
Ticketmaster melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 350 karyawan atau sekitar 8% dari total staf globalnya, terutama di bagian teknik, produk, dan desain, setelah Live Nation melaporkan pendapatan Q1 yang kuat sebesar $3,79 miliar, melampaui perkiraan. Meski demikian, Live Nation mencatat kerugian operasional Q1 akibat akrual hukum sebesar $450 juta. Pendapatan tiket Ticketmaster naik 10% secara tahunan, dengan peningkatan 9% pada tiket berbayar dan kenaikan 15% pada nilai transaksi bruto. Manajemen menyatakan PHK ini adalah langkah strategis untuk memprioritaskan inisiatif dan mempersiapkan 12 hingga 24 bulan ke depan, bukan reaksi terhadap kinerja yang lemah.