BiayaKeamanan
Pluang+

Pembina Pipeline direkomendasikan Buy dengan potensi naik 10-17% jelang laporan keuangan Q3.

Ulasan Analis
04 Nov 2026, 00.49 WIB
Seeking Alpha
Lihat Sumber
Bullish
Pembina Pipeline direkomendasikan Buy dengan potensi naik 10-17% jelang laporan keuangan Q3.

Pembina Pipeline Corporation tetap direkomendasikan Buy dengan potensi kenaikan 10-17% dan target harga dasar $55,65 menjelang laporan keuangan Q3 pada 5 November. Perusahaan mendapat keuntungan dari harga energi tinggi dan permintaan gas yang didorong oleh AI yang mendukung arus kas kontrak, meski tekanan inflasi dan suku bunga memengaruhi biaya dan permintaan masa depan. Analis memperkirakan EPS Q3 sebesar $0,48, naik 45% secara tahunan, meski pertumbuhan pendapatan bisa melebih-lebihkan laba karena margin pemasaran yang tipis. Belanja modal dan arus kas operasional menghadapi tantangan tahun ini, tetapi prospek dividen tetap didukung oleh pemulihan kas yang diproyeksikan dan EBITDA yang kuat.

Pembina Pipeline menjadi subjek laporan ini, dengan data sektor Energi dari Pluang sebagai konteks pasar per 4 November 2026 pukul 04.21 WIB. Dari 79 saham sektor Energi AS yang diperdagangkan di Pluang, 27 naik dan 51 turun hari ini. Pergerakan signifikan termasuk SM Energy Company Common Stock di harga USD 34,32 dengan perubahan 1 hari -8,33% dan aktivitas order Pluang 100% Jual, Solaredge Technologies Inc naik 7,66% dengan 100% order Jual, serta Equinor ASA di harga USD 45,42 turun 6,83% namun dengan 100% order Beli. Angka paling menonjol adalah aktivitas order Jual 100% pada SM Energy.

Berita Lainnya

Nova Klúbburinn selesaikan pembelian kembali saham sebanyak 122,7 juta saham dengan harga ISK 3,26 per saham

Nova Klúbburinn selesaikan pembelian kembali saham sebanyak 122,7 juta saham dengan harga ISK 3,26 per saham

Nova Klúbburinn hf. telah menyelesaikan program pembelian kembali saham dengan mengakuisisi 122.699.386 saham pada harga rata-rata ISK 3,26 per saham. Pembelian kembali ini dilakukan melalui proses tawaran terbalik dengan penawaran yang valid sebanya...

Berita Pasar
Netral
1 jam lalu
Kantor hukum selidiki FMC Corporation terkait dugaan penipuan sekuritas usai saham anjlok.

Kantor hukum selidiki FMC Corporation terkait dugaan penipuan sekuritas usai saham anjlok.

Pomerantz LLP menyelidiki FMC Corporation dan beberapa eksekutifnya atas dugaan penipuan sekuritas setelah perusahaan mengumumkan penurunan tajam ekspektasi pendapatan dan EBITDA kuartal ketiga 2026. Panduan terbaru FMC menunjukkan pendapatan antara ...

Berita Pasar
Bearish
5 jam lalu
Pendapatan AMD naik 45% di Q3, tapi ada risiko dilusi saham dan arus kas lemah.

Pendapatan AMD naik 45% di Q3, tapi ada risiko dilusi saham dan arus kas lemah.

Advanced Micro Devices (AMD) mencatat pertumbuhan pendapatan 45% secara tahunan di kuartal ketiga, didorong oleh lonjakan pendapatan pusat data sebesar 97% yang membantu memperlebar margin. Perusahaan juga melampaui panduan pendapatan kuartal keempat...

Fundamental Perusahaan
Netral
5 jam lalu
Penyelidikan terhadap Integra LifeSciences terkait penurunan pendapatan dan gangguan operasional akibat banjir.

Penyelidikan terhadap Integra LifeSciences terkait penurunan pendapatan dan gangguan operasional akibat banjir.

Pomerantz LLP menyelidiki Integra LifeSciences atas dugaan penipuan sekuritas setelah perusahaan memangkas panduan pendapatan dan mengalami gangguan operasional akibat banjir parah di fasilitas Cincinnati. Saham Integra turun tajam setelah pengumuman...

Berita Pasar
Bearish
5 jam lalu
Kantor hukum selidiki Greenland Energy atas dugaan penipuan sekuritas setelah saham anjlok.

Kantor hukum selidiki Greenland Energy atas dugaan penipuan sekuritas setelah saham anjlok.

Pomerantz LLP menyelidiki Greenland Energy terkait dugaan penipuan sekuritas setelah harga saham turun tajam akibat laporan kritis dari Fugazi Research. Laporan tersebut menuduh Greenland Energy melebih-lebihkan cadangan minyak dan tidak memiliki pen...

Berita Pasar
Bearish
5 jam lalu
banner-footerbanner-footer

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi #1