BiayaKeamanan
Pluang+
MSFT
$527.04
-$3.10 -0.58%

CEO teknologi Musk dan Zuckerberg pakai istilah 'super intelligence' ala Trump, lainnya tetap pakai AI.

30 Okt 2026, 14.30 WIB
CNBC
Lihat Sumber
Netral
CEO teknologi Musk dan Zuckerberg pakai istilah 'super intelligence' ala Trump, lainnya tetap pakai AI.

Setelah perintah Presiden Trump untuk mengganti istilah 'kecerdasan buatan' menjadi 'super intelligence' di pemerintahan, Elon Musk dan Mark Zuckerberg menggunakan istilah tersebut dalam panggilan laporan keuangan terbaru, mengikuti arahan pemerintah. CEO lain seperti Microsoft, Amazon, dan Alphabet masih menggunakan istilah 'AI', menunjukkan perbedaan adopsi di industri. Perubahan ini terjadi di tengah ketegangan politik menjelang pemilu tengah periode dan perdebatan regulasi AI. Istilah 'super intelligence' mulai muncul dalam dokumen resmi dan komunikasi perusahaan, menandakan tren rebranding yang dipengaruhi oleh kepemimpinan politik.

Per 30 Oktober 2026 pukul 18.11 WIB, saham teknologi besar yang terkait dengan perkembangan AI menunjukkan kinerja beragam di Pluang. Saham Microsoft diperdagangkan pada harga USD 528,68 dengan penurunan 0,28% dalam sehari, sementara Amazon turun lebih tajam sebesar 6,39% ke harga USD 228,20. Alphabet diperdagangkan pada harga USD 281,12 dengan penurunan 0,95%, dan minat beli kuat sebesar 77% di Pluang. Penurunan signifikan pada Amazon menjadi sorotan dibandingkan pergerakan relatif stabil Microsoft dan Alphabet di tengah perdebatan istilah AI.

Berita Lainnya (MSFT)

ETF TDAQ tawarkan pendapatan stabil lewat jual opsi Nasdaq-100 di tengah tantangan sektor teknologi.

ETF TDAQ tawarkan pendapatan stabil lewat jual opsi Nasdaq-100 di tengah tantangan sektor teknologi.

ETF TDAQ mengelola Nasdaq-100 dan menjual opsi harian di luar uang, menghasilkan sekitar 17% pendapatan setahun dengan biaya rendah 0,68%. Strategi ini bertujuan memberi hasil lebih stabil dibanding Nasdaq-100, terutama saat pasar sideways di mana va...

Berita Pasar
Netral
8 jam lalu
Microsoft akan terbitkan obligasi $25 miliar untuk perluas infrastruktur AI

Microsoft akan terbitkan obligasi $25 miliar untuk perluas infrastruktur AI

Microsoft mengumumkan rencana penerbitan obligasi senilai $25 miliar untuk mendukung ekspansi infrastruktur, khususnya proyek AI bersama mitra seperti Anthropic dan OpenAI. Perusahaan yang memiliki peringkat kredit AAA ini akan menggunakan hasilnya u...

Fundamental Perusahaan
Bullish
15 jam lalu
Microsoft catat pertumbuhan pendapatan 19% dengan dorongan kuat dari AI dan Azure, tapi margin tertekan.

Microsoft catat pertumbuhan pendapatan 19% dengan dorongan kuat dari AI dan Azure, tapi margin tertekan.

Microsoft melaporkan kuartal pertama yang kuat dengan pertumbuhan pendapatan 19% secara tahunan, didorong oleh permintaan AI yang kuat dan percepatan layanan cloud Azure. Meskipun margin kotor sedikit melemah, margin operasional justru meningkat, men...

Fundamental Perusahaan
Bullish
19 jam lalu
Microsoft catatkan pendapatan dan EPS Q1 FY2027 melampaui ekspektasi dengan pertumbuhan kuat.

Microsoft catatkan pendapatan dan EPS Q1 FY2027 melampaui ekspektasi dengan pertumbuhan kuat.

Microsoft melaporkan hasil Q1 FY2027 yang kuat, melampaui estimasi pendapatan dan laba per saham dengan pertumbuhan pendapatan 19% dan EPS 18% secara tahunan. Perusahaan menunjukkan efisiensi lebih baik dengan pertumbuhan Azure yang meningkat meski a...

Fundamental Perusahaan
Netral
22 jam lalu
Amazon fokus pada pertumbuhan AWS dan arus kas; Microsoft kuat dengan Azure; Google hadapi tantangan pendapatan search akibat kompetisi AI.

Amazon fokus pada pertumbuhan AWS dan arus kas; Microsoft kuat dengan Azure; Google hadapi tantangan pendapatan search akibat kompetisi AI.

Laporan keuangan Amazon menyoroti pertumbuhan kuat AWS dan kekuatan ritel dari Prime Days, dengan arus kas sebagai fokus utama. Microsoft menunjukkan pertumbuhan Azure yang kuat dan bisnis perangkat lunak yang tangguh, mendukung prospek jangka panjan...

Netral
22 jam lalu
banner-footerbanner-footer

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi #1