
TeraWulf berhasil beralih ke operasi komputasi berkinerja tinggi (HPC), memanfaatkan permintaan cloud yang meningkat dan meraih valuasi tinggi dengan rasio EV/Penjualan 41,36x, jauh di atas median sektor 3x. Namun, pertumbuhan ini membawa tantangan keuangan, termasuk utang bersih sebesar $2,65 miliar, kompensasi saham yang tinggi dibandingkan pendapatan, dan risiko dilusi pemegang saham. Meski berencana memperluas kapasitas hingga 3 GW pada 2030, valuasi saham saat ini dan indikator teknikal menunjukkan potensi keuntungan terbatas, dengan rasio short interest 20,7% yang mengindikasikan kewaspadaan. Reli harga baru-baru ini mirip jebakan bull tahun 2021, menandakan investor harus berhati-hati.