
Michael Burry, yang dikenal memprediksi krisis perumahan 2008, mengingatkan investor untuk "menolak keserakahan" dan mengurangi eksposur pada saham teknologi karena valuasi melonjak akibat antusiasme AI dan perdagangan momentum. Ia membandingkan kondisi pasar saat ini dengan tahap akhir gelembung dot-com 1999-2000 dan menyarankan mengurangi saham yang naik tajam. Meski ia sendiri memegang posisi short leverage besar, Burry memperingatkan short-selling berisiko dan mahal bagi kebanyakan investor. Ia menyarankan mengumpulkan dana tunai dan menunggu waktu yang lebih tepat, karena sejarah menunjukkan harga akan turun signifikan meski pasar terus naik.