
Lululemon merilis laporan keuangan Q2 FY2026 pada Kamis, 3 September 2026.
Saham LULU ditutup di $120,81 (+5,05%) pada 28 Agustus 2026, rebound teknikal di tengah short interest tinggi, bukan katalis spesifik perusahaan.
Rata-rata target harga 34 analis $127,77 (upside +5,76%), namun rating individual makin condong negatif dan CEO baru mulai menjabat bulan ini.
Lululemon dijadwalkan merilis hasil kuartal kedua tahun fiskal 2026 pada Kamis, 3 September 2026.
Laporan ini mencakup kuartal kedua tahun fiskal 2026 (Q2 FY2026, periode fiskal yang berakhir 31 Januari 2027). Pasar sedang mencerna proses turnaround Lululemon di tengah pergantian kepemimpinan, sembari menunggu konfirmasi lebih lanjut dari hasil kuartal 3 September mendatang.
Jelang rilis 3 September 2026, ekspektasi pasar terhadap Lululemon dibentuk oleh dua narasi utama: seberapa dalam pelemahan laba berlanjut setelah pemangkasan panduan kinerja pada Juni 2026, dan bagaimana transisi kepemimpinan baru memengaruhi arah strategi turnaround.
Metrik | Ekspektasi / konsensus jelang rilis | Aktual |
|---|---|---|
Periode laporan | Q2 FY2026 | — |
Tanggal rilis | Kamis, 3 September 2026 | — |
Wall Street Rating | Hold | — |
Target harga 1 tahun | $127,77 (rata-rata 34 analis) | — |
Revenue TTM (terakhir) | $11,20 miliar, tumbuh 4,2% YoY | — |
Net income TTM (terakhir) | $1,46 miliar, turun 19,3% | — |
EPS TTM (terakhir) | $12,40, turun 15,9% | — |
Pandangan konservatif | Morgan Stanley: Sell, target $93, mempertahankan rating meski saham sudah anjlok tajam | — |
Selain angka kuartalan, investor menanti kejelasan soal seberapa dalam penurunan laba berlanjut — analis memperkirakan EPS kuartalan turun tajam secara tahunan untuk periode yang akan dilaporkan, melanjutkan tren penurunan taksiran EPS FY2027 sekitar 17,6% yang sudah tercermin di estimasi analis. Pasar juga menanti arahan awal dari Heidi O'Neill, yang mulai menjabat sebagai CEO baru bulan ini, soal prioritas strategi turnaround ke depan.
Saham LULU ditutup di $120,81 (+5,05%) pada 28 Agustus 2026, dengan rentang perdagangan harian $116,35–$121,20.
Saham LULU masih berada sekitar 46,5% di bawah rekor tertinggi 52 minggunya di $225,98, meski rally satu hari terakhir membawanya menjauh dari level terendah 52 minggu di $104,44.
Beta saham ini tercatat 0,86, di bawah rata-rata pasar — namun ini tidak serta-merta berarti risiko rendah, mengingat penurunan besar yang sudah terjadi lebih mencerminkan risiko fundamental bisnis ketimbang volatilitas pasar umum. Market cap Lululemon saat ini $13,72 miliar, anjlok 41,8% dibanding setahun lalu.
Revenue 12 bulan terakhir (TTM) Lululemon tercatat $11,20 miliar, tumbuh tipis 4,2% YoY — jauh melambat dari laju pertumbuhan double-digit yang biasa dicatat Lululemon di tahun-tahun sebelumnya. Net income turun 19,3% menjadi $1,46 miliar, dan EPS turun 15,9% menjadi $12,40.
P/E saat ini di level 9,74x, tergolong sangat murah dibanding standar historis Lululemon sendiri. Namun forward P/E justru sedikit lebih tinggi di 10,99x — pola yang kebalikan dari valuasi murah-plus-pertumbuhan biasa, karena mencerminkan ekspektasi laba yang terus menurun ke depan (estimasi EPS FY2027 turun sekitar 17,6%), bukan pertumbuhan.
Metrik | Data |
|---|---|
Wall Street Rating | Hold |
Target Price (1 Tahun) | $127,77 |
Upside | +5,76% dari harga $120,81 (per 28 Agustus 2026) |
Sumber | Yahoo Finance |
Rata-rata target harga 1 tahun dari 34 analis adalah $127,77, menyiratkan upside terbatas sekitar 5,8% dari harga saat ini — namun rentang targetnya sangat lebar, dari $88 hingga $280, mencerminkan ketidakpastian besar soal arah bisnis ke depan. Target median $122 jauh lebih dekat ke harga pasar dibanding rata-rata, tanda bahwa sebagian target ekstrem tinggi menarik rata-rata ke atas.
Pergerakan analis dalam sepekan terakhir condong hati-hati: Goldman Sachs memangkas target dari $122 menjadi $111 (26 Agustus) sambil mempertahankan rating Hold, UBS memangkas dari $124 menjadi $120 (25 Agustus), dan Morgan Stanley mempertahankan rating Sell dengan target $93 (25 Agustus) — yang berarti di bawah harga pasar saat ini. Sebagai pembanding, JPMorgan justru menaikkan targetnya menjadi $154 dari $149 awal Agustus, salah satu pandangan lebih optimistis di antara analis yang meng-cover saham ini.
Yang lebih penting dari label "Hold" itu sendiri adalah komposisinya: dari 34 analis, hanya 1 yang memberi rating Strong Buy dan tidak ada Buy, sementara 29 Hold, 1 Sell, dan 3 Strong Sell — komposisi yang makin condong negatif dibanding awal tahun (Maret 2026: 3 Strong Buy, 1 Strong Sell dari 33 analis).
Lululemon adalah salah satu merek athleisure premium paling dikenal secara global, dengan basis pelanggan loyal terutama di Amerika Utara. Namun sepanjang 2026, perusahaan menghadapi kombinasi tantangan yang membuat ceritanya jauh berbeda dari masa keemasannya: pertumbuhan revenue yang melambat drastis, pemangkasan panduan kinerja pada Juni 2026, kontroversi merek di China, perselisihan proksi dengan salah satu pendiri yang baru diselesaikan, dan kini pergantian kepemimpinan besar-besaran.
Lonjakan 5,05% pada 28 Agustus tidak dipicu berita spesifik Lululemon — ini lebih mencerminkan posisi investor menjelang laporan kuartalan 3 September, ditambah potensi short covering setelah data short interest Agustus menunjukkan porsi saham yang dijual short cukup besar. Rebound berbasis short covering seperti ini cenderung rapuh jika tidak disusul hasil kuartal yang solid.
Heidi O'Neill mulai menjabat sebagai CEO baru Lululemon bulan ini, bersamaan dengan keluarnya Chief Communications Officer dan Chief AI & Technology Officer Ranju Das dalam beberapa pekan terakhir. Pergantian kepemimpinan sebanyak ini di tengah momen kritis turnaround menambah ketidakpastian eksekusi strategi ke depan, meski juga membuka ruang bagi arah baru.
Rentang target harga analis dari $88 hingga $280 — salah satu yang paling lebar untuk saham sekelas Lululemon — mencerminkan taruhan besar yang berbeda-beda soal apakah penurunan 46% ini sudah mencerminkan risiko sepenuhnya, atau justru belum. Perbedaan pandangan setajam ini antara Morgan Stanley (Sell, $93) dan JPMorgan (Neutral, $154) adalah sinyal bahwa earnings 3 September berpotensi jadi katalis penentu arah, bukan sekadar rilis rutin.
Penurunan saham hampir 47% dari puncak, pemangkasan panduan kinerja, dan estimasi EPS FY2027 yang terus direvisi turun semuanya menandakan masalah bisnis yang riil, bukan sekadar sentimen pasar sesaat. Investor perlu benar-benar yakin pada kemampuan eksekusi manajemen baru sebelum menganggap level harga saat ini otomatis murah.
Insiden "wrong drum" pada acara promosi Lululemon di Great Wall, China memicu reaksi negatif dari konsumen lokal terkait kepekaan budaya, di tengah laporan lebih luas bahwa merek-merek Amerika — termasuk Lululemon — kehilangan pangsa pasar di China akibat kompetisi domestik dan pergeseran preferensi konsumen. Pasar China selama ini jadi salah satu sumber pertumbuhan internasional utama Lululemon.
Dengan CEO baru, Chief Communications Officer, dan Chief AI & Technology Officer semuanya berganti dalam rentang waktu singkat, risiko eksekusi strategi turnaround meningkat — terlepas dari niat baik arah baru manajemen. Pasar biasanya butuh beberapa kuartal untuk menilai apakah kepemimpinan baru benar-benar mengubah lintasan bisnis.

Saham LULU ditutup di $120,81 pada 28 Agustus 2026, berada tepat di antara rata-rata pergerakan 50 hari (MA50: $117,81) yang baru direbut kembali, dan rata-rata pergerakan 20 hari (MA20: $121,06) yang belum berhasil ditembus. Namun secara jangka panjang, harga masih jauh di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (MA200: $154,09) — gap yang sangat lebar dan menegaskan bahwa tren utama saham ini masih bearish meski ada rebound jangka pendek.
Indikator Stochastic RSI (14,14,3,3) berada di level 25,21 (%K) dan 22,66 (%D) — sudah turun signifikan dari puncaknya beberapa pekan lalu, namun belum masuk zona oversold penuh (di bawah 20). Kombinasi ini menunjukkan momentum jangka pendek sedang mendingin setelah sempat menguat, bukan sinyal pembalikan tren yang terkonfirmasi. Dengan harga masih terjebak di antara MA20 dan MA50 dan jauh dari MA200, rally 5,05% hari ini lebih tepat dibaca sebagai bounce jangka pendek dalam tren turun yang panjang, ketimbang awal dari pemulihan penuh — konfirmasi lebih lanjut baru bisa didapat dari hasil earnings 3 September dan apakah harga berhasil bertahan di atas MA20 dan MA50 setelahnya.
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 20 Februari–28 Agustus 2026.
Kamu bisa membeli saham LULU secara legal melalui platform Pluang. Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.
Kamu bisa miliki saham AS seperti $LULU mulai dari $1 di Pluang, atau eksplor Options Trading untuk memanfaatkan volatilitas jelang earnings. Perdagangan options difasilitasi oleh PT PG Berjangka sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang berizin dan diawasi oleh OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek. Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini — pelanggan wajib melakukan riset sendiri sebelum bertransaksi.
Lululemon dijadwalkan merilis hasil kuartal kedua tahun fiskal 2026 pada Kamis, 3 September 2026.
Kenaikan ini tidak dipicu berita spesifik Lululemon — lebih mencerminkan posisi investor dan potensi short covering menjelang laporan kuartalan 3 September, setelah saham anjlok tajam sepanjang tahun dan short interest tercatat cukup tinggi.
Rata-rata target harga 1 tahun dari 34 analis adalah $127,77 (upside sekitar 5,8%), dengan rentang sangat lebar $88–$280 — Morgan Stanley memasang target paling rendah di $93 (rating Sell), sementara JPMorgan salah satu yang lebih optimistis di $154.
Heidi O'Neill mulai menjabat sebagai CEO baru Lululemon bulan September ini, di tengah proses turnaround perusahaan dan bersamaan dengan pergantian sejumlah eksekutif senior lain.
Insiden ini merujuk pada penggunaan jenis drum yang tidak tepat pada acara promosi Lululemon di Great Wall, China, yang memicu reaksi negatif dari konsumen lokal terkait kepekaan budaya dan berdampak pada reputasi merek Lululemon di pasar China.
Secara P/E (9,74x), saham LULU tergolong murah dibanding standar historisnya. Namun forward P/E yang justru lebih tinggi (10,99x) menunjukkan valuasi murah ini mencerminkan ekspektasi penurunan laba ke depan, bukan otomatis berarti murah = layak beli.
Saham LULU berada di antara MA50 ($117,81) dan MA20 ($121,06), namun masih jauh di bawah MA200 ($154,09). Stochastic RSI di level 25,21/22,66 — mendingin dari level tinggi tapi belum oversold — menandakan rebound jangka pendek dalam tren turun yang lebih panjang, bukan pembalikan tren yang terkonfirmasi.
Kamu bisa membeli saham LULU secara legal melalui platform Pluang. Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.
Tanggal | Perubahan |
|---|---|
1 September 2026 | Artikel dipublikasikan pada fase jelang earnings (pre-earnings). Data harga, teknikal, dan target analis per 28 Agustus 2026. |
Download aplikasi Pluang untuk investasi di 1000+ pilihan aset yang mencakup Saham AS & ETF, Options Trading untuk Saham AS & ETF, Aset Crypto, Crypto Futures, Emas, dan juga puluhan produk Reksa Dana, semua mulai dari Rp10.000 saja. Pluang bekerja sama dengan mitra-mitra yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bappebti, dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Yuk, download dan mulai investasi di aplikasi Pluang sekarang!
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.


