
Industri ritel menambah hampir 22.000 pekerjaan pada April, menyumbang sekitar seperlima dari total pertumbuhan pekerjaan, didorong oleh belanja konsumen yang kuat meski ada ketidakpastian ekonomi seperti inflasi dan harga bensin tinggi. Pekerjaan di ritel mencapai level tertinggi sejak Juli 2024, dengan klub gudang dan supercenter memimpin perekrutan. Namun, beberapa sektor seperti toko serba ada dan elektronik mengalami penurunan pekerjaan, dan kenaikan harga bensin serta ketegangan geopolitik menjadi risiko bagi belanja dan pertumbuhan pekerjaan ke depan. Ekonom memperingatkan jika sentimen konsumen memburuk, penambahan pekerjaan di ritel bisa berbalik arah.