Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Saham Haji Isam: JARR, TEBE, PGUN, PACK & Rencana BYAN
shareIcon

Saham Haji Isam: JARR, TEBE, PGUN, PACK & Rencana BYAN

10 Sep 2026, 4:44 PM
·
Waktu baca: 8 menit
shareIcon
Saham Haji Isam: JARR, TEBE, PGUN, PACK & Rencana BYAN
Daftar saham Haji Isam di BEI: JARR, TEBE, PGUN, PACK, status perjanjian BYAN 30% (16 Sep 2026), soal FAST, suspensi terbaru, dan harga 1 lot.

Saham Haji Isam adalah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terhubung dengan Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam) dan Jhonlin Group melalui perusahaan holding, perusahaan keluarga, atau pembelian pribadi, yaitu JARR, TEBE, PGUN, dan PACK. Emiten intinya, JARR, dikendalikan PT Eshan Agro Sentosa dengan 86,64% saham (register pemegang saham BEI, 31 Maret 2026). Selain itu, PT Jhonlin Baratama menandatangani perjanjian bersyarat untuk membeli sekitar 30% saham Bayan Resources (BYAN) pada 16 September 2026, yang penyelesaiannya masih menunggu syarat pendahuluan (IDNFinancials, 17 September 2026).

Apa Saja Saham Haji Isam?

Saham Haji Isam yang tercatat di register pemegang saham BEI ada empat: JARR, TEBE, PGUN, dan PACK, dengan tiga di antaranya dikendalikan entitas grup dan satu berupa kepemilikan pribadi non-pengendali. Haji Isam adalah pengusaha asal Batulicin, Kalimantan Selatan, dan Jhonlin Group yang ia bangun bergerak di perkebunan dan pengolahan sawit, biodiesel, jasa pertambangan, logistik, dan infrastruktur.

Tabel: Emiten terkait Haji Isam dan sifat kepemilikannya

Kode

Nama perusahaan

Bidang

Sifat kepemilikan

Kepemilikan

Sumber dan tanggal

JARR

PT Jhonlin Agro Raya Tbk

Sawit, CPO, biodiesel

Holding grup (PT Eshan Agro Sentosa)

86,64%

Register BEI, 31 Mar 2026

TEBE

PT Dana Brata Luhur Tbk

Infrastruktur dan pelabuhan tambang

Holding (PT Dua Samudera Perkasa)

76,91%

Register BEI, 31 Mar 2026

PGUN

PT Pradiksi Gunatama Tbk

Perkebunan sawit

Perusahaan keluarga (PT Araya Agro Lestari 38,44% + PT Citra Agro Raya 38,25%)

76,69%

Register BEI, 31 Mar 2026; Kontan, 17 Mei 2026

PACK

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk

Kemasan, dengan rencana ekspansi mineral

Pembelian pribadi, non-pengendali

21,12% (6,83 miliar saham, dibeli 13 Mei 2026)

Kontan, 17 Mei 2026

Komposisi pemegang saham dapat berubah setiap bulan; periksa Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek terbaru di idx.co.id.

Pada PACK, pengendalinya adalah PT Eco Energi Perkasa, yang tercatat memegang 46,31% per 31 Maret 2026, sebelum pembelian Haji Isam. Karena itu, PACK lebih tepat disebut emiten dengan kepemilikan minoritas Haji Isam, bukan emiten Jhonlin Group. Sebagai bukti silang, PT Baramega Citra Mulia Persada tercatat di register PGUN (15,69%) dan JARR (2,72%), yang mendukung adanya klaster kepemilikan yang saling terhubung.

Apakah Haji Isam Membeli Saham Bayan Resources (BYAN)?

Ya, dalam bentuk perjanjian bersyarat: pada 16 September 2026, Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani perjanjian jual beli 10.000.000.500 saham BYAN, atau sekitar 30%, kepada PT Jhonlin Baratama, divisi pertambangan Jhonlin Group (Bisnis.com, 23 September 2026). Hingga 23 September 2026, penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan syarat pendahuluan, sehingga Jhonlin Baratama belum tercatat sebagai pemegang saham BYAN.

Kabar ini berbeda dari rumor sebelumnya. Pada pertengahan Agustus 2026 beredar kabar Haji Isam akan mengambil sekitar 62,2% saham BYAN; JARR menyampaikan klarifikasi ke BEI bahwa tidak ada rencana tersebut, dan sekretaris perusahaan BYAN menyatakan pada 18 Agustus 2026 bahwa perusahaan tidak mengetahui rencana itu (CNBC Indonesia, 20 Agustus 2026). Transaksi yang ditandatangani pada September memiliki porsi dan pihak yang berbeda.

Karena belum tuntas, BYAN belum dimasukkan dalam tabel emiten di atas. Harga terkini BYAN dapat dicek di halaman harga saham BYAN hari ini.

Apakah FAST (KFC Indonesia) Termasuk Saham Haji Isam?

Tidak. Haji Isam dan entitas Jhonlin Group tidak tercatat sebagai pemegang saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST); register FAST per 31 Maret 2026 mencatat PT Gelael Pratama 41,18% dan PT Indoritel Makmur Internasional 37,51% sebagai pemegang saham utama.

Kaitannya ada di tingkat anak usaha. PT Shankara Fortuna Nusantara, yang 45% sahamnya dimiliki anak Haji Isam, membeli saham PT Jagonya Ayam Indonesia, anak usaha FAST, efektif 30 Juni 2025 senilai Rp54,44 miliar, dengan kepemilikan hingga 35%, sementara FAST tetap memegang 55% (detik.com, 2 Oktober 2025). Membeli saham FAST karena itu bukan cara memperoleh eksposur ke kepemilikan Haji Isam.

Bagaimana Kinerja Emiten Haji Isam pada Semester I 2026?

Laba bersih tiga emiten inti Haji Isam turun secara tahunan pada semester I 2026, dengan penurunan tajam pada PGUN sebesar 47,0% menjadi Rp44 miliar (EmitenNews, 18 Agustus 2026).

Tabel: Laba bersih emiten inti Haji Isam, semester I 2026

Kode

Laba bersih S1 2026 (Rp)

Perubahan tahunan (%)

Sumber

JARR

159 miliar

−1,2

EmitenNews, 18 Agu 2026

PGUN

44 miliar

−47,0

EmitenNews, 18 Agu 2026

TEBE

20 miliar

−26,2

EmitenNews, 18 Agu 2026

Data PACK semester I 2026 belum kami verifikasi dari sumber bertanggal sehingga tidak dicantumkan.

Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–30 Juni 2026. Di pasar, harga saham kelompok ini justru melonjak pada Agustus–September 2026, sehingga pergerakan harga dan kinerja keuangan perlu dibaca terpisah.

Emiten Haji Isam Mana yang Pernah Disuspensi BEI?

Keempat emiten Haji Isam pernah disuspensi BEI, termasuk JARR, PACK, dan TEBE pada September 2026.

•      TEBE: disuspensi di pasar reguler dan tunai mulai 21 September 2026 karena peningkatan harga kumulatif, setelah naik 95,31% dalam tiga bulan (IDNFinancials, 21 September 2026); suspensinya kemudian dibuka kembali.

•      PACK: masuk UMA sejak 24 Agustus 2026, disuspensi mulai 1 September 2026 setelah naik lebih dari 137% sepanjang Agustus, lalu diperdagangkan kembali pada 17 September 2026 di papan pemantauan khusus dengan mekanisme full call auction (Investor Trust, 17 September 2026).

•      PGUN: disuspensi BEI pada Juli 2025 setelah harganya naik lebih dari 100% (Bisnis.com, 29 Juli 2025).

•      JARR: disuspensi sebagai langkah pendinginan mulai 11 September 2026 (CNBC Indonesia, 11 September 2026) dan kini kembali diperdagangkan; sebelumnya juga disuspensi dan dibuka kembali pada Oktober 2025 (CNBC Indonesia, 20 Oktober 2025).

UMA (Unusual Market Activity) adalah pengumuman BEI atas aktivitas perdagangan yang dinilai tidak wajar, bukan tuduhan pelanggaran. Pada papan pemantauan khusus dengan full call auction, order dikumpulkan lalu dicocokkan pada waktu tertentu, bukan secara berkelanjutan. Status terbaru dapat diperiksa di idx.co.id.

Berapa Harga 1 Lot Saham Haji Isam?

Berdasarkan harga penutupan terakhir per 23 September 2026, harga 1 lot saham (100 lembar) emiten Haji Isam berkisar Rp56.000 untuk PACK hingga Rp940.000 untuk PGUN (IDNFinancials). Minimum pembelian saham Indonesia adalah 1 lot per saham.

Tabel: Harga, nilai 1 lot, dan estimasi biaya beli (per 23 September 2026)

Kode

Harga penutupan terakhir (Rp/lembar)

Nilai 1 lot = minimum pembelian (Rp)

Biaya beli di Pluang 0,15% (Rp)

Estimasi total dana beli 1 lot (Rp)

JARR

3.320

332.000

498

332.498

TEBE

1.980

198.000

297

198.297

PGUN

9.400

940.000

1.410

941.410

PACK

560

56.000

84

56.084

Harga penutupan terakhir per 23 September 2026 (IDNFinancials). TEBE sempat disuspensi mulai 21 September 2026; angkanya adalah harga penutupan terakhir sebelum sesi 24 September 2026. Biaya beli 0,15% dan biaya jual 0,25% (termasuk PPh Final 0,1% atas nilai jual) sesuai halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang, diakses 24 September 2026.

Komponen biaya perlu dibaca terpisah: trading fee atau komisi broker berbeda-beda antarsekuritas, levy BEI/KSEI dan biaya KPEI merupakan pungutan yang diatur, sedangkan PPh Final 0,1% atas penjualan dikenakan sesuai ketentuan perpajakan pasar modal, bukan komponen biaya sekuritas. Rinciannya ada di halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang. Harga terkini dapat dicek di halaman harga saham JARR, TEBE, PGUN, dan PACK hari ini.

Kenapa Daftar Saham Haji Isam Berbeda di Setiap Sumber?

Daftar saham Haji Isam berbeda karena sumber sering mencampur empat hal yang seharusnya dipisahkan.

1.    Kepemilikan di emiten vs transaksi di anak usaha. Sebagian media masih memasukkan FAST, padahal kaitannya ada di anak usaha FAST, PT Jagonya Ayam Indonesia.

2.    Rumor vs perjanjian vs transaksi tuntas. Rumor BYAN 62,2% pada Agustus 2026 dibantah, sedangkan perjanjian 30% pada September 2026 sudah ditandatangani tetapi belum tuntas.

3.    Pengendali vs minoritas. PACK sering ditampilkan setara dengan JARR, padahal satu kepemilikan minoritas 21,12% dan satunya kepemilikan pengendali 86,64%.

4.    Periode data. Angka kepemilikan berbeda antarsumber karena memakai bulan register yang berbeda atau salah ketik; periksa bulan data yang dipakai.

Cara memeriksanya: buka Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek di situs BEI dan cek apakah entitas yang diklaim ada di register emiten tersebut.

Apa Risiko Berinvestasi pada Emiten dengan Kepemilikan Terkonsentrasi?

Risiko utamanya adalah porsi saham publik yang kecil: pengendali memegang 76–87% saham di tiga dari empat emiten, sehingga harga dapat bergerak tajam pada volume yang relatif kecil. Risiko lainnya:

•      Riwayat peninjauan bursa: keempat emiten pernah disuspensi atau masuk UMA, dan PACK kini diperdagangkan di papan pemantauan khusus.

•      Pergerakan harga yang tidak searah dengan kinerja: laba tiga emiten inti turun pada semester I 2026, sementara harga sahamnya melonjak.

•      Konsentrasi sektor: JARR dan PGUN sama-sama bergantung pada harga CPO dan kebijakan biodiesel.

•      Ketergantungan pada pengendali: arah strategis emiten bergantung pada keputusan pemegang saham pengendali.

•      Risiko likuiditas dan volatilitas: saham dengan porsi publik kecil dapat sulit dijual pada harga yang diinginkan.

Di sisi lain, keterhubungan rantai usaha hulu–hilir di dalam satu grup dapat memberi visibilitas pasokan bahan baku bagi emiten sawitnya. Dinamika harga CPO yang memengaruhi JARR dan PGUN dibahas di artikel saham sawit apa saja di BEI.

Bagaimana Cara Beli Saham Haji Isam di Pluang?

Saham JARR, TEBE, PGUN, dan PACK dapat dibeli di aplikasi Pluang melalui menu Saham Indonesia, dengan minimum pembelian 1 lot (100 lembar) per saham. Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah Membeli Saham di Aplikasi Pluang

1.    Buka aplikasi Pluang dan login ke akun kamu.

2.    Pilih menu Saham Indonesia, lalu cari kode saham yang diinginkan, misalnya "JARR".

3.    Periksa status perdagangan saham tersebut, termasuk apakah sedang disuspensi atau berada di papan pemantauan khusus.

4.    Klik "Beli", lalu masukkan harga dan jumlah lot (minimum 1 lot atau 100 lembar), dan pastikan saldo RDN (Rekening Dana Nasabah) mencukupi.

5.    Periksa ringkasan order, konfirmasi, lalu cek statusnya di riwayat transaksi.

Karena emiten ini terkonsentrasi pada satu grup, perhatikan diversifikasi portofolio agar dana tidak bertumpu pada satu kelompok usaha.

Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.

Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.

Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.

Pertanyaan Seputar Saham Haji Isam

Berapa jumlah saham Haji Isam di BEI?

Empat emiten tercatat di register pemegang saham: JARR, TEBE, PGUN, dan PACK. BYAN menyusul jika pembelian sekitar 30% saham oleh PT Jhonlin Baratama, yang diteken 16 September 2026, tuntas.

Apakah Haji Isam sudah memiliki saham BYAN?

Belum tercatat. PT Jhonlin Baratama menandatangani perjanjian bersyarat untuk membeli 10.000.000.500 saham BYAN pada 16 September 2026, dan penyelesaiannya masih menunggu syarat pendahuluan.

Apakah Haji Isam memiliki saham KFC (FAST)?

Tidak. Pemegang saham utama FAST adalah PT Gelael Pratama 41,18% dan PT Indoritel Makmur Internasional 37,51% per 31 Maret 2026. Kaitannya ada di anak usaha FAST, PT Jagonya Ayam Indonesia.

Kesimpulan

Saham Haji Isam mencakup empat emiten BEI: JARR (86,64% melalui PT Eshan Agro Sentosa), TEBE (76,91% melalui PT Dua Samudera Perkasa), PGUN (76,69% melalui dua perusahaan keluarga), dan PACK (21,12% kepemilikan pribadi non-pengendali). BYAN berpotensi menjadi emiten kelima setelah perjanjian pembelian sekitar 30% saham pada 16 September 2026 tuntas, sedangkan FAST bukan saham Haji Isam karena kaitannya di tingkat anak usaha. Dengan porsi publik yang kecil, riwayat suspensi, dan laba semester I 2026 yang turun, status perdagangan dan keterbukaan informasi tiap emiten perlu diperiksa sebelum bertransaksi. Untuk perbandingan dengan grup usaha lain, baca saham konglomerat Indonesia.

Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.

Riwayat Pembaruan Artikel

Tanggal

Perubahan

10 September 2026

Artikel dipublikasikan: empat emiten Haji Isam (JARR, TEBE, PGUN, PACK) dengan data register BEI per 31 Maret 2026, klarifikasi FAST, dan bantahan rumor BYAN Agustus 2026.

24 September 2026

Bagian BYAN diperbarui (perjanjian jual beli bersyarat sekitar 30% saham kepada PT Jhonlin Baratama, 16 September 2026); status suspensi TEBE (21 September 2026) dan PACK (1–17 September 2026, papan pemantauan khusus) ditambahkan; tabel laba semester I 2026 dan tabel harga 1 lot ditambahkan; sumber kaitan FAST diperbarui; bagian cara beli beserta blok disclaimer produk ditambahkan.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1