
Pasar saham melonjak tajam meski Selat Hormuz sudah tertutup selama 10 minggu dan indikator makro ekonomi memburuk. Perusahaan chip seperti Intel, NVDA, dan AMD memimpin rally, namun risiko rantai pasokan dan biaya infrastruktur AI yang meningkat menjadi tantangan. Ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed hilang karena inflasi dan harga komoditas naik, meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga. Investor optimis tapi menghadapi risiko jika asumsi ini salah.