
Oatly melaporkan kenaikan pendapatan 9,1% menjadi $243,1 juta pada kuartal ketiga 2026, didorong oleh pertumbuhan di Eropa dan Amerika Utara meski penurunan di Tiongkok. EBITDA Disesuaikan meningkat menjadi $9,4 juta dari $3,1 juta tahun lalu, mencerminkan perbaikan produk dan efisiensi rantai pasok. Namun, biaya bahan bakar dan pengiriman yang naik di Amerika Utara membuat Oatly menurunkan proyeksi EBITDA Disesuaikan tahunan menjadi $16-20 juta dari $25-35 juta, sambil mempertahankan panduan pertumbuhan pendapatan 8-10%. Perusahaan tetap fokus pada investasi pertumbuhan dan peninjauan strategis bisnis Tiongkok.
Harga saham Oatly di Pluang turun tajam sebesar 9,87% menjadi USD 10,59 per 28 Oktober 2026 pukul 18.11 WIB. Kapitalisasi pasar mencapai $371,94 juta dengan seluruh aktivitas order terbaru berupa penjualan, menunjukkan sentimen hati-hati meski perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan.