
Jawaban Singkat:
Saham sektor teknologi adalah saham dari emiten yang kegiatan usaha utamanya berkaitan dengan teknologi digital — mencakup pusat data (data center), perangkat lunak dan layanan TI (software & IT services), e-commerce, hingga platform digital. Klasifikasi ini masuk dalam sistem IDX Industrial Classification (IDX-IC) dengan kode indeks IDXTECHNO, salah satu dari sejumlah sektor yang digunakan BEI untuk mengelompokkan emiten berdasarkan kegiatan usaha utamanya.
Sektor ini relatif baru dibanding sektor klasik seperti perbankan atau energi, namun jumlah emitennya tumbuh cepat seiring akselerasi ekonomi digital Indonesia — mulai dari perusahaan rintisan yang melantai lewat IPO hingga ekspansi penyedia infrastruktur digital seperti pusat data.
Berdasarkan data BEI per 12 Agustus 2026 (sumber: Bisnis.com), terdapat 47 emiten teknologi yang tercatat, tersebar di lima papan pencatatan:
| Papan Pencatatan | Jumlah Emiten |
|---|---|
| Papan Pengembangan | 29 |
| Papan Pemantauan Khusus | 7 |
| Papan Utama | 5 |
| Papan Akselerasi | 5 |
| Papan Ekonomi Baru | 1 |
| Total | 47 |
Mayoritas emiten teknologi (29 dari 47, sekitar 62%) masih berada di Papan Pengembangan — papan pencatatan bagi perusahaan dengan skala aset menengah ke bawah atau yang belum konsisten mencatatkan laba. Ini mencerminkan bahwa sebagian besar perusahaan teknologi di BEI masih dalam fase ekspansi.
Di bawah klasifikasi IDX-IC, sektor teknologi mencakup beberapa model bisnis utama:
Pengelompokan ini membantu investor membandingkan emiten dengan model bisnis serupa, karena karakteristik risiko dan siklus pertumbuhan tiap sub-sektor bisa berbeda jauh.
Berikut lima saham teknologi dengan kapitalisasi pasar tertinggi di BEI per 12 Agustus 2026 (sumber: Bisnis.com):
| Peringkat | Kode | Nama Emiten | Kapitalisasi Pasar |
|---|---|---|---|
| 1 | DCII | PT DCI Indonesia Tbk | Rp493,91 triliun |
| 2 | MLPT | PT Multipolar Technology Tbk | Rp70,58 triliun |
| 3 | GOTO | PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk | Rp57,03 triliun |
| 4 | BELI | PT Global Digital Niaga Tbk | Rp35,68 triliun |
| 5 | EMTK | PT Elang Mahkota Teknologi Tbk | Rp31,45 triliun |
Data per 12 Agustus 2026 (sumber: Bisnis.com). Kapitalisasi pasar berubah setiap hari mengikuti pergerakan harga saham; angka ini bukan cerminan atau jaminan performa mendatang.
Menariknya, meski GOTO memiliki jumlah saham beredar terbanyak di sektor ini (sekitar 1,14 triliun lembar, data 12 Agustus 2026), kapitalisasi pasarnya berada di posisi ketiga — jumlah saham beredar yang besar tidak selalu berbanding lurus dengan valuasi total perusahaan.
Selain lima emiten di atas, berikut sejumlah kode saham teknologi lain yang tercatat di BEI (bukan daftar lengkap seluruh 47 emiten, melainkan sebagian dengan profil dan volume transaksi yang relatif dikenal luas):
| Kode | Nama Emiten |
|---|---|
| BUKA | PT Bukalapak.com Tbk |
| WIFI | PT Solusi Sinergi Digital Tbk |
| EDGE | PT Indointernet Tbk |
| MTDL | PT Metrodata Electronics Tbk |
| CYBR | PT ITSEC Asia Tbk |
| MSTI | PT Mastersystem Infotama Tbk |
| DMMX | PT Digital Mediatama Maxima Tbk |
| PTSN | PT Sat Nusapersada Tbk |
| ATIC | PT Anabatic Technologies Tbk |
| NFCX | PT NFC Indonesia Tbk |
| WIRG | PT WIR ASIA Tbk |
| AREA | PT Dunia Virtual Online Tbk |
| AXIO | PT Tera Data Indonusa Tbk |
| MCAS | PT M Cash Registrasi Tbk |
Untuk memantau harga, kapitalisasi pasar, dan data fundamental emiten-emiten ini secara real-time, kamu bisa menggunakan fitur Screeners di aplikasi Pluang atau lewat Web Trading.
IDXTECHNO adalah indeks yang melacak pergerakan harga gabungan seluruh saham di sektor teknologi BEI. Pada pekan yang berakhir 28 Agustus 2026, IDXTECHNO tercatat melemah 2,46% — menjadikannya sektor dengan kinerja terlemah pada pekan tersebut, jauh di bawah pelemahan IHSG secara keseluruhan yang hanya 0,11% pada periode yang sama (sumber: data pasar per 28 Agustus 2026).
Kinerja masa lalu tidak mencerminkan atau menjamin kinerja masa depan. Data di atas adalah snapshot pasar per tanggal yang tercantum dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Berinvestasi saham, termasuk saham teknologi, mengandung risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Alih-alih mengejar saham yang sedang ramai diperbincangkan, berikut beberapa kriteria yang umum digunakan investor untuk menyaring saham teknologi:
Lihat pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan struktur utang emiten lewat analisa fundamental — misalnya rasio PER (Price to Earnings Ratio) dan DER (Debt to Equity Ratio) — untuk menilai valuasi dan kesehatan keuangan perusahaan dibanding emiten lain di sub-sektor yang sama.
Saham dengan likuiditas rendah lebih rentan terhadap pergerakan harga ekstrem karena volume transaksi yang tipis, sehingga lebih sulit dijual dengan cepat pada harga wajar.
Bandingkan emiten dalam sub-sektor yang sama — misalnya sesama penyedia pusat data atau sesama platform e-commerce — agar perbandingan valuasi dan kinerja lebih relevan.
Untuk menyaring saham berdasarkan kriteria fundamental maupun teknikal secara lebih sistematis, kamu bisa memanfaatkan fitur Screeners di aplikasi Pluang.
Kriteria di atas bersifat edukatif dan bukan rekomendasi untuk membeli saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.
Di Pluang, kamu bisa berinvestasi saham Indonesia — termasuk emiten-emiten di sektor teknologi — lewat aplikasi maupun Web Trading, dengan transaksi yang difasilitasi oleh PT Pluang Maju Sekuritas selaku Perusahaan Efek. Pelajari lebih lanjut tentang Saham Indonesia di Pluang.
Per 12 Agustus 2026, DCII (PT DCI Indonesia Tbk) merupakan saham teknologi dengan kapitalisasi pasar tertinggi di BEI, senilai Rp493,91 triliun (sumber: Bisnis.com).
Tidak semua. Sebagian besar (29 dari 47) emiten teknologi masih berada di Papan Pengembangan, yang umumnya belum masuk kategori blue chip. Hanya sebagian kecil, seperti yang tercatat di Papan Utama, yang karakteristiknya lebih mendekati blue chip dari sisi kapitalisasi dan likuiditas.
Bisa, selama investor memahami risiko volatilitasnya yang cenderung lebih tinggi dibanding sektor lain, dan melakukan diversifikasi portofolio agar risiko tidak terkonsentrasi di satu sektor.
Saham teknologi bisa dibeli lewat aplikasi sekuritas yang berizin OJK, seperti Pluang, dengan rekening saham dan RDN yang sudah aktif.
Sektor teknologi di BEI kini diisi 47 emiten dengan model bisnis yang beragam — dari pusat data, e-commerce, hingga penyedia layanan TI — dan didominasi oleh perusahaan yang masih dalam fase ekspansi di Papan Pengembangan. Potensi pertumbuhannya sejalan dengan akselerasi ekonomi digital Indonesia, tapi volatilitas dan profitabilitas yang belum merata membuat riset fundamental dan diversifikasi portofolio jadi kunci sebelum berinvestasi di sektor ini.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca setelah mempertimbangkan tujuan keuangan, profil risiko, dan riset mandiri sebelum berinvestasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan atau menjamin kinerja masa depan.
Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


