Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Pre-Earnings NVDA 2026: Danai $105 Miliar OpenAI, Skema Sirkular?
shareIcon

Pre-Earnings NVDA 2026: Danai $105 Miliar OpenAI, Skema Sirkular?

20 Aug 2026, 1:46 PM
·
Waktu baca: 9 menit
shareIcon
Pre-Earnings NVDA 2026: Danai $105 Miliar OpenAI, Skema Sirkular?
NVIDIA Corporation ($NVDA) adalah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang mendominasi pasar chip AI dan komputasi data center, dengan produk seperti GPU Blackwell yang jadi tulang punggung infrastruktur AI hampir semua perusahaan teknologi besar dunia. Pada 26 Agustus 2026, NVIDIA akan merilis laporan keuangan kuartal kedua tahun fiskal 2027 (Q2 FY2027) — dan momen ini datang tepat setelah NVIDIA mengumumkan akan mendanai hingga $105 miliar untuk proyek data center raksasa milik OpenAI di Ohio. Kabar ini memicu perdebatan lama yang kembali memanas: apakah lingkaran pendanaan AI ini cuma "menggali lubang, tutup lubang" antar segelintir perusahaan raksasa, atau justru fondasi ekonomi baru yang sedang benar-benar dibangun?

Key Highlight  

  • NVIDIA akan rilis earnings Q2 FY2027 pada Kamis, 27 Agustus 2026

  • 17 Agustus 2026, NVIDIA mengumumkan dukungan kredit senilai $105 miliar untuk proyek data center OpenAI di Ohio (kapasitas awal 4,25 GW, opsi tambahan 3,75 GW), plus investasi $1,5 miliar langsung ke SB Energy

  • Ini menyusul pengumuman sepekan sebelumnya: NVIDIA menggandeng enam raksasa manajer aset global (Apollo, BlackRock, Blackstone, Brookfield, Goldman Sachs, KKR) untuk menggerakkan lebih dari $500 miliar dana pihak ketiga ke infrastruktur AI

  • Saham NVDA diperdagangkan di sekitar $225 (per 17 Agustus 2026), hanya ~5% di bawah titik tertinggi 52 minggu — setelah sempat anjlok 15% akhir Juli lalu

  • Rata-rata target harga 1 tahun dari 61 analis: $302,83, menyiratkan potensi upside sekitar 34,6%

  • Kuartal lalu (Q1 FY2027), revenue NVIDIA tumbuh 85% YoY jadi $81,6 miliar; segmen Data Center tumbuh 92% YoY jadi $75,25 miliar

Rating Wall Street: BUY
Target Price (1Y): US$302.83 (Yahoo Finance)
Upside: 34,59% dari harga $225,01 (per 17 Agustus 2026)

$NVDA di Pluang

Kamu bisa miliki saham $NVDA mulai dari $1 di Pluang.

Beli Saham $NVDA di Sini!

Beli Call Options $NVDA di Sini!

Bagaimana Hasil Kuartal Terakhir NVIDIA?

Pada kuartal pertama tahun fiskal 2027 (dilaporkan Mei 2026), NVIDIA mencetak revenue $81,6 miliar, tumbuh 85% dibanding tahun sebelumnya dan mengalahkan ekspektasi analis sebesar $79,1 miliar. Earnings per share (EPS) non-GAAP tercatat $1,87, juga di atas estimasi $1,77.

Segmen Data Center — inti dari bisnis chip AI NVIDIA — tumbuh 92% year-on-year menjadi $75,25 miliar, didorong permintaan besar terhadap arsitektur Blackwell dan solusi jaringan seperti InfiniBand dan NVLink. Gross margin non-GAAP berada di kisaran 75%, dan free cash flow melonjak jadi $48,6 miliar.

Untuk kuartal kedua yang akan dilaporkan 26 Agustus, NVIDIA sendiri memandu revenue di angka $91 miliar, plus minus 2%, dengan gross margin non-GAAP tetap di kisaran 75%. Yang menarik: konsensus analis di Wall Street sudah mematok ekspektasi lebih tinggi dari guidance itu sendiri, sekitar $93,5 miliar — tanda bahwa pasar sudah mengantisipasi NVIDIA akan kembali mengalahkan panduannya sendiri, seperti yang terjadi di empat kuartal terakhir berturut-turut. Untuk EPS, konsensus analis ada di kisaran $2,01 per saham.

Bukan Skema Ponzi, Tapi "Vendor Financing"? Membedah Kritik Bearish Terhadap NVIDIA

Kritik yang sering muncul soal ekosistem AI hari ini — dan makin kencang setelah NVIDIA mengumumkan pendanaan $105 miliar untuk OpenAI — adalah soal sirkularitas. Alurnya kurang lebih begini: Microsoft mendanai OpenAI, OpenAI membeli kapasitas Azure, Microsoft membeli chip NVIDIA, NVIDIA lalu ikut mendanai infrastruktur yang dipakai OpenAI dan lab-lab AI lain, dan lab-lab itu kembali membeli chip NVIDIA. Uangnya berputar dalam satu lingkaran, dan di setiap putaran, NVIDIA-lah yang paling diuntungkan. Kritikus — termasuk investor kenamaan Michael Burry — bahkan menyamakan pola ini dengan skandal akuntansi Enron di awal 2000-an.

Sinyal bearish ini bukan cuma isapan jempol. Di pasar obligasi, biaya asuransi gagal bayar (credit default swap/CDS) atas utang NVIDIA melonjak dari 40 basis poin di awal Juli menjadi 82 basis poin — rekor tertinggi — dalam waktu kurang dari sebulan. Padahal utang NVIDIA cuma $7,5 miliar berbanding kas $80,6 miliar dengan interest coverage 545 kali; lonjakan CDS ini bukan soal kekhawatiran NVIDIA gagal bayar utangnya sendiri, melainkan sinyal bahwa pasar obligasi mulai gelisah dengan risiko di seluruh ekosistem pendanaan AI.

Tapi ada perbedaan mendasar antara situasi NVIDIA dan Enron: di Enron, profit dan asetnya fiktif — tidak ada produk nyata di baliknya. Di sini, GPU-nya nyata, data center-nya nyata, dan tagihan listriknya nyata. Alphabet mengubah setiap dolar profitnya menjadi $1,25 kas, Microsoft $1,37 — angka yang tidak mungkin dipalsukan bertahun-tahun berturut-turut. Bukti paling konkret bahwa uang dari luar lingkaran juga ikut masuk: pertengahan Agustus 2026, OpenAI mengumumkan revenue dari segmen enterprise (bisnis) untuk pertama kalinya melampaui revenue dari konsumen — mencapai $40 miliar annual recurring revenue, dua kuartal lebih cepat dari target internal mereka. Uang ini datang dari bank, ritel, dan pabrik yang membayar dari kas operasional mereka sendiri — bukan dari sesama perusahaan AI yang saling membayar satu sama lain.

Kesimpulan yang lebih akurat: ini bukan skema Ponzi, tapi bentuk vendor financing untuk proyek pembangunan infrastruktur skala industri — polanya lebih mirip pembiayaan era pembangunan rel kereta api abad ke-19 ketimbang skandal akuntansi ala Enron. Dan vendor financing punya satu pertanyaan kunci yang menentukan sehat atau tidaknya struktur ini: apakah adopsinya terus berlanjut?

Jawabannya, sejauh ini, cenderung positif. Meski harga per token AI terus turun tajam, volume penggunaannya tumbuh lebih cepat dari penurunan harganya — Google, misalnya, kini memproses 3,2 kuadriliun token per bulan, tumbuh 7 kali lipat dibanding setahun lalu, jauh di atas kebutuhan pertumbuhan 5 kali lipat untuk sekadar menutupi penurunan harga 80%. Yang penting untuk NVIDIA secara spesifik: NVIDIA tidak menjual token, NVIDIA menjual komputasi yang dipakai untuk menghasilkan token itu. Artinya, harga token yang makin murah adalah masalah margin bagi penyedia layanan AI seperti OpenAI — bukan masalah permintaan bagi NVIDIA.

Investment Thesis

1. AI Capex Boom Belum Berhenti — dan NVIDIA Kini Ikut Mendanainya Langsung

Meta mengumumkan capex $125–145 miliar untuk 2026, Microsoft $190 miliar, dan Amazon $200 miliar — total hampir $535 miliar, dan ketiganya mengonfirmasi ulang komitmen ini di earnings call masing-masing pada akhir Juli 2026. Yang membuat gambaran ini makin kuat: NVIDIA sendiri kini tidak cuma jadi penerima manfaat pasif dari belanja modal ini, tapi ikut aktif mendanainya — lewat komitmen $105 miliar untuk data center OpenAI di Ohio dan kemitraan $500 miliar dengan enam manajer aset global. Ini menunjukkan keyakinan NVIDIA sendiri terhadap keberlanjutan siklus permintaan chip AI untuk beberapa tahun ke depan.

2. Data Center Tumbuh 92%, Bukan Tanda Perlambatan

Kekhawatiran umum soal saham teknologi yang sudah tumbuh besar adalah potensi perlambatan. Tapi pertumbuhan 92% year-on-year di segmen Data Center pada kuartal terakhir menunjukkan permintaan belum menunjukkan tanda melambat secara signifikan. Guidance NVIDIA sendiri untuk Q2 ($91 miliar) masih mengimplikasikan pertumbuhan yang sangat tinggi dibanding tahun lalu.

3. Skor Kesehatan Ekosistem Mayoritas "Hijau" — Tapi Ada Satu Angka yang Perlu Dipantau

Menimbang seluruh bukti di atas: pertumbuhan volume token yang mengalahkan penurunan harganya (hijau), revenue cloud hyperscaler yang tetap tumbuh lebih cepat dari capex-nya (hijau), dan revenue enterprise OpenAI yang kini melampaui revenue konsumen (hijau) — mayoritas indikator kesehatan ekosistem AI masih positif. Satu angka yang tergolong "kuning" dan layak dipantau di earnings 26 Agustus: rasio konversi kas NVIDIA sendiri (operating cash flow dibagi net income), yang justru menurun setiap tahun dari 0,94 kali menjadi 0,79 kali. Ini bukan tanda bahaya, tapi sinyal awal yang perlu diawasi — apakah tren ini berlanjut atau mulai stabil di kuartal mendatang.

Risiko:

1. Pembatasan Ekspor Chip AI ke China

Pembatasan ekspor chip Blackwell ke China adalah risiko paling konkret yang dihadapi NVIDIA saat ini. China merupakan salah satu pasar terbesar untuk chip AI, dan NVIDIA sendiri sudah menyatakan akan memprioritaskan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat di atas kepentingan komersial jika pembatasan ini semakin ketat. Artinya, risiko ini kemungkinan besar tidak akan hilang dalam waktu dekat, dan investor perlu memantau bagaimana manajemen NVIDIA membicarakan dampaknya di earnings call 26 Agustus.

2. Sektor Chip Sensitif terhadap Sentimen Pasar

Akhir Juli 2026, saham-saham sektor chip termasuk Micron, AMD, dan NVIDIA sempat terkoreksi tajam bersamaan, dipicu kekhawatiran soal kompetisi dari China dan pertanyaan apakah permintaan AI cloud bisa terus menyerap kapasitas yang sedang dibangun. Meski sahamnya sudah rebound signifikan sejak saat itu, episode ini jadi pengingat bahwa meski fundamental NVIDIA kuat, sentimen sektor secara keseluruhan bisa menekan sahamnya dalam jangka pendek, terlepas dari kinerja perusahaan itu sendiri.

3. Ekspektasi yang Sudah Sangat Tinggi

NVIDIA sudah mengalahkan ekspektasi analis dalam empat kuartal berturut-turut, dan konsensus Street untuk Q2 ($93,5 miliar) bahkan sudah di atas guidance resmi perusahaan ($91 miliar). Ini berarti bar yang harus dilewati NVIDIA bukan cuma guidance-nya sendiri, tapi ekspektasi pasar yang sudah lebih tinggi. Jika hasil aktualnya sesuai guidance tapi di bawah konsensus Street, reaksi pasar berpotensi negatif meski secara teknis NVIDIA tetap "beat" panduannya sendiri.

4. Sisi Paling Rapuh dari Ekosistem: Leverage di Perusahaan "Neocloud"

Bukan semua pemain di ekosistem AI sama sehatnya. CoreWeave — salah satu penyedia cloud komputasi AI yang paling banyak disorot — utangnya melonjak dari nol menjadi $27,6 miliar, sementara free cash flow-nya justru minus $13,7 miliar; GuruFocus memberi skor kesehatan finansial hanya 8 dari 100 untuk perusahaan ini. CoreWeave memang mengantongi $104 miliar kontrak revenue, tapi kontrak bukan uang tunai di tangan. Jika ada pemain "neocloud" yang gagal bayar utangnya, ini bisa memicu sentimen negatif ke seluruh sektor — termasuk NVIDIA — meski secara langsung bukan risiko kredit NVIDIA sendiri.

5. Risiko Depresiasi yang Mungkin Diremehkan

Michael Burry memperkirakan industri secara keseluruhan meremehkan beban depresiasi asetnya sebesar $176 miliar hingga 2028. Jika GPU dan infrastruktur AI ternyata menua (usang) lebih cepat dari asumsi akuntansi yang dipakai saat ini, profit yang tercatat hari ini sejatinya "dipinjam" dari profit masa depan. Ini bukan berarti laporan keuangan NVIDIA salah, tapi jadi salah satu asumsi kunci yang layak dikritisi investor saat menilai keberlanjutan margin tinggi di seluruh industri chip AI.

Technical Outlook

Secara teknikal, NVDA masih dalam tren naik jangka panjang yang solid — harga saat ini di $217,56 (turun -0,99% di sesi terakhir) masih diperdagangkan jauh di atas MA 200 hari ($195,18), atau sekitar 11,5% di atasnya, mengonfirmasi struktur bullish yang sudah berjalan sejak awal 2026. Formasi rata-rata pergerakan juga masih tersusun rapi secara bullish, dengan harga berada di atas MA20 ($212,38) dan MA50 ($207,12). Meski begitu, saham ini baru saja terkoreksi dari level tertinggi terbarunya di sekitar $227 — indikasi bahwa momentum jangka pendek mulai mendingin setelah reli tajam sejak akhir Juli.

Level kunci yang perlu dipantau menjelang earnings: resistance terdekat ada di $227,32 (swing high terbaru), yang jika berhasil ditembus akan membuka jalan ke $236,40 (dekat area tertinggi 52 minggu). Di sisi lain, support terdekat berada di MA20 ($212,38), disusul MA50 ($207,12) jika tekanan jual berlanjut, dengan MA200 ($195,18) sebagai support struktural jangka panjang sekaligus garis tren naik utama sejak awal 2025.

Dari sisi momentum, Stochastic RSI (3,3,14,14) menunjukkan garis %K di 64,75 dan %D di 81,20. %D yang masih berada di atas ambang overbought (80), namun mulai ditinggalkan oleh %K, mengindikasikan momentum jangka pendek sedang mendingin dari kondisi jenuh beli — berpotensi membentuk bearish crossover jika %K terus melemah dalam beberapa sesi ke depan.

Secara keseluruhan, struktur besar NVDA tetap bullish menjelang earnings 26/27 Agustus, dengan MA200 yang terus naik sebagai fondasi tren jangka panjang. Namun dalam jangka pendek, saham ini sedang berada dalam fase konsolidasi setelah gagal menembus $227. Reaksi pasar terhadap hasil earnings kemungkinan akan menjadi penentu apakah NVDA mampu breakout ke $236+ atau justru kembali menguji area support MA20/MA50 di kisaran $207–212.

Pertanyaan Umum (FAQ) 

1. Kapan NVIDIA akan merilis earnings Q2 FY2027?

NVIDIA dijadwalkan merilis hasil kuartal kedua tahun fiskal 2027 pada Rabu, 26 Agustus 2026, dengan conference call pukul 2 siang waktu Pasifik.

2. Berapa target harga analis untuk saham NVDA?

Rata-rata target harga 1 tahun dari 61 analis yang dipantau S&P Global Market Intelligence adalah $302,83, dengan rentang dari $180 hingga $500.

3. Apa itu kesepakatan pendanaan $105 miliar NVIDIA untuk OpenAI?

Pada 17 Agustus 2026, NVIDIA mengumumkan akan memberi dukungan kredit hingga $105 miliar untuk kampus data center OpenAI di Ohio, dengan kapasitas awal 4,25 gigawatt dan opsi tambahan 3,75 gigawatt, dibangun dan dioperasikan SB Energy dengan kontrak sewa 20 tahun ke OpenAI.

4. Apakah ekosistem pendanaan AI seperti NVIDIA-OpenAI ini termasuk skema Ponzi atau sirkular?

Meski polanya memicu kritik soal sirkularitas (dan beberapa investor membandingkannya dengan Enron), perbedaan kuncinya adalah aset dan produknya nyata — GPU, data center, dan tagihan listriknya benar-benar ada. Buktinya, revenue enterprise OpenAI kini sudah melampaui revenue konsumennya, menunjukkan uang dari luar ekosistem AI juga ikut mengalir masuk. Pola ini lebih tepat disebut vendor financing untuk pembangunan infrastruktur, bukan skema Ponzi.

5. Kenapa saham NVIDIA sempat disebut murah padahal kinerjanya tumbuh pesat?

Akhir Juli 2026, forward P/E NVIDIA sempat berada di kisaran 20–25x — level terendah sejak 2015 menurut Barron's — meski revenue tumbuh 85% year-on-year. Sejak itu, sahamnya sudah rebound signifikan sehingga gap valuasi ini menyempit, meski forward P/E-nya masih di bawah rata-rata historis periode pertumbuhan tercepatnya.

6. Apa risiko utama yang perlu diperhatikan investor NVDA?

Selain pembatasan ekspor chip AI ke China dan tingginya ekspektasi Street, risiko lain yang layak dipantau adalah leverage tinggi di perusahaan "neocloud" seperti CoreWeave dan potensi risiko depresiasi aset yang diremehkan di seluruh industri chip AI.

7. Apa itu Blackwell dan kenapa penting untuk NVIDIA?

Blackwell adalah arsitektur chip AI generasi terbaru NVIDIA untuk komputasi data center skala besar, dan menjadi pendorong utama pertumbuhan segmen Data Center yang naik 92% year-on-year pada kuartal terakhir.

8. Bagaimana cara membeli saham NVDA di Indonesia?

Kamu bisa membeli saham NVDA secara legal melalui platform Pluang yang sudah berizin dan diawasi OJK. Investasi saham AS di Pluang difasilitasi oleh PT PG Berjangka sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang berizin OJK.

Beli Saham $NVDA di Sini!

Investasi dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi di 1000+ pilihan aset yang mencakup Saham AS & ETF, Options Trading untuk Saham AS & ETF, Aset Crypto, Crypto FuturesEmas, dan juga puluhan produk Reksa Dana, semua mulai dari Rp10.000 saja! Di Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena Pluang sudah bekerja sama dengan mitra-mitra tepercaya yang memiliki izin dan diawasi oleh lembaga pemerintah terkait. Yuk, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1