Home/Umpan Berita/DFINITY tuduh NEAR gunakan teknologi proprietary tanpa izin untuk pengelolaan aset lintas rantai. Pendiri DFINITY, Dom, menuduh NEAR menggunakan teknologi kunci yang hanya dilisensikan untuk Internet Computer (ICP) milik DFINITY tanpa izin. Teknologi ini menggunakan threshold ECDSA, metode untuk pengelolaan aset lintas rantai dan penandatanganan transaksi yang lebih cepat. Dom menyatakan penggunaan oleh NEAR di delapan server mengurangi desentralisasi dan keamanan yang dijanjikan NEAR. Ia memperingatkan penggunaan tanpa izin ini bisa menimbulkan masalah hukum dan merugikan komunitas DFINITY dan ICP, serta mengimbau kedua pihak menyelesaikan sengketa ini.
Per 23 Oktober 2026 pukul 10.02 WIB, ICP diperdagangkan di harga Rp50.029 di Pluang, turun 2,17% dalam sehari, menunjukkan adanya kehati-hatian pasar terkait sengketa teknologi yang sedang berlangsung. Kapitalisasi pasar mencapai Rp27,76 triliun dengan volume perdagangan 24 jam sebesar Rp1,06 triliun, dan 85% pengguna Pluang memilih membeli dengan waktu tahan rata-rata 57 hari. Hal ini menunjukkan minat beli yang kuat meski harga turun, mencerminkan kepercayaan investor terhadap potensi jangka panjang ICP di tengah kontroversi.