Home/Umpan Berita/Ryanair siapkan beku gaji dan AI untuk atasi kenaikan biaya bahan bakar €2 miliar akibat konflik Timur Tengah Ryanair memperkirakan biaya bahan bakar jetnya akan naik sekitar €2 miliar pada tahun keuangan berikutnya yang berakhir Maret 2028 akibat konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung. Untuk mengatasi biaya yang meningkat ini, maskapai mempertimbangkan pembekuan gaji, pengurangan jumlah kru penerbangan, dan peningkatan penggunaan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional. Ryanair juga memperkirakan harga tiket penerbangan jarak pendek di Eropa akan naik hingga 20% karena biaya bahan bakar yang lebih tinggi dan kapasitas yang berkurang. Meski demikian, Ryanair memperingatkan bahwa kenaikan tarif mungkin tidak sepenuhnya menutupi lonjakan biaya bahan bakar, dengan harga bahan bakar diperkirakan tetap tinggi hingga 2027 kecuali konflik cepat selesai.
Saham Ryanair Holdings plc diperdagangkan pada harga USD 54,15 per 2 November 2026 pukul 16.21 WIB di Pluang, mendekati titik terendah 52 minggu sebesar USD 51,33 dan jauh di bawah titik tertinggi 52 minggu sebesar USD 73,82. Meskipun mengalami kenaikan 1 hari sebesar 0,80%, saham ini masih berada dekat dengan kisaran bawah, mencerminkan kekhawatiran terkait biaya bahan bakar yang meningkat seperti yang disebutkan dalam berita. Imbal hasil dividen sebesar 1,67% dengan kapitalisasi pasar sebesar $26,53 miliar menunjukkan kepercayaan investor yang sedang dalam kondisi moderat di tengah tantangan operasional.