
McDonald's melaporkan pendapatan dan laba kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan, dengan EPS disesuaikan sebesar $2,38 dan pendapatan $6,52 miliar, didorong oleh kenaikan penjualan toko yang sama sebesar 3,8%. Namun, CEO Chris Kempczinski memperingatkan bahwa pengeluaran konsumen mungkin memburuk karena harga bensin yang tinggi akibat perang Iran, yang membebani konsumen berpendapatan rendah. Untuk mengatasi hal ini, McDonald's fokus pada penawaran nilai seperti Menu di Bawah $3 dan promosi khusus terkait film, serta meluncurkan produk premium seperti Big Arch Burger. Meski menghadapi tantangan, perusahaan tetap optimistis mengelola tahun ini di tengah persaingan ketat dari pesaing seperti Burger King yang baru-baru ini melaporkan pertumbuhan penjualan toko yang sama di AS lebih kuat.