
Para trader semakin skeptis soal pembukaan cepat Selat Hormuz, menggunakan istilah 'NACHO' atau 'Not A Chance Hormuz Opens' untuk menggambarkan hal ini. Meski ada pembicaraan gencatan senjata, harga minyak tetap tinggi dengan Brent di atas $100 per barel dan premi asuransi kapal meningkat tajam, menandakan kekhawatiran gangguan jangka panjang. Perubahan ini menunjukkan pasar melihat krisis bukan sebagai volatilitas sementara, tapi risiko makro struktural yang memengaruhi minyak, pengiriman, lindung nilai inflasi, dan pasar suku bunga. Meski pasar saham masih kuat, analis memperingatkan penutupan lama bisa picu inflasi berkepanjangan dan risiko resesi global meningkat.