
Peretas memanfaatkan celah kritis pada protokol DeFi Trusted Volumes yang menyebabkan pencurian sekitar $5,9 juta dalam bentuk Ethereum, Wrapped Bitcoin, dan stablecoin. Kerentanan terjadi akibat kesalahan logika pada fungsi fillOrder protokol, memungkinkan peretas melewati otorisasi dan memalsukan order. Aset yang dicuri meliputi 1.291 ETH, 16,94 WBTC, 1,26 juta USDC, dan 206.000 USDT, yang kemudian dicuci melalui bursa terdesentralisasi. Insiden ini menyoroti risiko keamanan yang terus ada pada platform DeFi dengan logika smart contract yang kompleks.