
Oracle merilis hasil Q1 FY2027 pada Kamis, 10 September 2026: EPS non-GAAP $1,92 beat konsensus $1,74 sebesar 10,3%; revenue $19,35 miliar (+30% YoY) beat konsensus $19,14 miliar sebesar 1,1%.
RPO melonjak ke rekor $664 miliar (dari $638 miliar kuartal lalu), beat konsensus StreetAccount $630,6 miliar sebesar 5,3% — memicu lonjakan saham sekitar 7% di after-hours, meski sebagian kenaikan sempat mengempis ke sekitar $159,59 (+4,2% dari penutupan reguler $153,17).
Manajemen menaikkan panduan FY2027 penuh: EPS non-GAAP $8,10 (dari panduan sebelumnya $8,05) dengan revenue minimal $90 miliar, didorong lonjakan cloud infrastructure (IaaS) 121% YoY menjadi $7,4 miliar.
Oracle belum secara resmi mengonfirmasi tanggal rilis Q2 FY2027. Secara historis, perusahaan merilis laporan kuartal kedua tahun fiskalnya pada pertengahan Desember — jadwal pasti akan diumumkan lebih dekat ke tanggalnya.
Laporan yang baru dirilis pada 10 September 2026 mencakup kuartal pertama tahun fiskal 2027 (Q1 FY2027, periode Juni-Agustus 2026) — kuartal yang jadi ujian penting mengingat saham ORCL sempat anjlok lebih dari 55% dari rekor tertingginya di tengah kekhawatiran arus kas bebas yang sangat negatif, dan hasil kali ini mengonfirmasi bahwa momentum RPO dan cloud infrastructure tetap sangat kuat.
Jelang rilis 10 September 2026, ekspektasi pasar terhadap Oracle dibentuk oleh dua narasi yang saling bertentangan: optimisme besar soal RPO rekor $638 miliar (dari kuartal sebelumnya) yang oleh manajemen disebut memberi "visibilitas luar biasa" terhadap pertumbuhan revenue ke depan, versus kekhawatiran nyata soal pembakaran kas yang masif untuk mendanai ekspansi infrastruktur AI. Hasil aktual mengonfirmasi narasi optimis: RPO melonjak lebih jauh ke $664 miliar dan revenue cloud infrastructure melonjak 121% YoY.
Metrik | Ekspektasi / konsensus jelang rilis | Aktual |
|---|---|---|
Periode laporan | Q1 FY2027 | Q1 FY2027 |
Tanggal rilis | Kamis, 10 September 2026 | Kamis, 10 September 2026, setelah penutupan pasar |
Wall Street Rating | Buy | Buy (dipertahankan, sentimen menguat pasca-rilis) |
Target harga 1 tahun | $242,69 (rata-rata 44 analis) | $261,80 |
Revenue Q1 (konsensus) | $19,14 miliar | $19,35 miliar (+30% YoY, beat konsensus 1,1%) |
EPS non-GAAP (konsensus) | $1,74 | $1,92 (beat konsensus 10,3%) |
RPO | $638 miliar (posisi kuartal sebelumnya) | $664 miliar, beat konsensus StreetAccount $630,6 miliar sebesar 5,3% |
Pandangan konservatif | RBC Capital: Hold, target $190, jauh di bawah rata-rata konsensus | Belum ada perubahan rating resmi RBC pasca-rilis; tetap jadi pandangan paling konservatif di Wall Street |
Manajemen menaikkan panduan FY2027 penuh menjadi revenue minimal $90 miliar dengan EPS non-GAAP $8,10 — naik dari panduan sebelumnya $8,05 yang diberikan pada laporan Juni 2026, dan di atas konsensus LSEG $8,07 EPS/$89,76 miliar revenue. Cloud revenue total (IaaS+SaaS) tumbuh 62% YoY menjadi $11,6 miliar, dengan Cloud Infrastructure (IaaS) melonjak 121% menjadi $7,4 miliar dan SaaS tumbuh 10%. Oracle juga mengonfirmasi pengiriman kapasitas data center baru sebesar 850 megawatt sepanjang kuartal, mendukung ekspansi kontrak-kontrak AI berskala besar di balik lonjakan RPO.
Saham ORCL ditutup sesi reguler di $153,17 pada 10 September 2026, sebelum hasil earnings dirilis setelah penutupan pasar. Begitu hasil dan RPO rekor diumumkan, saham melonjak sekitar 7% di perdagangan setelah jam bursa (after-hours) — namun sebagian kenaikan awal ini mengempis di kuotasi terkini menjadi sekitar $159,59, atau naik 4,2% dari penutupan reguler $153,17.
Dengan level tersebut, saham ORCL masih tertekan sekitar 53,8% di bawah rekor tertinggi 52 minggunya $345,72 — pengingat bahwa meski hasil kuartal ini kuat, saham masih dalam proses pemulihan panjang dari koreksi tajam yang dipicu kekhawatiran arus kas bebas negatif akibat belanja modal AI besar-besaran. Market cap Oracle saat ini sekitar $460,7 miliar.
Revenue Q1 FY2027 tercatat $19,35 miliar, tumbuh 30% YoY dan beat konsensus $19,14 miliar sebesar 1,1%. EPS non-GAAP $1,92 beat konsensus $1,74 sebesar 10,3% — beat yang jauh lebih besar di bottom line dibanding top line, menandakan perbaikan margin operasional di tengah pertumbuhan pesat. Cloud revenue total melonjak 62% YoY menjadi $11,6 miliar, dengan Cloud Infrastructure (IaaS) sebagai pendorong utama, melonjak 121% menjadi $7,4 miliar, sementara SaaS tumbuh lebih moderat 10%.
Dengan RPO rekor $664 miliar dan panduan FY2027 yang dinaikkan, pasar kini menilai Oracle dari lensa visibilitas revenue jangka panjang yang semakin kuat — manajemen menyebut 12% dari RPO diperkirakan terkonversi jadi revenue dalam 12 bulan ke depan. Namun valuasi ini masih harus dilihat berdampingan dengan pembakaran arus kas bebas $23,69 miliar di FY2026 terhadap belanja modal $55,66 miliar, gap besar yang jadi alasan utama pandangan konservatif RBC Capital tetap bertahan meski RPO terus mencetak rekor.
Metrik | Data |
|---|---|
Wall Street Rating | Buy |
Target Price (1 Tahun) | $261,80 |
Upside | +71,18% dari angka penutupan 10 September 2026 di level $152,94 |
Sumber | Google Finance |
Sebelum earnings, rata-rata target adalah $261,80 (Buy), dengan rentang sangat lebar dari $110 hingga $400. Citi mempertahankan Buy dengan target $330 dan membuka "90-day upside catalyst watch", menyebut skenario bull bisa membawa saham ke $350,13 dalam 12 bulan jika kapasitas data center Oracle bisa mengimbangi permintaan. Sejumlah firma besar lain juga sudah menaikkan target individual mereka menjelang rilis: Barclays ke $281, Morgan Stanley ke $246, dan Citizens mempertahankan $285 — semuanya di atas rata-rata konsensus resmi.
Di sisi lain, RBC Capital tetap jadi pandangan paling konservatif dengan target $190 dan rating Hold, jauh di bawah rata-rata konsensus, dengan alasan gap besar antara belanja modal dan arus kas bebas. Dengan RPO rekor $664 miliar dan panduan FY2027 yang dinaikkan baru saja diumumkan, revisi target lanjutan dari berbagai analis kemungkinan masih akan bermunculan dalam beberapa hari ke depan dan belum sepenuhnya tercermin di rata-rata konsensus resmi di atas.
Oracle adalah penyedia infrastruktur cloud yang dalam beberapa tahun terakhir bertransformasi jadi salah satu pemain utama infrastruktur AI lewat Oracle Cloud Infrastructure (OCI), bersaing langsung dengan AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud dalam memenuhi permintaan komputasi AI yang meledak.
RPO melonjak dari $638 miliar di kuartal sebelumnya menjadi $664 miliar, beat konsensus StreetAccount $630,6 miliar sebesar 5,3% — didorong kontrak-kontrak AI berskala besar. Manajemen menyebut 12% dari RPO diperkirakan terkonversi jadi revenue dalam 12 bulan ke depan dan 34% dalam 24 bulan berikutnya, memberi kepastian pertumbuhan yang jarang dimiliki perusahaan software sebesar ini.
Revenue Cloud Infrastructure melonjak 121% YoY menjadi $7,4 miliar, jauh mengungguli pertumbuhan SaaS yang lebih moderat di 10% — mengonfirmasi bahwa strategi Oracle memposisikan diri sebagai penyedia infrastruktur AI berjalan sesuai rencana, dengan 850 megawatt kapasitas data center baru dikirimkan sepanjang kuartal untuk mengimbangi permintaan.
Meski hasil dan panduan mengalahkan ekspektasi memicu lonjakan awal sekitar 7% di after-hours, sebagian kenaikan ini mengempis di kuotasi terkini — sinyal bahwa investor tetap mencermati lintasan arus kas bebas yang masih sangat negatif akibat belanja modal AI besar-besaran, bahkan di tengah kabar baik RPO dan revenue cloud.
Oracle membakar $23,69 miliar arus kas bebas di FY2026 dengan belanja modal $55,66 miliar untuk ekspansi infrastruktur AI. Manajemen berencana mengumpulkan sekitar $40 miliar dana baru lewat utang dan ekuitas di FY2027 untuk terus mendanai ekspansi ini — risiko struktur permodalan ini belum hilang meski RPO dan revenue cloud infrastructure sama-sama beat ekspektasi kuartal ini.
RPO rekor $664 miliar adalah nilai kontrak yang sudah ditandatangani, bukan revenue yang sudah diakui — hanya 12% yang diperkirakan terkonversi dalam 12 bulan ke depan. Jika eksekusi pembangunan data center atau permintaan pelanggan melambat, gap antara RPO dan revenue aktual bisa melebar dan mengecewakan ekspektasi pasar yang sudah terbentuk dari rilis kali ini.
Rentang target analis $110-$400 mencerminkan perbedaan pandangan yang tajam soal valuasi wajar saham ini bahkan setelah hasil kuartal yang kuat — RBC Capital secara eksplisit tetap Hold dengan target $190, jauh di bawah rata-rata konsensus, dengan alasan gap besar antara belanja modal dan arus kas bebas yang belum terselesaikan.
Data teknikal granular terakhir yang tersedia (MA20 $148,28, MA50 $139,85, MA200 $168,78, Stochastic RSI %K 80,05/%D 51,34) berasal dari chart per 4 September 2026, sebelum earnings dirilis — saat itu harga sudah berada di atas MA20 dan MA50 (mengonfirmasi rebound jangka pendek-menengah) namun masih di bawah MA200 (tren jangka panjang belum sepenuhnya berbalik), dengan Stochastic RSI di batas overbought yang mengindikasikan potensi jeda konsolidasi.
Data granular pasca-earnings (10-11 September 2026) belum tersedia dari sumber chart yang digunakan. Secara direksional, lonjakan awal sekitar 7% di after-hours yang kemudian mengempis ke +4,2% biasanya mencerminkan pasar yang masih mencerna hasil sebelum mengonfirmasi arah tren — arah lanjutan akan lebih jelas begitu sesi perdagangan reguler berikutnya dibuka dan data teknikal terbaru tersedia.
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 4 September 2026 (teknikal) dan 10-11 September 2026 (harga pasca-earnings).
Kamu bisa membeli saham ORCL secara legal melalui platform Pluang. Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.
Kamu bisa miliki saham AS seperti $ORCL mulai dari $1 di Pluang, atau eksplor Options Trading untuk memanfaatkan momentum pasca-earnings. Perdagangan options difasilitasi oleh PT PG Berjangka sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang berizin dan diawasi oleh OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek. Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini — pelanggan wajib melakukan riset sendiri sebelum bertransaksi.
Oracle merilis hasil kuartal pertama tahun fiskal 2027 pada Kamis, 10 September 2026, setelah penutupan pasar.
EPS non-GAAP $1,92 beat konsensus $1,74 sebesar 10,3%. Revenue $19,35 miliar (+30% YoY) beat konsensus $19,14 miliar sebesar 1,1%.
RPO adalah nilai kontrak yang sudah ditandatangani namun belum diakui sebagai revenue. RPO Oracle melonjak dari $638 miliar menjadi $664 miliar, beat konsensus StreetAccount $630,6 miliar sebesar 5,3%, memberi visibilitas kuat terhadap pertumbuhan revenue di tahun-tahun mendatang.
Saham sempat naik sekitar 7% di after-hours begitu hasil dan RPO rekor diumumkan, namun mengempis ke sekitar +4,2% ($159,59) di kuotasi terkini — mencerminkan investor yang tetap mencermati arus kas bebas yang masih sangat negatif akibat belanja modal AI besar-besaran, meski hasil inti kuartal ini kuat.
Manajemen menaikkan panduan FY2027 penuh menjadi EPS non-GAAP $8,10 (dari $8,05 sebelumnya) dengan revenue minimal $90 miliar, di atas konsensus LSEG $8,07 EPS/$89,76 miliar revenue.
Rata-rata target adalah $261,80 (+71,18%). Citi paling bullish dengan target $330, sementara RBC Capital paling konservatif dengan target $190 (Hold) — revisi lanjutan pasca-earnings masih berlangsung.
Risiko utama meliputi arus kas bebas yang masih sangat negatif ($23,69 miliar terbakar di FY2026) di tengah belanja modal $55,66 miliar, ketergantungan pada konversi RPO ke revenue riil yang butuh waktu, dan rentang target analis yang sangat lebar ($110-$400).
Revenue Cloud Infrastructure (IaaS) melonjak 121% YoY menjadi $7,4 miliar, sementara SaaS tumbuh 10% — cloud revenue total tumbuh 62% YoY menjadi $11,6 miliar.
Tanggal resmi Q2 FY2027 belum diumumkan. Secara historis, Oracle merilis hasil kuartal kedua tahun fiskalnya pada pertengahan Desember.
Kamu bisa membeli saham ORCL secara legal melalui platform Pluang. Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.
Tanggal | Perubahan |
|---|---|
8 September 2026 | Harga saham, upside target analis, dan bagian kondisi teknikal diperbarui dengan data terkini sebelum earnings rilis. |
11 September 2026 | D-day dan pasca-earnings: kolom Aktual pada tabel konsensus diisi, status diganti ke hasil earnings, Jawaban Singkat dan paragraf pembuka diperbarui dengan hasil Q1 FY2027 (EPS beat 10,3%, revenue beat 1,1%, RPO beat 5,3%), reaksi harga after-hours, panduan FY2027 yang dinaikkan, dan 2 FAQ baru ditambahkan. |
Download aplikasi Pluang untuk investasi di 1000+ pilihan aset yang mencakup Saham AS & ETF, Options Trading untuk Saham AS & ETF, Aset Crypto, Crypto Futures, Emas, dan juga puluhan produk Reksa Dana, semua mulai dari Rp10.000 saja. Pluang bekerja sama dengan mitra-mitra yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bappebti, dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Yuk, download dan mulai investasi di aplikasi Pluang sekarang!
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.


