Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Daftar Saham Teknologi di BEI 2026: Kode Saham dan Cara Memilihnya
shareIcon

Daftar Saham Teknologi di BEI 2026: Kode Saham dan Cara Memilihnya

7 Sep 2026, 4:09 PM
·
Waktu baca: 6 menit
shareIcon
Daftar saham teknologi BEI-Daftar Saham Teknologi di BEI 2026: Kode Saham dan Cara Memilihnya
Per 12 Agustus 2026, terdapat 47 emiten sektor teknologi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) — sekitar 4,9% dari total 963 perusahaan tercatat di bursa per 10 Juli 2026 (sumber: ANTARA). Ke-47 emiten ini mencakup penyedia pusat data, e-commerce, layanan TI, hingga platform digital, dengan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebagai emiten berkapitalisasi pasar tertinggi di sektor ini senilai Rp493,91 triliun (data 12 Agustus 2026, sumber: Bisnis.com).

Jawaban Singkat:

  • DCII (PT DCI Indonesia Tbk) memimpin kapitalisasi pasar sektor teknologi senilai Rp493,91 triliun per 12 Agustus 2026.
  • MLPT dan GOTO berada di posisi kedua dan ketiga, masing-masing Rp70,58 triliun dan Rp57,03 triliun.
  • Total 47 emiten teknologi tercatat di BEI per 12 Agustus 2026, tersebar di lima papan pencatatan.

Apa Itu Saham Sektor Teknologi di BEI?

Saham sektor teknologi adalah saham dari emiten yang kegiatan usaha utamanya berkaitan dengan teknologi digital — mencakup pusat data (data center), perangkat lunak dan layanan TI (software & IT services), e-commerce, hingga platform digital. Klasifikasi ini masuk dalam sistem IDX Industrial Classification (IDX-IC) dengan kode indeks IDXTECHNO, salah satu dari sejumlah sektor yang digunakan BEI untuk mengelompokkan emiten berdasarkan kegiatan usaha utamanya.

Sektor ini relatif baru dibanding sektor klasik seperti perbankan atau energi, namun jumlah emitennya tumbuh cepat seiring akselerasi ekonomi digital Indonesia — mulai dari perusahaan rintisan yang melantai lewat IPO hingga ekspansi penyedia infrastruktur digital seperti pusat data.

Berapa Jumlah Saham Teknologi yang Tercatat di BEI?

Berdasarkan data BEI per 12 Agustus 2026 (sumber: Bisnis.com), terdapat 47 emiten teknologi yang tercatat, tersebar di lima papan pencatatan:

Papan PencatatanJumlah Emiten
Papan Pengembangan29
Papan Pemantauan Khusus7
Papan Utama5
Papan Akselerasi5
Papan Ekonomi Baru1
Total47

Mayoritas emiten teknologi (29 dari 47, sekitar 62%) masih berada di Papan Pengembangan — papan pencatatan bagi perusahaan dengan skala aset menengah ke bawah atau yang belum konsisten mencatatkan laba. Ini mencerminkan bahwa sebagian besar perusahaan teknologi di BEI masih dalam fase ekspansi.

Apa Saja Sub-Sektor dalam Saham Teknologi di BEI?

Di bawah klasifikasi IDX-IC, sektor teknologi mencakup beberapa model bisnis utama:

  • Pusat data & infrastruktur digital — contoh: DCII (DCI Indonesia), EDGE (Indointernet)
  • E-commerce & platform digital — contoh: GOTO (GoTo Gojek Tokopedia), BELI (Global Digital Niaga), BUKA (Bukalapak.com), MCAS (M Cash Registrasi)
  • Perangkat lunak & layanan TI (software & IT services) — contoh: MLPT (Multipolar Technology), MTDL (Metrodata Electronics), ATIC (Anabatic Technologies), CYBR (ITSEC Asia), WIFI (Solusi Sinergi Digital)
  • Perangkat keras & manufaktur elektronik — contoh: PTSN (Sat Nusapersada), AXIO (Tera Data Indonusa)
  • Media, konten & investasi teknologi — contoh: EMTK (Elang Mahkota Teknologi), WIRG (WIR ASIA)

Pengelompokan ini membantu investor membandingkan emiten dengan model bisnis serupa, karena karakteristik risiko dan siklus pertumbuhan tiap sub-sektor bisa berbeda jauh.

Daftar Saham Teknologi dengan Kapitalisasi Pasar Tertinggi (Agustus 2026)

Berikut lima saham teknologi dengan kapitalisasi pasar tertinggi di BEI per 12 Agustus 2026 (sumber: Bisnis.com):

PeringkatKodeNama EmitenKapitalisasi Pasar
1DCIIPT DCI Indonesia TbkRp493,91 triliun
2MLPTPT Multipolar Technology TbkRp70,58 triliun
3GOTOPT GoTo Gojek Tokopedia TbkRp57,03 triliun
4BELIPT Global Digital Niaga TbkRp35,68 triliun
5EMTKPT Elang Mahkota Teknologi TbkRp31,45 triliun

Data per 12 Agustus 2026 (sumber: Bisnis.com). Kapitalisasi pasar berubah setiap hari mengikuti pergerakan harga saham; angka ini bukan cerminan atau jaminan performa mendatang.

Menariknya, meski GOTO memiliki jumlah saham beredar terbanyak di sektor ini (sekitar 1,14 triliun lembar, data 12 Agustus 2026), kapitalisasi pasarnya berada di posisi ketiga — jumlah saham beredar yang besar tidak selalu berbanding lurus dengan valuasi total perusahaan.

Daftar Kode Saham Teknologi Lain di BEI

Selain lima emiten di atas, berikut sejumlah kode saham teknologi lain yang tercatat di BEI (bukan daftar lengkap seluruh 47 emiten, melainkan sebagian dengan profil dan volume transaksi yang relatif dikenal luas):

KodeNama Emiten
BUKAPT Bukalapak.com Tbk
WIFIPT Solusi Sinergi Digital Tbk
EDGEPT Indointernet Tbk
MTDLPT Metrodata Electronics Tbk
CYBRPT ITSEC Asia Tbk
MSTIPT Mastersystem Infotama Tbk
DMMXPT Digital Mediatama Maxima Tbk
PTSNPT Sat Nusapersada Tbk
ATICPT Anabatic Technologies Tbk
NFCXPT NFC Indonesia Tbk
WIRGPT WIR ASIA Tbk
AREAPT Dunia Virtual Online Tbk
AXIOPT Tera Data Indonusa Tbk
MCASPT M Cash Registrasi Tbk

Untuk memantau harga, kapitalisasi pasar, dan data fundamental emiten-emiten ini secara real-time, kamu bisa menggunakan fitur Screeners di aplikasi Pluang atau lewat Web Trading.

Bagaimana Kinerja Indeks Saham Teknologi (IDXTECHNO) Saat Ini?

IDXTECHNO adalah indeks yang melacak pergerakan harga gabungan seluruh saham di sektor teknologi BEI. Pada pekan yang berakhir 28 Agustus 2026, IDXTECHNO tercatat melemah 2,46% — menjadikannya sektor dengan kinerja terlemah pada pekan tersebut, jauh di bawah pelemahan IHSG secara keseluruhan yang hanya 0,11% pada periode yang sama (sumber: data pasar per 28 Agustus 2026).

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan atau menjamin kinerja masa depan. Data di atas adalah snapshot pasar per tanggal yang tercantum dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Apa Keuntungan dan Risiko Berinvestasi di Saham Teknologi?

Potensi Keuntungan

  • Eksposur ke pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, dari e-commerce hingga infrastruktur pusat data.
  • Diversifikasi portofolio ke sektor dengan karakteristik pertumbuhan yang berbeda dari sektor tradisional seperti perbankan atau energi.
  • Sebagian emiten memiliki model bisnis skalabel yang berpotensi tumbuh seiring adopsi digital, meski hasil aktualnya tetap bergantung pada kinerja masing-masing perusahaan.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Volatilitas tinggi — sektor teknologi cenderung lebih fluktuatif, seperti terlihat dari koreksi IDXTECHNO di atas.
  • Sebagian emiten belum mencatatkan laba konsisten, terutama yang berada di Papan Pengembangan atau Pemantauan Khusus.
  • Model bisnis berbasis teknologi rentan terhadap perubahan regulasi, persaingan, dan disrupsi teknologi baru.
  • Likuiditas transaksi bervariasi antar emiten — sebagian saham teknologi memiliki volume perdagangan harian yang tipis.

Berinvestasi saham, termasuk saham teknologi, mengandung risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Bagaimana Cara Memilih Saham Teknologi yang Potensial?

Alih-alih mengejar saham yang sedang ramai diperbincangkan, berikut beberapa kriteria yang umum digunakan investor untuk menyaring saham teknologi:

1. Periksa Analisa Fundamental

Lihat pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan struktur utang emiten lewat analisa fundamental — misalnya rasio PER (Price to Earnings Ratio) dan DER (Debt to Equity Ratio) — untuk menilai valuasi dan kesehatan keuangan perusahaan dibanding emiten lain di sub-sektor yang sama.

2. Perhatikan Likuiditas Saham

Saham dengan likuiditas rendah lebih rentan terhadap pergerakan harga ekstrem karena volume transaksi yang tipis, sehingga lebih sulit dijual dengan cepat pada harga wajar.

3. Pahami Model Bisnis dan Sub-Sektornya

Bandingkan emiten dalam sub-sektor yang sama — misalnya sesama penyedia pusat data atau sesama platform e-commerce — agar perbandingan valuasi dan kinerja lebih relevan.

4. Gunakan Fitur Screening

Untuk menyaring saham berdasarkan kriteria fundamental maupun teknikal secara lebih sistematis, kamu bisa memanfaatkan fitur Screeners di aplikasi Pluang.

Kriteria di atas bersifat edukatif dan bukan rekomendasi untuk membeli saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.

Bagaimana Cara Membeli Saham Teknologi di BEI?

  1. Buka rekening saham di perusahaan sekuritas yang berizin dan diawasi OJK.
  2. Lengkapi KYC dan aktifkan RDN (Rekening Dana Nasabah) sebagai rekening penyimpanan dana transaksi.
  3. Setor dana ke RDN sesuai kebutuhan transaksi.
  4. Pilih saham teknologi yang ingin dibeli, minimal 1 lot (100 lembar).
  5. Lakukan transaksi lewat aplikasi atau platform trading.

Di Pluang, kamu bisa berinvestasi saham Indonesia — termasuk emiten-emiten di sektor teknologi — lewat aplikasi maupun Web Trading, dengan transaksi yang difasilitasi oleh PT Pluang Maju Sekuritas selaku Perusahaan Efek. Pelajari lebih lanjut tentang Saham Indonesia di Pluang.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa saham teknologi dengan kapitalisasi pasar tertinggi di BEI?

Per 12 Agustus 2026, DCII (PT DCI Indonesia Tbk) merupakan saham teknologi dengan kapitalisasi pasar tertinggi di BEI, senilai Rp493,91 triliun (sumber: Bisnis.com).

Apakah saham teknologi termasuk saham blue chip?

Tidak semua. Sebagian besar (29 dari 47) emiten teknologi masih berada di Papan Pengembangan, yang umumnya belum masuk kategori blue chip. Hanya sebagian kecil, seperti yang tercatat di Papan Utama, yang karakteristiknya lebih mendekati blue chip dari sisi kapitalisasi dan likuiditas.

Apakah saham teknologi cocok untuk investor pemula?

Bisa, selama investor memahami risiko volatilitasnya yang cenderung lebih tinggi dibanding sektor lain, dan melakukan diversifikasi portofolio agar risiko tidak terkonsentrasi di satu sektor.

Di mana bisa membeli saham teknologi secara online?

Saham teknologi bisa dibeli lewat aplikasi sekuritas yang berizin OJK, seperti Pluang, dengan rekening saham dan RDN yang sudah aktif.

Kesimpulan

Sektor teknologi di BEI kini diisi 47 emiten dengan model bisnis yang beragam — dari pusat data, e-commerce, hingga penyedia layanan TI — dan didominasi oleh perusahaan yang masih dalam fase ekspansi di Papan Pengembangan. Potensi pertumbuhannya sejalan dengan akselerasi ekonomi digital Indonesia, tapi volatilitas dan profitabilitas yang belum merata membuat riset fundamental dan diversifikasi portofolio jadi kunci sebelum berinvestasi di sektor ini.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca setelah mempertimbangkan tujuan keuangan, profil risiko, dan riset mandiri sebelum berinvestasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan atau menjamin kinerja masa depan.

Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1