
Pada kuartal pertama 2026, Bitcoin turun lebih dari 22% meski sempat naik di akhir bulan, sementara volume perdagangan emas token (XAUT) melonjak melewati $90 miliar, melampaui total 2025. Divergensi ini menunjukkan investor lebih memilih emas token dibanding Bitcoin di tengah ketidakpastian pasar. Pada kuartal kedua, Bitcoin awalnya naik didukung harga minyak yang menurun, namun ketegangan geopolitik dan kekhawatiran makro kembali muncul, menyebabkan Bitcoin turun. Jika sentimen risiko meningkat, modal bisa berputar kembali ke emas token, berpotensi menekan momentum Bitcoin dan risiko koreksi seperti Q1.