
Lululemon merilis hasil Q2 FY2026 pada Kamis, 3 September 2026: revenue $2,42 miliar, meleset 1,9% dari konsensus $2,46 miliar dan turun 4% YoY.
Saham LULU anjlok 17,9% di after-hours ke $99,95 — di bawah level terendah 52 minggunya — setelah manajemen memangkas panduan revenue dan EPS setahun penuh untuk kedua kalinya tahun ini.
EPS $2,92 beat konsensus $1,80 sebesar 62%, namun $0,86 dari EPS tersebut berasal dari refund tarif satu kali — di luar item itu, beat aktual hanya sekitar 14%.
Lululemon belum secara resmi mengonfirmasi tanggal rilis Q3 FY2026. Secara historis, perusahaan merilis laporan kuartal ketiganya pada awal Desember — jadwal pasti akan diumumkan lebih dekat ke tanggalnya.
Laporan yang baru dirilis pada 3 September 2026 mencakup kuartal kedua tahun fiskal 2026 (Q2 FY2026) — kuartal yang jadi ujian penting bagi proses turnaround Lululemon, dan hasilnya mengonfirmasi bahwa pemulihan masih jauh dari selesai tepat saat CEO baru, Heidi O'Neill, baru mulai menjabat.
Jelang rilis 3 September 2026, pasar menantikan kejelasan soal seberapa dalam pelemahan laba berlanjut dan arahan awal dari CEO baru Heidi O'Neill soal prioritas turnaround. Setelah rilis, hasil aktual mengonfirmasi skenario pesimistis: revenue meleset dari estimasi dan panduan setahun penuh dipangkas lagi, menegaskan bahwa proses pemulihan masih menghadapi tantangan struktural.
Metrik | Ekspektasi / konsensus jelang rilis | Aktual |
|---|---|---|
Periode laporan | Q2 FY2026 | Q2 FY2026 |
Tanggal rilis | Kamis, 3 September 2026 | Kamis, 3 September 2026 |
Wall Street Rating | Hold | Hold (dipertahankan, sejumlah target dipangkas) |
Target harga 1 tahun | $127,77 (rata-rata 34 analis) | $122,00 |
Revenue Q2 (konsensus) | $2,46 miliar | $2,42 miliar (turun 4% YoY, meleset 1,9% dari konsensus) |
EPS (konsensus) | $1,80 | $2,92 (beat 62% headline; ~14% jika dikeluarkan refund tarif $0,86/saham) |
Guidance FY2026 (sebelumnya) | Revenue $11,0-11,15 miliar, EPS $10,95-11,15 | Dipangkas ke $10,35-10,50 miliar dan EPS $9,48-9,73 — pemangkasan kedua tahun ini |
Pandangan konservatif | Morgan Stanley: Sell, target $93, mempertahankan rating meski saham sudah anjlok tajam | Terkonfirmasi: hasil dan panduan yang lebih lemah menegaskan tesis bearish tersebut |
Manajemen memangkas panduan revenue FY2026 menjadi $10,35-10,50 miliar, dari panduan sebelumnya $11,0-11,15 miliar, dan memangkas panduan EPS menjadi $9,48-9,73 dari $10,95-11,15 — pemangkasan kedua sepanjang tahun ini, mencerminkan tekanan lalu lintas toko yang lebih lemah, tekanan markdown, dan kenaikan belanja. Comparable sales turun 9% (10% pada basis mata uang konstan), revenue Amerika turun 8%. Gross margin membaik menjadi 60,5% (dari 58,5% setahun lalu), namun operating margin justru turun menjadi 18,8% (dari 20,7%) — sinyal bahwa efisiensi biaya operasional belum sejalan dengan perbaikan margin kotor.
Saham LULU anjlok 17,9% di perdagangan setelah jam bursa (after-hours) pada 3 September 2026 ke $99,95, dari level penutupan sebelum earnings di $120,81 — jatuh di bawah level terendah 52 minggunya di $104,44.
Penurunan ini terjadi meski EPS headline $2,92 jauh mengalahkan konsensus $1,80 — namun pasar dengan cepat mengidentifikasi bahwa $0,86 dari EPS tersebut berasal dari refund tarif satu kali (IEEPA) senilai $134,5 juta, bukan perbaikan operasional yang berkelanjutan. Fokus pasar sepenuhnya tertuju pada revenue yang meleset dan pemangkasan panduan setahun penuh untuk kedua kalinya.
Revenue Q2 FY2026 tercatat $2,42 miliar, turun 4% YoY dan meleset 1,9% dari konsensus $2,46 miliar — bahkan di bawah batas bawah panduan perusahaan sendiri ($2,45-2,475 miliar). Comparable sales turun 9% (10% pada basis mata uang konstan). EPS $2,92 mengalahkan konsensus $1,80 sebesar 62%, namun $0,86 per saham berasal dari refund tarif satu kali; EPS inti tanpa item tersebut sekitar $2,06 — masih beat konsensus sekitar 14%, namun jauh lebih kecil dari headline. Net income $329,2 juta, turun dari $370,9 juta tahun lalu.
Dengan panduan FY2026 yang dipangkas ke revenue $10,35-10,50 miliar dan EPS $9,48-9,73 — pemangkasan kedua tahun ini — pasar kini menilai Lululemon dengan asumsi pemulihan yang jauh lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Penurunan harga saham 17,9% pasca-earnings secara efektif menyesuaikan valuasi ke bawah untuk mencerminkan lintasan laba yang lebih lemah, di tengah operating margin yang justru menyusut meski gross margin membaik.
Metrik | Data |
|---|---|
Wall Street Rating | Hold |
Target Price (1 Tahun) | $122,00 |
Upside | +0,19% dari harga penutupan 3 September 2026 di level 121,77 |
Sumber | S&P Global Market Intelligence via stockanalysis.com, revisi analis individual |
Setelah earnings, rata-rata target harga 1 tahun $122,00 dengan rating Hold. Pasca-rilis, sejumlah analis besar memangkas target secara signifikan: Goldman Sachs memangkas $11 menjadi $111 (mempertahankan Neutral), Bank of America memangkas ke $140 dari $175, Telsey Advisory Group memangkas tajam ke $122 dari $175, dan Piper Sandler memangkas ke $110 dari $130 — semua mengutip tekanan permintaan yang persisten, sentimen konsumen yang lemah, promosi yang meningkat, dan potensi perlambatan pertumbuhan di China.
Rentang pemangkasan target yang lebar ini (dari -$5 hingga -$53 di antara firma-firma yang disebutkan) menunjukkan bahwa analis masih dalam proses menyesuaikan model mereka terhadap panduan baru yang jauh lebih rendah — investor disarankan memantau revisi lanjutan dalam beberapa hari ke depan.
Lululemon adalah produsen pakaian olahraga dan gaya hidup premium (athleisure) dengan basis pelanggan loyal, terutama di Amerika Utara. Sepanjang tahun ini, perusahaan menghadapi tekanan berat dari perlambatan traffic toko, kompetisi ketat di kategori athleisure, dan kekhawatiran soal pasar China — sembari menjalani transisi kepemimpinan ke CEO baru Heidi O'Neill.
Revenue $2,42 miliar tidak hanya meleset 1,9% dari konsensus, tapi juga berada di bawah batas bawah panduan perusahaan sendiri ($2,45-2,475 miliar) — sinyal bahwa manajemen sendiri terlalu optimis saat memberi panduan kuartal ini, apalagi setelah comparable sales turun 9-10%.
EPS $2,92 terlihat mengalahkan konsensus $1,80 secara dramatis (62%), namun $0,86 per saham berasal dari refund tarif IEEPA senilai $134,5 juta — bukan perbaikan operasional. Pasar dengan cepat melihat lewat angka headline ini dan fokus ke EPS inti yang jauh lebih moderat, di sekitar $2,06.
Manajemen memangkas panduan revenue dan EPS FY2026 untuk kedua kalinya sepanjang tahun — pemangkasan revenue sekitar 5,9% dan EPS sekitar 13,4% pada titik tengah dibanding panduan sebelumnya. Pola pemangkasan berulang ini adalah sinyal paling mengkhawatirkan bagi investor: proses turnaround belum menunjukkan titik balik yang jelas, tepat saat kepemimpinan baru mulai masuk.
Gross margin naik ke 60,5% dari 58,5%, namun operating margin justru turun ke 18,8% dari 20,7% — tanda bahwa kenaikan belanja operasional (SG&A, marketing, atau biaya lain) menggerus perbaikan di level gross margin. Investor perlu memantau apakah tren ini berbalik di kuartal-kuartal mendatang.
CEO baru Heidi O'Neill baru mulai menjabat tepat saat panduan dipangkas untuk kedua kalinya. Pasar belum mendapat kejelasan penuh soal prioritas strategi turnaround yang akan dijalankan kepemimpinan baru ini, menambah ketidakpastian jangka pendek di atas tantangan operasional yang sudah ada.
Ini adalah pemangkasan panduan setahun penuh yang kedua kalinya di FY2026 — pola yang membuat investor semakin skeptis terhadap keandalan panduan manajemen ke depan. Sampai perusahaan bisa menunjukkan rekam jejak memenuhi (bukan memangkas) panduannya sendiri, sentimen pasar kemungkinan tetap tertekan.
Saham LULU anjlok 17,9% pasca-rilis earnings ke $99,95, jatuh di bawah level terendah 52 minggu sebelumnya di $104,44 — artinya saham kini mencetak rekor terendah 52 minggu yang baru. Data teknikal granular (MA20/50/200, Stochastic RSI) untuk periode pasca-earnings 3-4 September 2026 belum tersedia dari sumber chart yang digunakan, namun penembusan di bawah level terendah 52 minggu adalah sinyal teknikal negatif yang signifikan, menandakan tekanan jual yang kuat tanpa level support historis terdekat untuk menahan penurunan lebih lanjut.
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 3-4 September 2026.
Kamu bisa membeli saham LULU secara legal melalui platform Pluang. Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.
Kamu bisa miliki saham AS seperti $LULU mulai dari $1 di Pluang, atau eksplor Options Trading untuk memanfaatkan volatilitas pasca-earnings. Perdagangan options difasilitasi oleh PT PG Berjangka sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang berizin dan diawasi oleh OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek. Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini — pelanggan wajib melakukan riset sendiri sebelum bertransaksi.
Lululemon merilis hasil kuartal kedua tahun fiskal 2026 pada Kamis, 3 September 2026, setelah penutupan pasar.
Revenue $2,42 miliar meleset 1,9% dari konsensus $2,46 miliar. EPS $2,92 beat konsensus $1,80 sebesar 62% secara headline, namun hanya sekitar 14% jika refund tarif satu kali $0,86/saham dikeluarkan.
Saham anjlok 17,9% karena pasar fokus pada revenue yang meleset dan pemangkasan panduan setahun penuh untuk kedua kalinya, bukan pada EPS headline yang sebagian besar didorong refund tarif satu kali, bukan perbaikan operasional.
Panduan revenue dipangkas ke $10,35-10,50 miliar dari $11,0-11,15 miliar, dan panduan EPS dipangkas ke $9,48-9,73 dari $10,95-11,15 — masing-masing sekitar 5,9% dan 13,4% di titik tengah.
Comparable sales turun 9% (10% pada basis mata uang konstan), dipicu oleh lalu lintas toko yang lebih lemah, tekanan markdown, dan persaingan ketat di kategori athleisure — terutama di pasar Amerika yang turun 8%.
Setelah earnings, rata-rata target $122,00 (Hold). Pasca-earnings, sejumlah firma memangkas tajam: Goldman Sachs ke $111, BofA ke $140, Telsey Advisory ke $122, Piper Sandler ke $110.
Risiko utama meliputi operating margin yang terus menyusut meski gross margin membaik, ketidakpastian arah strategi di bawah CEO baru Heidi O'Neill, dan riwayat pemangkasan panduan berulang yang mengikis kepercayaan pasar terhadap manajemen.
Heidi O'Neill mulai menjabat sebagai CEO baru Lululemon pada September 2026, tepat bersamaan dengan pemangkasan panduan kedua tahun ini — menambah ketidakpastian jangka pendek soal arah strategi turnaround ke depan.
Tanggal resmi Q3 FY2026 belum diumumkan. Secara historis, Lululemon merilis hasil kuartal ketiganya pada awal Desember.
Kamu bisa membeli saham LULU secara legal melalui platform Pluang. Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.
Tanggal | Perubahan |
|---|---|
31 Agustus 2026 | Artikel dipublikasikan pada fase jelang earnings (pre-earnings). Data harga, kinerja, dan target analis per 28 Agustus 2026. |
4 September 2026 | Pasca-earnings: reaksi harga (-17,9%), revisi target analis dari 4 firma besar, dan kondisi teknikal diperbarui; 2 FAQ baru ditambahkan (CEO baru dan jadwal earnings berikutnya). |
Download aplikasi Pluang untuk investasi di 1000+ pilihan aset yang mencakup Saham AS & ETF, Options Trading untuk Saham AS & ETF, Aset Crypto, Crypto Futures, Emas, dan juga puluhan produk Reksa Dana, semua mulai dari Rp10.000 saja. Pluang bekerja sama dengan mitra-mitra yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bappebti, dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Yuk, download dan mulai investasi di aplikasi Pluang sekarang!
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.


