Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Saham Grup Astra: Daftar Emiten ASII di BEI 2026
shareIcon

Saham Grup Astra: Daftar Emiten ASII di BEI 2026

25 Sep 2026, 4:22 PM
·
Waktu baca: 5 menit
shareIcon
gedung-astra-saham-grup-astra
Astra bukan cuma ASII. Per pemetaan artikel ini terhadap data publik AlphaInvestasi dan laporan keterbukaan informasi, setidaknya 6 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) berada dalam struktur Grup Astra, dengan PT Astra International Tbk (ASII) menguasai 59,5% saham United Tractors (UNTR) sebagai salah satu kepemilikan terbesarnya. Artikel ini memetakan seluruh emiten Grup Astra, siapa pengendali ASII sendiri, dan dua nama yang sering keliru dikira masih bagian dari grup ini.

Jawaban Singkat:

  • Grup Astra terdiri dari ASII sebagai induk plus 5 anak usaha inti: UNTR, AUTO, AALI, ASGR, dan ACST.
  • ASII sendiri dikendalikan oleh Jardine Cycle & Carriage (Jardine Matheson Group), bukan keluarga pendiri Astra.
  • Bank Permata (BNLI) dan ASSA (Adi Sarana Armada) bukan lagi/bukan bagian dari Grup Astra -- keduanya sering keliru dikira terafiliasi karena sektor atau nama yang mirip.

Apa Itu Grup Astra dan Siapa Pemiliknya?

Grup Astra adalah konglomerasi bisnis Indonesia yang didirikan William Soeryadjaya pada 1957 dan kini beroperasi lewat PT Astra International Tbk (ASII) sebagai blue chip yang membentang dari otomotif, alat berat dan pertambangan, agribisnis, jasa keuangan, hingga infrastruktur dan teknologi. Berbeda dari Grup Salim yang masih dikendalikan keluarga pendirinya, pemegang saham pengendali ASII saat ini adalah Jardine Cycle & Carriage, bagian dari Jardine Matheson Group yang berbasis di Singapura/Hong Kong -- bukan keluarga Soeryadjaya, yang melepas kendali pada masa krisis ekonomi 1997-1998. Sebagai gambaran skala kepemilikan itu, Jardine tercatat menerima dividen ASII senilai Rp5,92 triliun pada Mei 2026 (Bisnis.com, 24 April 2026).

Berapa Banyak Emiten Grup Astra yang Terdaftar di BEI?

Ada 6 emiten inti yang berada dalam struktur Grup Astra di BEI per pemetaan artikel ini.

TickerNama EmitenSektorKeterkaitan dengan ASIISumber & Tanggal Data
ASIIAstra International TbkInduk multisektor (otomotif, alat berat, agribisnis, jasa keuangan)Perusahaan induk; tercatat di BEI sejak 4 April 1990AlphaInvestasi, diakses Sep 2026
UNTRUnited Tractors TbkAlat berat, kontraktor pertambangan, energi59,5% dikuasai ASIIAlphaInvestasi, diakses Sep 2026
AUTOAstra Otoparts TbkKomponen otomotifAnak usaha mayoritas ASIIInvestasiKu, diakses Sep 2026
AALIAstra Agro Lestari TbkPerkebunan sawitAnak usaha mayoritas ASII; tercatat sejak 1997InvestasiKu, diakses Sep 2026
ASGRAstra Graphia TbkSolusi TI & dokumen (distributor Fujifilm)Anak usaha ASII; tercatat sejak 1989InvestasiKu, diakses Sep 2026
ACSTAcset Indonusa TbkJasa konstruksiAnak usaha -- dikuasai lewat UNTR, bukan langsung ASIIInvestasiKu, diakses Sep 2026

Bagaimana Struktur Kepemilikan Grup Astra Bekerja?

ASII beroperasi sebagai induk dua lapis. Untuk UNTR, AUTO, AALI, dan ASGR, kepemilikan mayoritas dipegang langsung oleh ASII. Sementara ACST justru dikuasai lewat UNTR, bukan langsung oleh ASII -- artinya performa ACST lebih terkait dengan siklus bisnis alat berat dan konstruksi tambang milik UNTR ketimbang bisnis otomotif ASII secara umum. Di level teratas, ASII sendiri dikendalikan Jardine Cycle & Carriage, yang membuat arah strategi Grup Astra juga dipengaruhi kebijakan investasi Jardine Matheson Group secara regional, bukan semata keputusan manajemen lokal.

Apakah Bank Permata (BNLI) dan ASSA Masih Bagian dari Grup Astra?

Dua nama ini kerap keliru dikaitkan dengan Grup Astra, dan keduanya perlu diluruskan. Bank Permata (BNLI) memang pernah menjadi bagian dari Grup Astra, tapi ASII melepas seluruh kepemilikannya kepada Bangkok Bank Public Company Limited pada Mei 2020 senilai Rp16,83 triliun (Bisnis.com dan Kontan, Mei 2020) -- sehingga BNLI sudah bukan bagian dari Grup Astra selama lebih dari lima tahun terakhir. Sementara ASSA (Adi Sarana Armada) memang bergerak di sektor jasa otomotif dan rental kendaraan yang mirip lini bisnis Astra, tapi emiten ini sebenarnya berada dalam Grup Triputra, bukan Grup Astra -- kemiripan sektor bisnislah yang sering membuat keduanya tertukar.

Risiko Berinvestasi pada Saham Satu Grup Konglomerasi

Sebelum memborong beberapa kode saham Astra sekaligus, perhatikan tiga hal ini:

  1. Ketergantungan pada siklus komoditas dan alat berat. ASII dan UNTR sama-sama punya eksposur besar ke harga batu bara dan aktivitas pertambangan, sehingga keduanya bisa tertekan bersamaan saat harga komoditas melemah.
  2. ACST terikat siklus UNTR, bukan ASII secara umum. Karena dikuasai lewat UNTR, performa ACST lebih sensitif terhadap belanja modal sektor tambang ketimbang penjualan mobil atau motor Astra.
  3. Pengendali di luar Indonesia. Karena Jardine Cycle & Carriage adalah pemegang saham pengendali ASII, keputusan strategis jangka panjang turut dipengaruhi kepentingan bisnis Jardine Matheson Group secara regional.

Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan.

Cara Membeli Saham Grup Astra di Pluang

Saham-saham Grup Astra di atas bisa kamu beli lewat produk Saham Indonesia di aplikasi Pluang. Langkah umumnya:

1. Buka dan verifikasi akun Pluang

Unduh aplikasi Pluang, daftar, dan lengkapi verifikasi data diri (KYC) sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Buka fitur Saham Indonesia

Masuk ke menu Saham Indonesia dan lengkapi pembukaan Sub-Rekening Efek jika diminta oleh sistem.

3. Cari kode saham yang kamu tuju

Ketik ticker seperti ASII, UNTR, atau AALI pada kolom pencarian untuk melihat data harga dan fundamentalnya.

4. Tentukan jumlah lot dan lakukan transaksi

Perhatikan harga per lot (1 lot = 100 lembar) dan sektor masing-masing emiten sebelum menekan tombol beli.

Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

FAQ Seputar Saham Grup Astra

Apakah Bank Permata (BNLI) masih bagian dari Grup Astra?

Tidak. ASII melepas seluruh kepemilikannya di BNLI kepada Bangkok Bank Public Company Limited pada Mei 2020 senilai Rp16,83 triliun (Bisnis.com dan Kontan, Mei 2020).

Apakah ASSA (Adi Sarana Armada) bagian dari Grup Astra?

Bukan. Meski sama-sama di sektor otomotif dan sering tertukar karena kemiripan nama, ASSA berada dalam Grup Triputra, bukan Grup Astra.

Siapa pemegang saham pengendali Astra International (ASII)?

Jardine Cycle & Carriage, bagian dari Jardine Matheson Group (Singapura/Hong Kong), adalah pemegang saham pengendali ASII sejak restrukturisasi era krisis 1997-1998. Sebagai gambaran skalanya, Jardine menerima dividen ASII senilai Rp5,92 triliun pada Mei 2026 (Bisnis.com, 24 April 2026).

Berapa banyak emiten Grup Astra yang terdaftar di BEI?

Artikel ini memetakan 6 emiten inti: ASII sebagai induk, lalu UNTR, AUTO, AALI, ASGR, dan ACST sebagai anak usaha di berbagai sektor.

Apakah ACST dikuasai langsung oleh ASII?

Tidak langsung. ACST (Acset Indonusa) dikuasai lewat UNTR, bukan langsung oleh ASII, sehingga performanya lebih terkait siklus bisnis alat berat dan tambang UNTR.

Kesimpulan

Grup Astra membentang jauh lebih luas dari sekadar ASII -- enam emiten inti ini mencakup otomotif, alat berat, agribisnis, teknologi, dan konstruksi, dengan kendali di level teratas berada di tangan Jardine Cycle & Carriage, bukan keluarga pendiri. Dua kesalahpahaman yang kerap ditemui -- Bank Permata dan ASSA -- perlu kamu luruskan sebelum menganggap keduanya bagian dari grup ini. Pelajari lebih lanjut produk Saham Indonesia di Pluang untuk mulai membangun portofolio kamu.

Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.

Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab kamu sendiri berdasarkan analisis dan pertimbangan pribadi.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1