakaran kas yang masif untuk mendanai ekspansi infrastruktur AI.
Metrik | Ekspektasi / konsensus jelang rilis | Aktual |
|---|---|---|
Periode laporan | Q1 FY2027 | — |
Tanggal rilis | Kamis, 10 September 2026 | — |
Wall Street Rating | Buy | — |
Target harga 1 tahun | $254,68 | — |
Revenue Q1 (konsensus) | $19,13 miliar | — |
EPS non-GAAP (konsensus) | $1,72-1,76 (panduan Oracle sendiri, konsensus ~$1,73) | — |
Pertumbuhan revenue dipandu | 27-29% YoY (USD dan constant currency) | — |
Pandangan konservatif | RBC Capital: Hold, target $190, jauh di bawah rata-rata konsensus | — |
Investor menanti konfirmasi apakah Oracle bisa mempertahankan laju pertumbuhan revenue 27-29% yang dipandu manajemen, serta kejelasan lebih lanjut soal rencana pendanaan sekitar $40 miliar dalam bentuk utang dan ekuitas baru di FY2027 untuk mendanai belanja modal infrastruktur AI. Manajemen memandu revenue FY2027 penuh $90 miliar dengan EPS non-GAAP $8,05 — pasar ingin melihat apakah kuartal pertama ini sejalan dengan lintasan tersebut, terutama dari sisi pertumbuhan Oracle Cloud Infrastructure (OCI) yang jadi pendorong utama RPO rekor.
Saham ORCL diperdagangkan di $153,75 pada 3 September 2026, dengan rentang perdagangan harian $146,19-$156,77. Market cap Oracle saat ini sekitar $443,74 miliar.
Saham ORCL sudah rebound 26% dalam sebulan terakhir dari titik terendah Juli, namun masih tertekan sekitar 55,5% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $345,72 — penurunan tajam yang menurut Citi terjadi hanya dalam rentang 30-40 hari, dan menjadi pemicu firma tersebut membuka status "90-day upside catalyst watch" pada saham ini, dengan earnings 10 September dan investor day akhir Oktober disebut sebagai dua katalis potensial ke depan.
Pada laporan FY2026 penuh (dirilis Juni 2026), revenue Oracle tercatat $67,4 miliar, tumbuh 17% YoY, dengan EPS non-GAAP $7,63 (+27%) dan EPS GAAP $5,83 (+34%). Kuartal keempat FY2026 mencatat revenue rekor $19,2 miliar (+21%), didorong revenue cloud yang melonjak 47% menjadi $9,9 miliar — dengan Cloud Infrastructure (IaaS) melonjak 93% menjadi $5,8 miliar. Untuk FY2027, manajemen memandu revenue $90 miliar dan EPS non-GAAP $8,05.
Dengan saham yang sudah terkoreksi lebih dari 55% dari puncaknya meski panduan revenue FY2027 menyiratkan pertumbuhan 27-29% YoY, sebagian analis (termasuk Citi) melihat valuasi saat ini sebagai peluang beli yang menarik. Namun valuasi ini juga harus dilihat berdampingan dengan pembakaran arus kas bebas $23,69 miliar di FY2026 terhadap belanja modal $55,66 miliar — gap besar yang jadi alasan utama sebagian analis lain (termasuk RBC Capital) tetap berhati-hati meski RPO rekor.
Metrik | Data |
|---|---|
Wall Street Rating | Buy |
Target Price (1 Tahun) | $254,68 |
Upside | +60,4% dari harga penutupan 4 September 2026 di level $158,78 |
Sumber | Google Finance |
Rata-rata target harga 1 tahun adalah $254,68, menyiratkan upside besar 60,4% dari harga saat ini — salah satu upside konsensus tertinggi di antara saham-saham musim earnings ini. Namun rentang targetnya sangat lebar, dari $110 (-25,98%) hingga $400 (+169,18%), mencerminkan perbedaan pandangan yang tajam soal prospek saham ini.
Dua ujung ekstrem pandangan ini terwakili jelas: Citi mempertahankan Buy dengan target $330 dan membuka "90-day upside catalyst watch", menyebut skenario bull bisa membawa saham ke $350,13 dalam 12 bulan jika kapasitas data center Oracle bisa mengimbangi permintaan. Sementara itu, RBC Capital menaikkan target ke $190 namun tetap mempertahankan rating Hold — jauh lebih konservatif dibanding rata-rata konsensus. Jefferies juga memangkas target ke $290 dari $320 sambil mempertahankan Buy, mengindikasikan sebagian analis mulai sedikit lebih berhati-hati meski tetap positif secara keseluruhan.
Oracle adalah perusahaan software dan database enterprise raksasa yang dalam beberapa tahun terakhir bertransformasi agresif menjadi salah satu penyedia infrastruktur cloud utama untuk beban kerja AI lewat Oracle Cloud Infrastructure (OCI). Transformasi ini membuat Oracle jadi salah satu pemain kunci dalam ledakan belanja infrastruktur AI global, namun juga membawa risiko finansial yang jauh lebih besar dibanding profil bisnis software tradisionalnya.
Remaining Performance Obligations (RPO) Oracle melonjak 363% YoY menjadi $638 miliar, naik $85 miliar hanya dalam satu kuartal — didorong sebagian besar oleh kontrak-kontrak AI berskala besar. Manajemen (CFO Hilary Maxson) menyebut ini sebagai "visibilitas luar biasa" terhadap pertumbuhan revenue ke depan, dengan 12% dari RPO diperkirakan terkonversi jadi revenue dalam 12 bulan ke depan dan 34% dalam 24 bulan berikutnya.
Setelah anjlok lebih dari 50% dalam rentang 30-40 hari, saham ORCL sudah rebound 26% dari titik terendah Juli. Earnings 10 September jadi ujian apakah rebound ini punya fondasi fundamental yang solid (dikonfirmasi lewat hasil kuartal yang kuat) atau sekadar rebound teknikal jangka pendek yang rentan terkoreksi kembali.
Selain earnings 10 September, Citi secara spesifik menyoroti investor day Oracle akhir Oktober 2026 sebagai katalis potensial kedua dalam status "90-day upside catalyst watch" yang mereka buka. Kombinasi dua event ini dalam waktu berdekatan membuat periode September-Oktober jadi fase yang sangat menentukan arah sentimen pasar terhadap saham ini ke depan.
Oracle membakar $23,69 miliar arus kas bebas di FY2026, dengan belanja modal $55,66 miliar untuk ekspansi infrastruktur AI. Manajemen berencana mengumpulkan sekitar $40 miliar dana baru lewat utang dan ekuitas di FY2027 untuk terus mendanai ekspansi ini — skala pendanaan yang sangat besar dan membawa risiko struktur permodalan jika pertumbuhan revenue tidak mengimbangi kecepatan belanja modal.
Utang non-current Oracle sudah naik menjadi $124,7 miliar, dan diperkirakan akan terus bertambah seiring rencana pendanaan $40 miliar tambahan di FY2027. Kombinasi beban bunga yang meningkat dengan arus kas bebas yang masih negatif adalah kombinasi risiko finansial yang perlu dipantau ketat oleh investor.
Tercatat 36 transaksi jual bersih (net selling) dari pihak insider dalam periode terakhir — sinyal yang perlu diperhatikan meski tidak selalu berarti pandangan negatif terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Rentang target analis yang sangat lebar ($110 hingga $400) juga mencerminkan ketidakpastian besar soal valuasi wajar saham ini, dengan RBC Capital secara eksplisit tetap Hold meski menaikkan target.

Saham ORCL per 7 September diperdagangkan di $158,83 (+3,11%, +$4,79), berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20: $148,28) dan rata-rata pergerakan 50 hari (MA50: $139,85) — konfirmasi bahwa rebound jangka pendek dan menengah ini nyata secara teknikal, bukan sekadar satu-dua sesi kenaikan. Namun harga masih di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (MA200: $168,78), menandakan tren turun jangka panjang secara teknis belum sepenuhnya berbalik — saham perlu menembus MA200 lebih dulu untuk mengonfirmasi pembalikan tren yang lebih meyakinkan. Indikator Stochastic RSI (14,14,3,3) berada di level 80,05 (%K) dan 51,34 (%D) — %K sudah menyentuh batas atas area overbought (80), sementara %D masih jauh tertinggal di zona netral. Gap lebar antara %K dan %D ini biasanya menjadi ciri pergerakan naik yang cepat dan tajam, yang berpotensi diikuti konsolidasi atau koreksi jangka pendek sebelum melanjutkan tren, alih-alih sinyal momentum yang sudah matang dan stabil.
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 7 September 2026.
Kamu bisa membeli saham ORCL secara legal melalui platform Pluang. Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.
Kamu bisa miliki saham AS seperti $ORCL mulai dari $1 di Pluang, atau eksplor Options Trading untuk memanfaatkan momentum jelang earnings. Perdagangan options difasilitasi oleh PT PG Berjangka sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang berizin dan diawasi oleh OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek. Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini — pelanggan wajib melakukan riset sendiri sebelum bertransaksi.
Oracle dijadwalkan merilis hasil kuartal pertama tahun fiskal 2027 pada Kamis, 10 September 2026, setelah penutupan pasar — dikonfirmasi resmi lewat pengumuman investor Oracle pada 2 September 2026.
Saham ORCL sempat anjlok lebih dari 50% dalam rentang 30-40 hari di tengah kekhawatiran pasar terhadap arus kas bebas yang sangat negatif akibat belanja modal infrastruktur AI yang masif, meski RPO (backlog kontrak) perusahaan mencetak rekor.
RPO (Remaining Performance Obligations) adalah nilai kontrak yang sudah ditandatangani namun belum diakui sebagai revenue. RPO Oracle melonjak 363% YoY menjadi $638 miliar, memberi visibilitas kuat terhadap pertumbuhan revenue di tahun-tahun mendatang.
Manajemen memandu revenue FY2027 penuh sebesar $90 miliar dengan EPS non-GAAP $8,05, menyiratkan pertumbuhan revenue 27-29% YoY.
Rata-rata target harga 1 tahun adalah $254,68 (upside +60,4%, rating Buy), namun rentang targetnya sangat lebar dari $110 hingga $400 — Citi paling bullish dengan target $330, RBC Capital paling konservatif dengan target $190 (Hold).
Risiko utama meliputi arus kas bebas yang sangat negatif ($23,69 miliar terbakar di FY2026), beban utang yang terus membengkak ($124,7 miliar), dan rencana pendanaan tambahan $40 miliar di FY2027 untuk mendanai ekspansi infrastruktur AI.
Saham ORCL sudah rebound 26% dalam sebulan terakhir dari titik terendah Juli, namun masih 55,5% di bawah rekor tertinggi $345,72 — earnings 10 September berpotensi jadi katalis penentu arah tren berikutnya.
Kamu bisa membeli saham ORCL secara legal melalui platform Pluang. Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.
Tanggal | Perubahan |
|---|---|
4 September 2026 | Artikel ditulis ulang ke struktur v2 dengan data terkini. Tanggal earnings dikoreksi dari 4 September (perkiraan awal yang salah) menjadi 10 September 2026 (terkonfirmasi resmi). Data harga, kinerja, dan target analis per 3 September 2026. |
Download aplikasi Pluang untuk investasi di 1000+ pilihan aset yang mencakup Saham AS & ETF, Options Trading untuk Saham AS & ETF, Aset Crypto, Crypto Futures, Emas, dan juga puluhan produk Reksa Dana, semua mulai dari Rp10.000 saja. Pluang bekerja sama dengan mitra-mitra yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bappebti, dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Yuk, download dan mulai investasi di aplikasi Pluang sekarang!
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.


