BiayaKeamanan
Pluang+

Saham Netflix turun mendekati titik terendah 52 minggu meski laporan laba kuat dan program buyback.

Fundamental Perusahaan
22 Okt 2026
24/7 Wall Street
Lihat Sumber
Bullish
Saham Netflix turun mendekati titik terendah 52 minggu meski laporan laba kuat dan program buyback.

Netflix melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang kuat dengan peningkatan pendapatan 11,85% dan laba per saham melampaui estimasi, namun sahamnya turun hampir 5% karena proyeksi pendapatan iklan yang direvisi turun dan pandangan hati-hati terhadap keterlibatan pasar AS. Meskipun ada kekhawatiran jangka pendek, Netflix berencana memperluas layanan iklannya ke 15 negara baru pada 2027 dan mengharapkan pertumbuhan signifikan dalam iklan dan keanggotaan. Perusahaan juga melakukan pembelian kembali saham terbesar senilai $4,8 miliar pada kuartal ketiga, menandakan kepercayaan pada nilai jangka panjang. Analis tetap optimis dengan target harga $78,99, sekitar 21% di atas harga saat ini, menunjukkan peluang beli di tengah sentimen pasar yang pesimistis.

Saham Netflix diperdagangkan pada harga USD 67,27 di Pluang per 23 Oktober 2026 pukul 00.41 WIB, dengan kenaikan harian sebesar 3,43%. Pergerakan harga positif ini berbeda dengan penurunan hampir 5% yang disebutkan dalam artikel setelah laporan pendapatan, menunjukkan volatilitas jangka pendek. Kapitalisasi pasar saham ini sebesar $270,82 miliar dengan waktu tahan rata-rata 127 hari di platform, menandakan minat investor jangka menengah meskipun ada pandangan hati-hati baru-baru ini.

Berita Lainnya (NFLX)

Anggota DPR terus beli saham Netflix meski harga mencapai titik terendah 52 minggu, picu isu konflik kepentingan.

Anggota DPR terus beli saham Netflix meski harga mencapai titik terendah 52 minggu, picu isu konflik kepentingan.

Rep. Cleo Fields melakukan sembilan pembelian berturut-turut saham Netflix sejak Oktober 2025, meski harga saham turun ke titik terendah 52 minggu di $65,04. Pembelian ini menuai kritik karena posisinya di Subkomite Pasar Modal DPR, menimbulkan tuduh...

Berita Pasar
Bearish
4 jam lalu
Saham Netflix dinilai Hold karena pertumbuhan melambat dan biaya konten meningkat tekan margin.

Saham Netflix dinilai Hold karena pertumbuhan melambat dan biaya konten meningkat tekan margin.

Saham Netflix turun lebih dari 6% setelah laporan pendapatan 20 Oktober menunjukkan pertumbuhan melambat dan biaya konten yang meningkat melebihi pendapatan. Meskipun margin dan arus kas kuat, peningkatan biaya konten menekan leverage operasional, se...

Fundamental Perusahaan
Bearish
7 jam lalu
Netflix tetap layak dibeli meski pertumbuhan melambat dan pasar pesimis, ada potensi pemulihan.

Netflix tetap layak dibeli meski pertumbuhan melambat dan pasar pesimis, ada potensi pemulihan.

Netflix masih direkomendasikan untuk dibeli meskipun pertumbuhan melambat, terutama di wilayah AS dan EMEA. Manajemen memperkirakan pertumbuhan pendapatan dua digit tahun depan, dengan kekuatan utama pada konten asli dan basis pelanggan besar. Meskip...

Ulasan Analis
Netral
7 jam lalu
Netflix tetap layak dibeli meski saham turun, didukung pertumbuhan Q3 yang kuat dan fundamental sehat.

Netflix tetap layak dibeli meski saham turun, didukung pertumbuhan Q3 yang kuat dan fundamental sehat.

Saham Netflix turun belakangan ini karena kontraksi valuasi, bukan karena fundamental melemah. Perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan 11,8% dan laba operasi 37% YoY di kuartal ketiga, dengan arus kas bebas yang kuat dan margin operasi yang diperk...

Fundamental Perusahaan
Bullish
8 jam lalu
Saham Netflix turun pasca laporan laba, tetap Buy karena prospek pertumbuhan dan valuasi kuat.

Saham Netflix turun pasca laporan laba, tetap Buy karena prospek pertumbuhan dan valuasi kuat.

Saham Netflix turun setelah laporan laba kuartal ketiga 2026 karena panduan kuartal keempat yang lebih lemah dan revisi pendapatan iklan yang turun. Namun, perusahaan menunjukkan retensi pelanggan yang kuat, kekuatan harga, dan keterlibatan internasi...

Ulasan Analis
Bullish
18 jam lalu
banner-footerbanner-footer

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi #1