
Uber beralih dari mengembangkan teknologi swakemudi secara internal ke fokus bermitra dengan penyedia kendaraan otonom (AV) dan kendaraan listrik (EV) global. Dengan investasi sebesar 10 miliar dolar dalam kemitraan dan pembelian EV, Uber mengamankan akses ke kendaraan otonom canggih tanpa beban biaya R&D langsung yang tinggi. Strategi ini memungkinkan Uber mempertahankan model yang fleksibel dan ringan modal serta menempatkannya sebagai platform utama untuk komersialisasi layanan taksi otonom di seluruh dunia, termasuk kemitraan dengan Baidu, WeRide, dan Waymo di berbagai wilayah.