
Pasar Data Protection as a Service (DPaaS) global diperkirakan tumbuh dari $40,12 miliar pada 2025 menjadi $134,38 miliar pada 2031 dengan CAGR 22,32%. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya ancaman siber seperti ransomware, perubahan regulasi privasi data, dan pergeseran ke lingkungan multi-cloud. DPaaS menyediakan solusi cadangan data berbasis cloud, pemulihan bencana, dan tata kelola data yang membantu perusahaan melindungi data penting dan mematuhi aturan seperti GDPR. Namun, tantangan seperti kedaulatan data dan hukum internasional yang kompleks dapat memperlambat adopsi, terutama bagi perusahaan multinasional. Integrasi AI dan machine learning meningkatkan deteksi ancaman dan kemampuan pemulihan, menjadikan DPaaS alat penting untuk keamanan data yang tangguh di era digital yang kompleks.